Archive for the 'Software Quality Assurance' Category

Beralih ke LibreOffice, Selamat Tinggal OpenOffice

Setelah menemani sekian lama menggunakan OpenOffice, bahkan saat masih duduk di bangku kuliah, akhirnya saya harus memutuskan untuk beralih ke LibreOffice. Aplikasi Office bentukan Sun Microsistem ini memang telah mengantarkan saya mendapatkan gelar S1, tapi bug pada OpenOffice yang tak kunjung diperbaiki membuat harus berpindah ke lain hati.

Jujur saya sangat menyukai OpenOffice karena bersifat open source dan yang paling utama adalah gratis. Walaupun gratisan tapi OpenOffice tak kalah powerfull dibandingkan saingannya yang berbayar Microsoft Office.

Semua berawal dari tidak bisa dibukanya file excel yang berisi tentang cashflow, hutang piutang, harga produk dan lain-lain. Tentu sebagai pengusaha hal sepele ini membuat ku frustasi, bayangkan semua data tentang keuangan ku harus hilang dan memualainya dari awal lagi. Ditambah daftar piutang harus hilang, sehingga saya tidak tahu lagi berapa hutang para pelanggan-pelanggan ku.

Kenapa tidak di-backup? Sebenarnya kesalahan ku sendiri yang terlalu ceroboh dengan tidak mem-backup data penting itu.

Dimana letak bug itu? Letak bug itu ketika menjalankan program OpenOffice dan tiba-tiba komputer mati mendadak, atau restart dan file belum di-save, data akan corrupt. OpenOffice mencoba merecovery data, tapi tidak berhasil dan malah membuat new file, wooops hilanglah semua data keuangan ku.

Selamat tinggal OpenOffice, saya harap develepor segera memperbaiki bug ini sehingga tidak merugikan penggunannya.

Tidak mau mengulangi kejadian ini, saya memutuskan untuk mencari pengganti OpenOffice dan menemukan sosok yang tepat yaitu LibreOffice yang juga OpenSource dan gratis. OpenOffice dan LibreOffice sama dibangun dengan menggunakan bahasa Java yang performanya tidak diragukan lagi.

Untuk mengatasipasi kejadian tidak mengenakan sebelumnya, saya mengetest dengan membelikan pola kejadian yang sama pada LibreOffice. Dengan membuat file excel dan mematikan komputer sebelum data di save, menginputkan data, alhasil LibreOffice sanggup merecovery data dengan baik.

Tidak ada masalah dengan migrasi kali ini, karena user interface pada LibreOffice hampir sama dengan OpenOffice, sehingga tidak perlu belajar mendalam untuk menggunakannnya. Semua menu-menu dan fungsi-fungsi sama persih, hanya beberapa action saja yang tidak mirip tapi itu bukan masalah bagi, cukup beradaptasi 1-2 hari sudah fasih. Bagaimana anda tertarik menggunakan aplikasi LibreOffice?

Mengukur Kualitas Object Oriented Design Dengan Object Oriented Metrics

Berkembangnya bahasa pemprograman yang bersifat object oriented memberikan keuntungan pada ilmu software engineering, tapi juga memberikan tantangan baru. Salah satu tantangan itu adalah bagaimana meningkatkan dan mengukur kualitas object oriented design. Tidak seperti mengukur kualitas dengan metode tradisional atau seperti metric pemprograman prosedural, tapi harus ada metric yang khusus untuk mengukur kualitas karena object oriented design mempunyai karakteristik yang berbeda.
Continue reading ‘Mengukur Kualitas Object Oriented Design Dengan Object Oriented Metrics’

Metode Line of Code


Line of Code (LOC) adalah suatu teknik pengukuran besar software dengan cara menghitung jumlah baris kode program yang ada. Metode LOC salah satu metode tradisional yang paling mudah dalam mengukur kualitas sebuah software, Walaupun mudah metode LOC cukup rumit bila dipelajari.

Dengan menghitung jumlah baris dari source code, metode Line of Code ini tidak efektif untuk mengukur kualitas software. Karena metode Line of Code membaca jumlah keseluruhan baris, tanpa bisa membedakan mana fungsi logika, komentar programer dan garis kosong.
Continue reading ‘Metode Line of Code’

Faktor-Faktor Standar Perangkat Lunak Menurut ISO 9126

Membangun Kwaalitas
Software Quality Assurance Tujuan utama dari developer software adalah memproduksi software dengan kualitas yang baik. Kualitas yang baik memberikan jaminan pada konsumen bahwa produk yang dihasilkan itu layak untuk dipakai dan dibeli.

Pada jaman sekarang ini, setiap developer software mempunyai mekanisme masing-masing untuk menjamin kualitas dari produk tersebut, dimana hal ini sudah menjadi kepedulian dari perusahaan. Maka para pembuat software dituntut untuk dapat membuat suatu produk sofware yang berkualitas tinggi.

Kualitas untuk membuat software dapat dinilai melalui ukuran-ukuran dan metode-metode tertentu, serta melalui pengujian-pengujian software. Salah satu tolak ukur kualitas perangkat lunak adalah ISO 9126, yang dibuat oleh International Organization for Standardization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC). ISO 9126 mendefinisikan kualitas produk perangkat lunak, model, karakteristik mutu, dan metrik terkait digunakan untuk mengevaluasi dan menetapkan kualitas sebuah produk software.
Continue reading ‘Faktor-Faktor Standar Perangkat Lunak Menurut ISO 9126’

Sumber-Sumber Kesalahan Perangkat Lunak

Error MessageDalam artikel ini akan membahas tentang sumber-sumber sebuah kesalahan perangkat lunak dan perancangan sebuah test case. Metodologi seperti perencanaan, pelaksaan, penilaian, pelaporan dan peningkatan mutu untuk memastikan bahwa proses adalah jenis dan kualitas yang diperlukan dan diinginkan oleh pelanggan. Bila qualitas software dijaga memberikan dampak kepada developer akan mempunyai nama baik dimata kosumen.
Continue reading ‘Sumber-Sumber Kesalahan Perangkat Lunak’


Blog Stats

  • 300,892 hits