Archive for the 'Islamic State' Category

Benarkah Demokrasi bisa menghancurkan Islamic State

Dalam sebuah halaman media online berbahasa Inggris terkemuka di Indonesia mempublish artikel opini pembaca. Dalam artikel itu, penulis mencoba menjelaskan bagaimana mengalahkan IS (Islamic State) atau yang lebih dikenal dengan ISIS (walaupun ISIS udah bubar 2013 lalu).

Dalam paragraf pertama penulis mengutuk aksi yang dilakukan oleh IS terhadap Prancis yang berhasil membunuh 200 orang dalam 1 aksi serangan. Walaupun begitu apa yang dilakuk oleh IS terhadap Peracis adalah hukum sebab akibat. Dari yang saya baca di Twitter, pendukung IS mengatakan aksi itu merupakan aksi balasan karena Perancis ikut terlibat dalam pasukan koalisi Amerika dalam membombardir wilayah yang dikuasai.

Dampak yang paling nyata dalam serangan pasukan koalisi adalah banyak warga sipil, terutama di wilayah IS, tewas dengan mengenaskan. Tubuh mereka terbakar, terkoyak, hancur dan remuk tertimbun reruntuhan bangunan. Dan aksi yang dilakukan oleh pasukan koalisi sudah dimulai sejak 1 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih berlanjut. Pantas saja jika IS melakukan aksi balasan dengan menyusupkan tentara mereka untuk membalas aksi yang dilakukan oleh Prancis.

Dalam sebuah video berjudul “Di Balik Tangis” berdurasi 7 menit, entah rilisan resmi dari IS atau bukan, terdapat penjelasan-penjelasan kenapa Prancis menjadi target utama. Berikut ini screenshot yang saya dapatkan dari video itu.

vlcsnap-2015-11-24-09h34m54s121

vlcsnap-2015-11-24-09h35m23s022

vlcsnap-2015-11-24-09h37m12s229

vlcsnap-2015-11-24-09h37m31s232

vlcsnap-2015-11-24-09h37m39s262

vlcsnap-2015-11-24-09h35m45s725

vlcsnap-2015-11-24-09h36m00s440

vlcsnap-2015-11-24-09h36m12s385

vlcsnap-2015-11-24-09h36m55s017

vlcsnap-2015-11-24-09h38m05s993

vlcsnap-2015-11-24-09h39m03s010

Kembali ke tulisan opini, dalam paragraf dua, penulis mempertanyakan jika Bashar al-Assad mundur dari jabatan presiden semua akan selesai. Dan menjelaskan bahwa rakyat Suriah menginginkan demokrasi dengan berdemo ketika terjadi Arab Spring dan menuntut mundur presiden Bashar al-Assad.

Paragraf tiga dan empat mengatakan jika Turki dan negara-negara timur tengah mempersenjatai pasukan pemberontak untuk melawan pemerintah Suriah. Dia memang benar, beberapa negara arab mempersenjatai pasukan pemberontak untuk melawan pemerintah Suriah dan melawan IS. Salah satu pemberontak terkenal dan didanai oleh negara timur tengah adalah Islamic Front yang menguasai provinsi Idlib.

Penulis menambahkan Turki bukan negara demokrasi karena menekan media dan memperlakukan Kurdi sebagai musuh. Padahal sebelum perang Suriah pecah di tahun 2011 Turki sering kali berperang melawan milisi-milisi Kurdi (PKK) yang menginginkan mendirikan negara yang berideologikan komunis. Selain itu PKK sering membuat keributan di wilayah Turki, sehingga fokus utama mereka adalah mengalahkan musuh lama agar tidak membuat onar di wilayah Turki.

Dalam paragraf lima penulis mengutip pernyataan Tony Blair jika perang Iraq membantu menciptakan Islamic State. Kedatangan Amerika menginvasi Iraq setelah Afganistan atas dasar mempunyai senjata pemusnah masalah merupakan titik awal terbentuknya kelompok jihad pimpinan Abu Musab al-Zarqawi yang merupakan cikal bakal ISI (Islamic State of Iraq) dan sekarang menjadi IS.

Selanjutnya dalam tidak keyakinananya penulis mengatakan jika kemungkinan negara-negara timur tengah memberikan pasokan senjata ke pemberontak juga memberikan senjata ke IS. Itu sedikit benar, yang jelas IS mendapatkan senjata dari harta rampasan perang melawan musuh-musuhnya. Selain itu senjata dari pemberontak sering kali dijual kembali ke IS, oleh karena itu IS sering bilang jika pasukan pemberontak adalah recommended seller.

Advertisements

Kapal Perang Rusia mulai Menggempur Pemberontak Suriah

Di laut Kapsia 4 kapal perang Rusia meluncurkan rudal jarak jauh untuk menghantam kelompok pemberontak Suriah. Setidaknya 26 rudal telah diluncurkan dan menghantam wilayah Suriah, padahal jarak antara laut Kaspia dengan Suriah berjarak 1.500 kilometer.

Dalam video itu tampak dibuat seperti sebuah propaganda, membuka pintu, menutup pintu dan membuka kunci untuk mengaktifkan rudal tampak seperti sudah disetting. Masih simpang siur siapa yang menjadi target serangan rudal itu, Rusia mengklaim bahwa target utama adalah IS, dan tidak ada korban jiwa dari penduduk sipil. Sedangkan Amerika mengatakan bahwa bersumber dari relawan dan wartawan bahwa Rusia tidak menargetkan IS.

Serangan roket yang diluncurkan oleh kapal perang Rusia dari laut Kaspia, sempat terekam oleh tentara YGP. 2 Roket itu melintasi check point tentara YPG tepat di atas kepala mereka menuju ke Raqqa, ibu kota IS.

_85957928_russia2_syria_caspian_sea_624

Dalam di atas sangat jelas laju roket-roket Rusia melintasi 2 negara yaitu Iran, Irak dan terakhir ke menuju Raqqa, Suriah. Sangat wajar jika tentara YPG di selatan Suriah bisa melihat roket terbang melintas di atas mereka. Walaupun melintasi langit Iran dan Irak, sampai saat ini belum ada intervensi terhadap Rusia.

Laut Kaspia merupakan bagian zona maritim dari militer Rusia yang berlokasi di kota pelabuhan Astrakhan. Banyak tentara-tentara Rusia yang ditempatkan di sana, termasuk kapal perang. Di tahun 2011 angkatan laut Rusia yang bergerak di laut Kaspia setidaknya telah meningkatkan kekuatan militernya dengan mendapatkan 16 kapal perang.

Tahun 2014 negara-negara yang berdekatan dengan laut Kaspia yaitu Rusia, Kazakhstan, Turkmenistan, Azerbaijan dan Iran telah sepakat melarang ada aktivitas militer negara-negara non-kaspia. Mungkin karena telah ada kesepakatan ini, Rusia bebas melakukan serangan dari laut Kaspia.

Datangnya Rusia ke Suriah juga disambut oleh FSA dan YPG, bahkan FSA meminta secara terang-terangan bantuan untuk mengalahkan IS. Mereka mengatakan kami meminta bantuan ke Rusia untuk mau mempersenjatai kami untuk berperang melawan IS. Dan mau bekerjasama menyerang IS dari udara dan darat, kami siap untuk itu.

Sepertinya permintaan FSA tidak mungkin dikabulkan Rusia, karena fokus Rusia saat ini adalah membantu pemerintah Suriah melawan pemberontak. Bahkan FSA dikalangan tentara-tentara IS terkenal sebagai penjual senjata yang baik, maksudnya senjata-senjata yang mereka dapatkan dari Amerika atau negara lain sering dijual ke IS dengan harga murah.

Di Mesir, walaupun pemerintahan al-Sisi didukung oleh Amerika, tetapi kali ini Mesir berseberangan pendapat dengan Amerika soal aktivitas Rusia di Suriah. Menteri luar negeri Mesir Sameh Shoukry mengatakan masuknya Rusia ke Suriah akan memberikan perubahan besar dan mampu mengalahkan dan memberantas teroris di Suriah.

Seperti yang diketahui Mesir juga mendapatkan ancaman dari IS yang beroperasi di wilayah Sinai. Beberapa bulan lalu militer mesir harus kehilangan tentaranya yang diserang IS dan kapal perang Mesir juga pernah dihantam roket IS di laut Medeterania.

Dinar dirham fulus

1444236536321

Di Turki, Rabu 7 Oktober 2015 polisi setempat menangkap 6 tersangka kelompok IS di Gaziantep yang lokasinya dekat dengan perbatasan Suriah. Mereka menjadi tersangka karena membantu IS dalam membuat cetakan koin dinar dirham, mata uang IS. Itu berarti kemungkinan IS memasok alat cetak koin dinar dirham dari Turki. Terlihat dengan jelas desain dan patternnya sama dengan mata uang IS.

1444236499456

Senin Senin 31 September 2015 IS telah membuat video berjudul “The Rise of the Khilafah, Return of the Gold Dinar”, yang menceritakan tentang upaya IS untuk mengganti uang kertas ke uang emas sebagai alat jual beli. Kami sudah menjelaskan ulasan video itu dalam artikel “Ulasan Video Propaganda IS/ISIS ‘Return of the Gold Dinar’

Di Raqqa, IS menyebarkan selembaran yang berisi peringatan tidak boleh menggunakan uang Syria Pound, uang kertas Suriah, untuk bertransaksi. Selebaran itu ditempel-tempel di tempat strategis dan di depan toko. Semua ditransaksi diwajibkan menggunakan Dinar, Dirham dan Fulus. Sepertinya IS telah siap dengan uang emas mereka, toh jika saja negara Suriah berakhir justru pemilik uang Syria Pound akan merugi.

Strategi perang IS terungkap

Dalam video propaganda IS lainnya yang berjudul “Sekarang, Baru Saja Tiba Waktunya Untuk Berperang”, terlihat tentara IS menggunakan drone untuk mengintai keberadaan musuh sebelum melakukan penyerangan masal. Video ini banyak menceritakan strategi-strategi IS berperang melawan tentara Irak di gurun-gurun wilayah Kirkuk. Bagaimana IS bisa menggunakan lebih dari 5 bom mobil untuk menyerang barak-barak militer tentara Irak hingga akhirnya dikuasai.

Kirkuk adalah salah satu kota yang paling diperebutkan oleh tentara Irak, Peshmerga dan IS, tempatnya yang strategi karena dapat memutuskan bantuan dari 3 tempat strategis, yaitu Baghdad, Mosul dan wilayah Kurdistan.

Penelitian terbaru menjelaskan bahwa IS setiap bulannya mampu memproduksi 900 propaganda, baik berbentuk pemberitahuan, video, audio, gambar dan lain-lain. Untuk skala negara yang baru berdiri IS bisa mempunyai divisi media informasi skala industri. Setengah dari 900 propaganda IS, 469 diantaranya menjelaskan kehidupan penduduk di wilayah-wilayah yang dikuasainya.

Kondisi Perang Suriah terkini Oktober 2015

Perang-suriah

Perang Suriah telah memulai babak baru dengan datangnya raksasa dunia, Rusia. Rusia datang untuk membantu pemerintah Suriah dan memposisikan dirinya sebagai pro presiden Bashar al-Assad. Sejak awal, Rusia sudah memposisikan dirinya sebagai pro pemerintah Suriah, dengan memberikan persenjataan militer untuk SAA (Syrian Arab Army).

Bulan September 2015 parlemen Rusia telah menyetujui militer untuk melakukan serangan udara di Suriah. Juru bicara pemerintah Rusia mengatakan aksi itu dilakukan untuk meredam aksi IS (Islamic State) yang telah berhasil merekrut ribuan warga Rusia. Selain itu presiden Suriah, Bashar al-Assad telah mengajukan permintaan resmi terhadap Rusia untuk membantu Suriah melawan pasukan pemberontak.

Melihat geliat Rusia akan melakukan aksi militer di Suriah, Amerika khawatir rencana itu akan membuat masalah Suriah semakin rumit. Datangnya tentara-tentara Rusia ke Suriah akan memicu gelombang mujahid-mujahid seluruh dunia untuk datang ke Suriah. Selain itu Amerika juga beranggapan Rusia hanya ingin mendirikan basis militer di Timur Tengah.

Tapi tuduhan itu Amerika itu ditampik oleh pemerintah Rusia, bahwa aksi militer mereka murni sebagai bentuk mengatasi ancaman keamanan nasional Rusia oleh IS. Seperti yang diketahui di wilayah utara Rusia, Kaukasus, IS telah berhasil membentuk cabang kelompok jihad pada Juni 2015 lalu, dan wilayah yang dikuasainya disebut wilayat Qawqaz. Walaupun masih gerilya di hutan-hutan tapi melihat perang di Irak, IS bisa menguasai Mosul dan Ramadi berawal dari hidup di gurun-gurun.

Peta kekuasaan di Suriah

180 km persegi luas wilayah Suriah kini dikuasai 4 kekuatan besar, yaitu pemerintah Suriah, IS, YPG dan kelompok-kelompok pemberontak. Wilayah barat dikuasai oleh pemerintah Suriah, wilayah Selatan dikuasai pemberontak kurdi (YPG), beberapa wilayah dikuasai oleh pemberontak dan IS menguasai sebagian besar wilayah Suriah (walaupun didominasi gurun-gurun).

peta-konflik-suriah

Pemerintah Suriah masih menguasai kota-kota penting di Suriah yang bersebelahan dengan laut Medeterania. Berkuasanya pemerintah Suriah di kota-kota itu memberikan keuntungan dengan memudahkan berlabuhnya kapal-kapal Rusia di Suriah. Karena itulah Rusia menempati beberapa wilayah di Latakia dan Tartous yang mempunyai akses pelabuhan. Sedangkan pesawat-pesawat tempur Rusia berada di lapangan terbang Bassel al-Assad dan beberapa di lapangan terbang internasional Damaskus.

Kelompok pemberontak seperti IF (Islamic Front), JN dan lain-lain menguasai sebagian besar provinsi Idlib. 9 September 2015 kelompok jihad JN berhasil menguasai pangkalan militer Abu Duhur di Idlib. JN memanfaatkan badai gurun untuk melakukan serangan yang membuat pesawat tempur pemerintah Suriah tidak bisa melihat kondisi lapangan, setelah 2 tahun pengepungan akhirnya Abu Duhur jatuh. 56 tentara Suriah dikesekusi di lapangan udara.

CPPzC9TWIAA1dhR

Provinsi Idlib jatuh bulan Maret 2015 oleh pasukan gabungan Jaysh al-Fateh, Jaysh al-Fateh adalah pasukan gabungan dari 8 kelompok pemberontak dan JN termasuk di antaranya. Sekarang Idlib jatuh ke tangan kelompok moderat yang menginginkan demokrasi, sampai saat ini saya masih bingung siapa yang mengendalikan pemerintahan di Idlib, tapi saya menduga itu IF.

Jatuhnya provinsi Idlib di tangan pemberontak merupakan pukulan telak bagi pemerintah Suriah, karena Idlib adalah provinsi ke dua yang jatuh, sebelumnya Raqqa jatuh ke tangan IS Maret 2013.

YPG menguasai wilayah selatan Suriah yang berbatasan dengan Turki, YPG adalah kelompok pemberontak Kurdi berideologi komunis sejak lama telah bertempur dengan pemerintah Suriah, bahkan sebelum perang Suriah terjadi di tahun 2011. Ketika perang Suriah pecah, YPG mengambil keuntungan dan mendapatkan wilayah di selatan Suriah Kobani, al-Qamishli dan Afrin. Tujuan YPG adalah membentuk negara kurdi Rojava seperti yang saudaranya di Irak yang telah berhasil mendirikan negara Kurdistan.

Saya telah mengupas tuntas YPG yang bisa dibaca di artikel Perbedaan YPG, PKK, dan Peshmerga.

YPG menjadi terkenal sejak IS melakukan serangan di kota Kobane, pada tahun 2014. Serangan bertubi-tubi sempat membuat YPG terjepit tapi bantuan serangan udara Amerika berhasil memukul mundur IS dari wilayah Kobane. IS beralasan mundurnya tentara mereka karena di Kobane tak ada lagi tempat untuk berlindung karena sebagian besar bangunan kota telah rata dengan tanah karena serangan udara.

IS berhasil mendapatkan sebagian besar wilayah di Suriah, walaupun serangan udara bertubi-tubi menghantam wilayah IS. Tapi Mei 2015 IS mampu mendapatkan kota kuno Palmyra, Suriah. Selain di Suriah, wilayah IS mencakup wilayah Irak termasuk Mosul dan Ramadi.

Serangan udara

Serangan udara merupakan mesin pembunuh bagi rakyat Suriah, sejak awal perang pemerintah Suriah sudah menggunakan bom tong untuk membantai rakyatnya sendiri. Homs dan Aleppo menjadi bukti nyata hancurnya Suriah karena serangan bom tong. Seringkali angkatan udara Suriah menjatuhkan bom tong di pasar-pasar dan rumah-rumah dengan dalih tempat persembunyian pasukan pemberontak, justru bom itu banyak membunuh rakyat sipil.

September 2014 Amerika ikut terlibat perang Suriah, Amerika membentuk pasukan koalisi terdiri dari negara-negara Eropa dan Arab untuk menghentikan laju IS di Suriah. Setelah 1 tahun berjalan, serangan udara yang menghabiskan $3.21 billion hanya menyusutkan 9% wilayah IS. Pilot Yordania Muath al-Kaseasbeh menjadi korban pertama pasukan koalisi melawan IS, yang harus berakhir dengan dibakar hidup-hidup dan ditimbun di reruntuhan beton oleh IS.

serangan-udara

Sebagian besar serangan udara Amerika di jatuhkan di Kobane dan Raqqa, Agustus 2015 Amerika telah menjatuhkan 6.000 bom ke wilayah IS dan terus bertambah sampai sekarang.

September 2015 Rusia datang dan ikut berperang di Suriah, dengan persenjataan modern Rusia membantu pemerintah Suriah melawan kelompok pemberontak. Provinsi Idlib menjadi korban pertama serangan udara pesawat tempur Rusia. Pesawat tempur SU-24 Frogfoot ditempatkan dan diterbangkan dari lapangan udara internasional Bassel al-Assad di Latakia. Dengan ditempatkannya pesawat itu di sana, memungkinkan Rusia mampu melakukan serangan udara meliputi wilayah Deir Ez Zour, Israel, Yordania, Turki dan Irak.

Tentara Asing

Tak bisa dipungkiri Suriah menjadi magnet bagi tentara-tentara asing, terutama tentara asing muslim yang ingin berjihad di Suriah. Konflik yang tak kunjung usai membuat semakin banyak tentara-tentara asing yang ikut bertempur, dengan alasan Jihad, tentara bayaran, atau hanya ingin melawan IS.

tentara-is

Tapi fakta membuktikan sebagian warga asing yang datang ke Suriah justru banyak bergabung dengan IS. Pihak Amerika mengumumkan jika 28.000 orang asing dari 100 negara telah bergabung dengan IS, dan 250 warga negara Amerika bergabung dengan IS. Untuk mengatasi itu pihak Amerika membentuk pejuang anti-IS, rencananya setiap tahun 5.000 pejuang akan dibentuk. Tapi sampai saat ini Amerika hanya mampu membentuk 75 pejuang, Amerika kesulitan karena tidak ingin pejuang yang telah dilatihnya nanti akan membelot ke IS. Karena itulah Amerika menyeleksi ketat pejuang yang akan direkrut.

Celakanya 75 pejuang yang terbentuk dalam divisi 30 itu berhasil dihantam oleh JN dan persenjataan mereka berhasil direbut pada Juli 2015.

***

Kondisi terbaru saat ini Cina akan ikut terlibat dalam perang Suriah, Senator Rusia Igor Morozov mengkonfirmasi pemberitaan itu dan mengatakan, “Cina telah bergabung dengan kami dalam operasi militer di Suriah, kapal induk Cina telah memasuki laut Medeterania”.

Rencananya serangan udara Cina akan membantu pergerakan tentara-tentara Rusia di darat.

Pada bulan Mei 2015 kapal Rusia dan Cina telah melakukan latihan militer bersama di Eropa. Akhir September ini kapal kargo Cina melewati terusan Suez membawa perlengkapan militer. Berangkat dari Shanghai pada bulan Februari dan berlabuh di Tartous.

Rusia membuat Babak Baru Perang Suriah

Akhirnya Suriah mengalami babak baru dengan datangnya pendatang raksasa dunia Rusia yang ikut campur tangan dalam perang Suriah. Kedatangannya ke Suriah untuk membantu pertahanan pemerintah Suriah yang terdesak oleh pasukan pemberontak terutama IF (Islamic Front) dan IS (Islamic State). Di Idlib, IF berkuasa penuh atas kota itu, sedangkan Raqqa dan Plamyra menjadi basis pertahanan IS. Tidak hanya terdesak oleh 2 kelompok Islam itu, tapi kelompok pemberontak Kurdi juga berhasil mencaplok wilayah selatan Suriah.

Juli 2015 presiden Suriah Bashar al-Assad berpidato yang disiarkan di televisi Suriah bahwa mereka harus mundur ke baris pertahanan baru untuk mempertahankan daerah-daerah yang lebih strategis. Bahkan Assad mengatakan jika pemerintah Suriah kekurangan SDM untuk melawan pasukan pemberontak, sejak perang di mulai maret 2011 pemerintah suriah telah kehilangan 80.000 tentaranya dan terus bertambah jika konflik tak kunjung usai.

Bulan September helikopter-helikopter Rusia mulai diketahui telah mendarat di pangkalan udara Latakia. Ada 8 helikopter di antaranya terdapat Mi-24 Hind attack dan Mi-15 Hip transport. Selain itu, di Youtube dan Twitter terdapat banyak bukti-bukti bahwa tentara Rusia ikut berperang bersama pasukan SAA (Tentara Nasional Suriah) melawan pasukan pemberontak di Latakia. Pihak Amerika mengatakan jika Rusia telah mendaratkan 500 angkatan laut di Suriah untuk membantu pemerintah Suriah.

Di Turki, tepatnya di selat Bosphorus, kapal tempur Rusia aktif melewati selat itu menuju Suriah. Hampir 70 kapal tempur Rusia telah melewati selat Bosphorus itu. Selat Bosphorus adalah jalur strategis yang menghubungkan laut Hitam yang berbatasan dengan Rusia dengan luat Medeterania yang berhubungan dengan barat Suriah. Jalur itu memudahkan pemindahan perlengkapan militer Rusia ke Suriah. Tidak ada intervensi dari Turki untuk mencegah kapal Rusia melewati selat Boshphorus, mungkin karena selat itu adalah jalur lintas internasional.

Pada tahun 1453 selat Boshphorus menjadi kunci penting kemenangan Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel dengan memblokir kapal-kapal dari Eropa untuk mengirimkan bantuan ke Konstantinopel.

Koalisi lucu Amerika dan kawan-kawan

Sebelumnya ada 3 kekuatan udara yang aktif melakukan serangan udara yaitu, Amerika, Pemerintah Suriah dan Turki. Tahun 2014 sampai sekarang Amerika aktif melakukan serangan udara menargetkan basis-basis pertahanan IS di wilayah-wilayahnya. Belum pernah sekali terdengar serangan udara Amerika menghantam basis pertahanan SAA, bahkan YPG yang dilabeli teroris dibantu Amerika ketika perang melawan IS di Kobane, sehingga membuat IS mundur.

Pemerintah Suriah dari sejak awal perang tahun 2011, menggunakan bom tong, angkatan udara Suriah membombardir wilayah-wilayah pemberontak. Sering kali bom tong angkatan udara Suriah selalu menargetkan pasar dan rumah-rumah penduduk, bom tong lah yang membuat kota Homs dan Aleppo menjadi kota hantu.

Sedangkan Turki, setelah berhasil dibujuk Amerika untuk ikut perang melawan IS, justru malah membombardir basis-basis pertahanan pemberontak Kurdi di Suriah dan Iraq.

KSA (Kerajaan Arab Saudi) dan UEA yang tergabung dalam pasukan koalisi Amerika melawan IS harus mengganti sasaran targetnya setelah pemberontak syiah Houti berhasil menguasai Yaman. Jika hal itu tidak segera dilakukan, mungkin KSA bisa terseret dalam perang Sunni Syiah dimana selama ini Syiah menargetkan menaklukkan kota suci Mekah.

Itulah koalisi lucu Amerika, sepertinya tidak ada koordinasi yang baik antar negara. Walaupun pasukan koalisi menjadikan IS sebagai target utamanya, tapi malah setiap negara mempunyai kepentingan sendiri-sendiri.

Akhirnya Rusia menjatuhkan bom di Suriah

1 September 2015 Rusia melakukan serangan udara di Idlib meluluhlantahkan gudang senjata pasukan pemberontak. Tentu tindakan itu menjadi perhatian dunia karena Rusia menghancurkan pasukan pemberontak yang didukung Amerika. Amerika beralasan seharusnya Rusia membombardir IS bukan pemberontak. Padahal selama ini tujuan Rusia adalah membantu pemerintah Suriah melawan musuh-musuhnya, sedangkan Amerika justru membantu pemberontak untuk mengalahkan IS.

Juru bicara Rusia, Maria Zakharova mengatakan Rusia akan memasok senjata untuk pemerintah Suriah untuk melawan teroris dan kami tetap mendukung pemerintah Suriah dari dulu sampai sekarang. Sepertinya Rusia berbeda pandangan soal “siapa teroris”, Rusia beranggapan semua musuh pemerintah Suriah adalah teroris sedangkan Amerika teroris itu adalah IS dan al-Qaeda.

Aksi Rusia di Idlib membuat menyulut pemberitaan yang menyudutkan Rusia, kecaman Rusia yang tidak menargetkan IS menjadi topik pembicaraan. Media mulai gencar membuat pemberitaan yang menyudutkan, mulai dari korban anak kecil yang tewas karena serangan udara Rusia sampai Rusia hanya menargetkan penduduk sipil.

Rusia menjawab pertanyaan kenapa Rusia tidak melawan IS, dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, “Kami akan melakukan pendekatan yang sama (serangan udara), baik itu IS, JN (Jabhat al-Nusra) dan group pemberontak lainnya”. Ini merupakan jawaban yang tegas dari Rusia, karena sudah lebih dari 4.5 tahun Rusia tetap kekeh mendukung pemerintah Suriah.

Tentunya tuduhan itu konyol, karena pasukan koalisi Amerika lebih banyak membunuh anak kecil dan penduduk sipil di Suriah dibandingkan dengan Rusia yang baru menjatuhkan 3 bom di Idlib, hal itu membuat perdebatan seru di Twitter. Bahkan pasukan udara Suriah lebih banyak membunuh rakyat sipil, kenapa tidak dikecam? Dan kenapa Amerika malah fokus ke IS bukan ke Assad?

Berikut ini gambar-gambar angkatan udara Rusia telah beraktivitas di dalam pangkalan udara al-Hamim di Latakia, Suriah. Tampak pesawat-pesawat berjejer serta aktivitas tentara Rusia merawat pesawat dan makan di dalam tenda.

Rumit

Saat ini Amerika sedang membujuk Rusia untuk hanya melawan IS di Suriah, bukan menghancurkan kelompok pemberontak. Selain itu untuk membuat kesepakatan agar tidak terjadi perang di udara karena di Suriah ada 2 kekuatan besar (Amerika dan Rusia) yang menguasai langit Suriah. Tidak bisa dibayangkan jika pesawat tempur F-16 melawan Sukhoi di langit Suriah bisa membuat percikan perang antara Amerika dan Rusia.

Di Irak, pemerintah Irak malah menyambut Rusia jika ingin menggunakan langit Irak untuk melawan IS. PM (Perdana Menteri) Irak Haider al-Abadi mengatakan, “Jika Rusia ingin bergabung bersama pasukan koalisi untuk membantu Irak melawan IS kami siap menerima”. Ini akan terlihat konyol, karena selama ini Irak sudah didukung serangan udara Amerika, sedangkan hubungan Rusia dan Amerika sedang panas. Toh pemerintah Rusia tidak punya kepentingan di Irak.

Kekhawatiran Amerika terhadap aksi Rusia di Suriah akan menarik mujahid-mujahid di seluruh dunia untuk datang ke Suriah, karena gerbang masuk ke Suriah sangat luas. Kedatangan mujahid-mujahid memungkinkan bergabung dengan IS, karena IS mendapatkan simpati umat Islam sebagai “rumah baru” yang menerapkan syariat Islam.

Selain itu Amerika curiga jika Rusia akan mendirikan pangkalan militer di Suriah, tentu hal itu membuat was-was Amerika. Selama ini Amerika sangat dominan di negara-negara Arab dan bebas mendirikan pangkalan militer di sana, seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, Mesir, Arab Saudi, UEA dan Yordania. Jika Rusia berhasil mendirikan pangkalan militer di Suriah kira-kira apa yang akan terjadi? Entahlah.

***

Entahlah apa tujuan Rusia membantu pemerintah Suriah, padahal pemerintah Suriah dengan bom tong-nya adalah mesin pembunuh penduduk Suriah. Mungkin kerjasama bilateral antara Rusia dan Suriah demi untuk mendapatkan minyak-minyak sebagai sumber daya mesin-mesin tank Rusia untuk berperang melawan Eropa kelak. Entahlah.

Bisa jadi perang Amerika melawan terorisme bisa berubah menjadi perang melawan Rusia.

Kenapa IS/ISIS Menyembelih Tawanan?

Hari ini buka Twitter langsung dikejutkan banyaknya gambar-gambar kepala putus, korbannya adalah 10 tentara Peshmerga yang menjadi tawanan perang IS (Islamic State). Peshmerga merupakan tentara nasional Kurdistan di Irak yang ikut berperang melawan IS, karena perbatasan antara Mosul dan wilayah Kurdistan hanya kurang lebih 50 Km saja. Kursidan merupakan musuh lama IS bahkan sebelum IS berdiri, mereka (Kurdistan) mendapatkan wilayah atas pemberian Amerika setelah membantu menjatuhkan rezim Saddam Husein.

Dalam video penyembelihan itu, algojo memberikan pesan kepada Massoud Barzani, presiden Kurdistan, “Siapa yang meninggalkan mereka?”. Ini merupakan tantangan yang nyata dimana IS selalu memberikan pesan-pesan seperti itu, bahkan saat jihadi John masih hidup. Ketika penaklukan salah satu bandara (Al-Tabqa air base) terpenting di Suriah dimana tentara SAA (Syrian Arab Army) tertangkap dan disuruh menggali kuburannya sendiri, jihadi John bertanya kepada mereka (tawanan), “Dimana Assad saat ini?”. Maksudnya dimana Assad saat kamu membutuhkannya? Apakah dia menyelamatkan mu?

Kenapa mereka melakukan itu? Kenapa IS/ISIS Menyembelih Tawanan? Menurut ku alasan yang paling utama kenapa mereka menyembelih lawan-lawannya adalah untuk menteror / menakuti musuh-musuhnya. Tapi cara itu sangat efektif, kenapa saya katakan efektif. Saat IS menaklukkan Mosul Juni 2014 lalu, IS hanya membawa 1.500 tentaranya untuk menyerang 30.000 tentara Irak. Tentara-tentara Irak harus melarikan diri meninggalkan pakaian tentaranya di jalan-jalan hanya untuk menyelamatkan diri dari IS. Dari situlah akhirnya IS menjadi terkenal seperti sekarang ini.

Selain itu, dalam penaklukkan Ramadi baru-baru ini, IS menyerang kota Ramadi hanya menggunakan 150 tentara melawan 6.000 tentara Iraq. Dengan membombardir kota itu dengan 10 bom mobil akhirnya, kota Ramadi jatuh ke tangan IS dan sampai sekarang. Dibandingkan dengan penaklukkan Mosul, seharusnya penaklukkan Ramadi jauh lebih berat karena IS harus berhadapan dengan serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika. Tapi hanya karena tentara Irak tidak mendapatkan bantuan serangan udara karena Ramadi dilanda badai pasir, mereka kalang kabut takut kepala mereka putus dari lehernya.

Kembali ke tahun 2004, dimana saat itu Amerika sedang menginvasi Irak untuk menjatuhkan Saddam Hussein. Setelah Saddam Hussein jatuh tahun 2003, Amerika justru mendapatkan musuh baru yaitu Muntada al-Ansar. Kelompok pimpinan Abu Musab al-Zarqawi menyembelih Nick Berg untuk membalas teror Amerika terhadap tawanan-tawanan perang di penjara Abu Ghraib. Dalam video itu, eksekutor mengatakan, “Kamu tidak akan mendapatkan apapun dari kami kecuali peti mati – peti mati dengan cara ini (penyembelihan)”.

Setelah itu Zarqawi mendirikan kelompok Jama’at al-Tawhid wal-Jihad yang menjadi cikal bakal IS sekarang ini. Aksi itulah salah satu yang melatarbelakangi kenapa IS melakukan penyembelihan tawanan perang.

Alasan ke dua adalah untuk membuktikan pada dunia, IS secara implisit menyampaikan pesan kepada siapa-siapa yang melawan IS pasti akan ditinggalkan negaranya. Pesan itu ditunjukan kepada masyarakat dan tentara-tentara yang melawan IS ketika mereka digunakan negaranya untuk menyerang IS, ketika ditawan mereka pasti ditinggalkan negaranya. Padahal sering kali jargon-jargon hak warga negara selalu dilindungi negaranya tidak terbukti, terutama ketika sedang berkonflik.

Pertukaran tawanan dalam perang atau meminta tebusan kepada musuh untuk membebaskan tawanan merupakan hal yang biasa. 26 September 2015, Rusia melakukan pertukaran tawanan dengan Estonia salah satu jembatan sungai Puisa. Hal seperti itulah yang dimanfaatkan IS untuk melemahkan dan merendahkan musuhnya dengan harus tunduk kepada negara yang baru satu tahun berdiri.

Seperti yang diketahui IS selalu meminta harga tebusan setiap tawanan perang kepada pemerintah yang bertanggung jawab. Tapi acap kali permintaan mereka selalu tidak dipenuhi sehingga tawanan perang harus berakhir dengan penyembelihan.

Sebagai contoh ketika IS menghebohkan Jepang dengan meminta tebusan Rp. 2.5 triliun kepada otoritas Jepang untuk menyelamatkan 2 wartawan Jepang. Hal itu didasari karena Jepang ikut berpartisipasi dalam perang melawan IS di Suriah dengan memberikan uang $ 100 juta untuk perang melawan terorisme. IS memberikan waktu 72 jam agar memberikan uang untuk menyelamatkan Kenji Goto dan Haruna Yukawa. Tapi permintaan itu tidak dipenuhi, hingga akhirnya Kenji Goto dan Haruna Yukawa harus dieksekusi.

Ketika IS berhasil menjatuhkan pesawat tempur Yordania yang dipiloti Muath al-kaseasbeh menjadi trending topic dunia. Sebelum dieksekusi IS meminta kepada raja Yordania agar melakukan aksi perkutaran tawanan dengan wanita Sajida Mubarak. Tapi permintaan itu ditolak dan akhirnya Muath harus dibakar di jeruji besi dan ditimbun dengan reruntuhan beton. Hal itu membuat Yordania meradang dan membalas aksi IS dengan menggantung Sajida Mubarak 4 Februari 2015.

Ketika Obama ikut terjun ke medan perang dengan melakukan aksi serangan udara harus dibayar mahal dengan terbunuhnya warga negara mereka di Suriah dan Irak. James Foley harus berakhir hidupnya dengan disembelih pisau tajam jihadi John. Sebelumnya John meminta untuk menghentikan serangan udara di wilayah-wilayah IS pasca penaklukan Mosul, menurut IS ini bukan perang mu (Amerika). IS meminta menghentikan serangan udara atau setiap tawanan perang harus berakhir dengan kepala terputus. Tapi lagi-lagi pemerintah Amerika tidak mendengarkan permintaan itu, menurut Amerika tidak bisa bernegoiasi dengan teroris. Akhirnya James Foley, Steven Sotloff, David Haines, Alan Henning dan Peter Kassig tewas di tangan eksekutor IS.

Di Mesir, IS wilayah Sinai berhasil menangkap Tomislav Salopek seorang wartawan asal Kroasia dan membuat pesan kepada pemerintah Mesir untuk membebaskan tawanan wanita yang dipenjara oleh rezim al-Sisi. Lagi-lagi tidak ada tindakan nyata dari pemerintah Mesir dan Kroasia untuk menyelamatkan warga negaranya dari tangan IS. Akhirnya Tomislav Salopek dikesekusi 12 Agustus 2015.

Bagaimana dengan nasib tentara Suriah, Irak dan milisi Syiah ditangan IS? Nasib mereka lebih buruk lagi, tidak ada ampun bagi mereka yang tertanggap di tangan IS. Sering kali mereka langsung dieksekusi di tempat setelah mereka tertangkap oleh IS. Saya pernah nonton video propaganda IS tahun 2013, ketika IS masih beroperasi di Iraq saja. Mereka bisa masuk ke rumah petinggi-petinggi militer Irak dan mengeksekusi dia di kamarnya setelah diinterograsi.

Di Twitter lebih banyak foto-foto kepala tentara Irak, tentara Suriah dan milisi Syiah beredar di internet, hampir setiap bulan selalu ada foto baru. Itu merupakan aksi balas dendam IS terhadap perilaku buruk tentara-tentara Irak, Suriah dan milisi Syiah membantai penduduk Sunni. Hasilnya adalah setelah 4 tahun perang Suriah dan 12 tahun perang Irak berlangsung membuat tentara-tentara mereka lari ke Eropa untuk mencari tempat tinggal dan lari dari pisau-pisau IS.

Sampai detik ini konflik di Irak dan Suriah masih berlanjut dan datang pemain baru yaitu Rusia ikut memperkuruh suasana. Rusia ikut terjun ke Suriah untuk membantu Assad melawan musuh-musuhnya, jet-jet tempur dan tentara Rusia sudah tertangkap kamera ikut berperang. Mungkin sebentar lagi, beberapa tahun kedepan akan mendapati tentara-tentara Rusia yang kepalanya putus karena disembelih IS dan beredar di Internet.