Archive for the 'Koi' Category

Kolam Ikan Cantik berisi Ikan dan Ikan Predator Berenang Bersama

12079314_10206365809157222_6580897770919570470_n

Dalam Komunitas Ikan Predator Indonesia ada member bernama Felix Oscar yang memamerkan kolam ikannya yang unik. Kenapa unik karena kolam itu bisa dilihat dari 2 sisi, dari atas dan dari bawah. Kolam dengan panjang 750 cm, lebar 300 cm dan tinggi 150 cm didesain dan dibuat dengan rapi. Menurutnya dia telah menghabiskan uang sebesar 5 juta untuk membuatnya.

11209416_10206365809357227_2277671677795183354_n

Di dalam kolam terdapat ikan red tail golden Arowana, Koi, Aligator Spatula, Gurame Albino dan beberapa ikan kecil lainnya. Untuk ikan red tail golden Arowana ia membelinya dengan harga 6 juta sepasang.

12122705_10206367005387127_566488527597682015_n

Terlihat air sudah matang dan jernih, menurutnya setelah 9 bulan kolam berjalan sampai saat ini kutu belum menjangkiti ikan-ikannya. Jika pemilik kolam mampu menjaga kebersihan kolam, kutu-kutu dan penyakit-penyakit lainnya tidak mungkin menjangkiti penghuni kolam.

Saya berkomentar dalam statusnya, “Wah wah sadis nih, Koi, Arwana, Aligator gabung jadi satu. Eman2 Koi ne T.T”. Dia menanggapinya tidak ada masalah karena ukuran ikan hampir sama, bahkan Jangkrik yang seharusnya jadi pakan ikan Aligator dimakan terlebih dahulu oleh ikan-ikan Koinya. Yah memang seperti itu sifat ikan Koi, rakus apa saja dimakan. Di kolam rumah ku ada 5 ikan Koi dan 3 ikan betutu, untuk memberi pakan ikan Betutu harus beli ikan Komet tapi siapa sangka justru ikan Komet dimakan oleh ikan KOi.

Advertisements

Membuat Filter Nitrogen Cycle Sendiri Untuk Kolam Koi

Koi merupakan ikan hias yang paling populer sejagad dan trendnya tidak pernah turun, tetapi dibalik kecantikan ikan ini, Koi gampang terserang penyakit oleh karena itu diperlukan filter yang mumpuni agar ikan tidak sakit sakitan.

Sebelum memulai membuat filter, saya mencari tahu bagaimana proses proses apa saja yang terjadi dalam aquarium. Setelah mencari beberapa lama, saya mendapatkan gambar ini.

Gambar di atas menjelaskan proses alami yang terjadi di dalam kolam. Ikan makan, ikan mengeluarkan tinja dan ammonia, ammonia diubah jadi nitrite oleh bakteri, menghasilkan nitrate, nitrate dibutuhkan tumbuhan sebagai pupuk, setelah nitrate diserap tumbuhan, tumbuhan menghasilkan oksigen dan menjadi air yang siap pakai untuk ikan.

Tahap pertama adalah Ikan Koi makan dan mengeluarkan tinja. Memberikan pakan dalam jumlah besar akan mengakibatkan ikan Koi membuang kotorannya. Apalagi Koi makan selalu dengan lahap walaupun perut sudah kenyang. Karena itu memberikan pakan tidak berlebihan kepada ikan Koi dan membuat ikan Koi puasa adalah salah satu cara mereduksi tingginya racun yang berbahaya.

Tahap kedua adalah mengumpulkan kotoran kotoran kasar dan diendapkan dalam satu tempat dengan menggunakan sistem Vortex.

Tahap ketiga adalah ikan Koi yang membuang kotorannya, secara kasat mata kita bisa melihat tinja yang besar besar itu sebagai kotoran yang harus segera dibuang dari kolam. Jika dibiarkan akan menjadi penyakit di kemudian hari dan membahayakan ikan Koi. Karena itu tahap ini saya akan menggunkan kapas / saringan untuk memfilter kotoran kotoran yang kasar. Saya membeli kapas dalam jumlah besar yang harganya jauh lebih murah yaitu 20.000 dengan kepadatan yang kecil.

Tahap ketiga, setelah berhasil menyaring kotoran kasar tentunya ada zat kimia yang tak tersaring yaitu ammonia. Maka diperlukan reaksi kimia untuk menghilangkan ammonia dari air.

Ammonia berasal dari insang sedangkan dari urine menggeluarkan ammonium. Banyaknya ammonia yang dihasilkan ikan Koi dari banyaknya makanan yang ia makan. Selain itu ammonia juga dihasilkan dari pembusukan bahan organik seperti hewan mati atau makanan yang tidak dimakan.

Salah satu teknik yang menghilangkan ammonia dari air adalah menggunakan batu zeloid. 1 gram zeoloid dapat menghilangkan 1.5 gram ammonia. Saya membeli batu zeloid di toko ikan seharga 6.000.

Tetapi cara paling ampuh cepat dan murah adalah dengan mengganti air dalam kolam.

Tahap keempat, setelah ammonia diproses oleh batu zeloid menjadi nitrite. Kini nitrite harus diubah menjadi nitrate. Nitrite adalah racun yang dihasilakan oleh Nitrospira di dalam filter dan mengkonsumsi ammonia.

Untuk mengatasi nitrite ini diperlukan bioball yang dapat memproduksi bateri, saya membeli bioball seharga 25.000. Selain itu aeration atau biasa dikenal blukutuk blukutuk ada menguranginya. Garam air juga dapat membantu menghilangkan nitrite sesuai takaran. Jika produksi nitrite terlalu besar pada kolam, lakukan penggantian air 75%.

Tahap keempat menghilangkan nitrate / nitrogen yang dihasilkan oleh bakteri Nitrospira di dalam filter yang mengkonsumsi Nitrite. Untuk menghilangkan nitrate merubahnya menjadi oksigen diperlukan tumbuhan, saya mencari tumbuhan yang paling banyak didapati di kampung adalah enceng gondok.

Penggantian air secara berkala 25% dalam setiap munggu bisa menghilangkan nitrate. Selain itu mengurani populasi ikan dalam kolam juga diperlukan, agar filter dapat bekerja dengan maksimal.

Bagaimana dengan karbon aktif? Oh ya hampir lupa, kegunaan karbon aktif mengikat zat zat kimia yang terdapat di aquarium, baik yang bersumber dari kolam atau pun diluar kolam. Zat zat kimia yang dapt diserap oleh karbon aktif seperti kaporit, sufur dan lain lain. Karena karbon aktif dapat mengikat zat zat berhaya dari luar, maka aku tempatkan di atas Zeloid. Untuk jaga jaga jika terjadi kecelakaan di dalam kolam, seperti tertumpahnya deterjen ke dalam kolam.

Dari semua proses tadi, saya memerlukan 4 bak yaitu 1 untuk pengendapan, 2 untuk zeloid dan karbon aktif, 3 untuk bioball dan 4 untuk tumbuhan.

Refensi

[1] Ammonia
[2] Nitrite
[3] Nitrate
[4] Zeolite
[5] Activated Carbon
[6] Peralatan Aquarium
[7] Filter Kolam Koi Dengan Sistem Vortex

Koi Terserang KHV Tidak Harus Insangnya Pucat

Koi Herpesvirus (KHV) adalah salah satu momok bagi kelangsungan hidup ikan Koi. Ini merupakan salah satu virus mematikan yang menyerang ikan Koi dan Ikan Mas, karena tingkat kematian ikan Koi bisa mencapai 80%. Selain itu ikan Koi yang telah terinveksi KHV akan terus membawa virus itu walaupun secara fisik Koi sehat tetapi tetap bisa menularkan penyakit KHV ke Koi lain dan keturunanya. Bisa dibayangkan bagaimana KHV pada ikan Koi sangat berbahaya.

Awal munculnya virus KHV mewabah pertama kali di Israel pada tahun 1998 dan selanjutnya menyebar ke Amerika, Eropa dan Asia. Pada tahun 2002 KHV masuk ke Indonesia karena ikan Koi impor membawa hirus KHV.

Ikan Koi sangat mudah terkena penyakit ketika lingkungan hidup yang tidak stabil dan daya tahan tubuh ikan yang menurun. Ketika kondisi ikan Koi melemah, KHV bisa masuk dalam ikan Koi tadi karena terjadinya kontak langsung dengan ikan yang terinfeksi, dari air ikan yang terinfeksi dan dari tanah tempat ikan terinfeksi dipelihara.

Selama ini belum ada obat yang dapat membunuh virus KHV, satu satunya cara adalah mengisolasi ikan yang terkena KHV agar tidak terjadi kontak dengan ikan Koi yang belum terkena KHV.

Menurut jurnal Kelangsungan Hidup Ikan Koi yang Terinfeksi KHV proses terjadinya infeksi adalah penyerapan dimana reseptor mulai mengenali virus tersebut pada lapisan membran plasma. Proses berikutnya adalah penertrasi dengan masuknya partikel virus ke dalam sel inang, selanjutnya virus akan melepas bagian luar yang melapisi tubuhnya untuk masuk ke dalam membran sel atau saluran lisosom. Terjadilah proses transcription yaitu virus memulai membuat rekaman untuk mRNA yang selanjutnya akan diterjemahkan sebagai protein. Proses selanjutnya DNA virus akan memperbanyak diri untuk kemudian membentuk virion dan apabila telah sempurna akan melepaskan diri keluar dari sel untuk menginfeksi sel yang lainnya.

Target virus KHV adalah menyerang organ organ vital seperti insang, otak, ginjal dan hati. Ikan Koi yang terkena KHV mempunyai ciri ciri tubuh ikan terasa kasat karena produksi lendir menurun. Sel sel pada insang ikan Koi mati, yang berakibat rusak dan membusuk. Bisa dilihat dengan insang pada Koi berwarna pucat dan terdapat bercak putih atau coklat. Pada ikan Koi terjadi pendarahan pada ujung sirip serta permukaan tubuh lainnya.

Untuk mencegah ikan Koi terkena KHV atau tidak memperburuk kondisi ikan yang lebih dahulu terkena KHV, dengan memberikan kualitas air yang optimal dan pemberian pakan yang teratur. Walaupun ikan Koi terinfeksi KHV tetapi masih bisa hidup 4.5 tahun. Tetapi tetap waspada karena ikan Koi yang telah terkena KHV akan selamanya membawa penyakit tersebut dan menular, dan ikan yang terinfeksi tidak selalu menunjukan gejala klinis KHV.

Refensi

[1] Hidup Ikan Koi yang Terinfeksi KHV
[2] Identifikasi Infeksi Koi Herpes Virus (KHV) pada Ikan KOi dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Imunositokimia dan Imunohistokimia