Archive for the 'Hobi' Category

Kisah Ardal Aep Dahy Tangan Kanan Emhyr

Ardal aep Dahy, tangan kanan Emhyr, mengutamakan diplomasi untuk meraih kekuasaan dari pada perang.

Berpakaian biasa, tanpa armor hanya pedang kecilnya untuk seremonial saja, bahkan lebih digunakan untuk memotong mentega.

Dia lebih mengutamakan hasil, karena Emhyr tidak mau terima alasan apapun jika keingingannya tidak tercapai, dia tahu setiap kegagalan bagi Emhyr adalah hukuman gantung.

Kita tahu sendiri bagaimana Emhyr mendapatkan kekuasaanya kembali dari penghianat Ursuper dan memakai mayat mereka sebagai tegel di istananya, Ardal tidak mau hal itu terjadi padanya. Walaupun dia adalah salah satu penyelamat Emhyr ketika dibuang dan dikutuk menjadi landak oleh Ursuper.

Dia seorang taktis jenius, walaupun selalu dihadapkan dengan kertas putih, ketika mengharuskan perang, dia siap mengorbankan apa saja, walaupun itu adalah penduduk.

Advertisements

Sekolah Tempat Belajar Game

Bolos untuk Main Game

Pernahkah anda mendengar pelajar jarang masuk sekolah, tidak naik kelas bahkan sampai D.O karena kecandungan game?

Saya pribadi pun pernah dicurhati ibu-ibu yang bercerita anaknya tidak mau kuliah karena keasikan main game online, entah game apa saya tidak tahu. Ibu itu kebingungan bagaimana membujuk anaknya untuk mau kembali ke kuliah agar segera menyelesaikan gelar S1, kebetulan teman-teman sudah lulus lebih dulu.

Sekolah eSport

Saya pun kebingungan mencari solusinya, saya gamer tapi tingkat kecanduannya tidak sampai level seperti itu. Saya bisa membagai waktu mana waktu belajar, kerja dan nge game.

Saya hanya bisa menyarankan kepada ibu itu agar anaknya tidak meneruskan kuliahnya, lho kok gitu? Karena dia sudah tidak tertarik dengan kuliah, bisa jadi dia tidak menemukan manfaat kuliah dan menemukan sesuatu di dunia game dia, atau bisa jadi lebih buruk dia benar-benar kecanduan dan butuh terapi.

Tapi kalau pemerintah mau peduli dengan kasus seperti di atas, ada solusi yang bisa diambil dari Korea dan diterapkan di Indonesia.

Sekolah eSport untuk Belajar

Kenapa pemerintah harus ikut campur tangan? Karena kasus seperti itu tidak hanya menimpa satu atau dua orang saja, tapi banyak disetiap daerah ada.

Sayangnya penanganan di Indonesia terhadap para gamer, mengesankan gamer seperti para kriminal. Ada anak sekolah di rental PS dan warnet ditangkap, digelandang ke kantor polisi dan dipanggil orang tuanya. Bahkan ada yang lebih buruk, setelah ditangkap disuruh pulang dengan jalan kaki padahal rumahnya jauh.

Hal seperti itukan tidak memberikan solusi yang baik, justru membuat anak mendapat citra buruk di masyarakat. “Itu Fulan habis ditangkap polisi” gosip seperti ini akan tersebar di lingkungannya.

Kembali ke solusi yang bisa kita contoh dari Korea. Pemerintah Korea membuat sekolah khusus eSport, dimana selain mendapatkan mata pelajaran umum juga mendapatkan pelajaran soal eSport, baik dalam hal mekanik dan strategi semua dipelajari.

Dengan dibukanya sekolah eSport alih-alih anak-anak yang suka bolos untuk main game, justru lebih betah di sekolah karena ada mata pelajaran yang sesuai dengan bidang minatnya. Mereka yang biasanya bolos dan menghabiskan waktunya 5 jam sehari untuk main game di warnet, dengan masuk ke sekolah eSport mereka lebih terarah dan bisa belajar soal eSport 5 jam dan ditambah mata pelajaran wajib.

Kita bisa lihat di event game internasional, bagaimana dominasi Korea. Sampai-sampai setiap kompetisi pasti ada pro player dari Korea.

Pemerintah Jangan Campur Tangan

Bukan liga eSport professional jika pemerintah ikut campur tangan di dalamnya. Karena dalam dunia professional, para pro player adalah orang yang digaji ketrampilannya untuk mampu berkompetisi.

Jika pemerintah ikut di dalamnya, mereka tidak bisa lagi disebut professional atau lebih tepatnya PNS (Pegawai Negeri Sipil) karena di biayai oleh negara. Jika hal ini terjadi terus menerus, penyelenggara tidak akan kreatif untuk mencari sponsor dan menjadi lintah penyedot anggaran APBN.

LOL Esport

Dalam dunia liga eSport professional hanya diikuti beberapa tim, tidak lebih dari 10 tim, dan dalam setiap tim rata-rata terdapat 6 pro player. Bayangkan uang yang digelontotkan pemerintah jika ikut dalam membuat kompetisi hanya dinikmati kurang lebih 60 orang, apakah ini adil?

Selain itu, jika pemerintah ambil adil dalam kompetisi. Hal itu bisa dimanfaatkan sebagai ajang kampanye mereka untuk meraih kekuasaan. Bayangkan jika ada ajang eSport bertaraf nasional terpampang foto politikus, apa ajang itu akan menarik?

Hal yang dilakukan pemerintah jika mau mengembangkan eSport, membuat kompetisi dikalangan non professional. Misalnya dikalangan pelajar, ambil contoh piala kemempora dimana pesertanya di ambil dari sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Saya sangat mengapresiasi itu walaupun masih banyak yang perlu dikritisi karena masih terkesan sebagai ajang kampanye salah satu calon presiden.

Sekolah eSport Indonesia

Salah satu dari beberapa sekolah yang mempunyai kurikulum eSport adalah SMA 1 PSKD, sekolah yang punya mata lajaran untuk mengedukasi siswanya untuk siap terjun di dunia eSport.

Kurikulum eSport meliputi game-game yang populer seperti Dota, Overwatch dan CS GO. Selain itu perkembangaan mobile game yang cukup signifikan, ditambah game Mobile Legend dan AoV.

Sekolah juga menerapkan standar harus mendapatkan nilai rapor rata-rata 80. Ini penting, agar siswa tetap fokus dalam tujuannya yaitu belajar, bukan bersenang-senang main game walaupun sekolahnya ada kurikulum eSport.

Perlu diketahui setelah lulus dari sekolah ini siswa tidak harus menjadi pro player, karena di Indonesia saja bagaimana kerasnya kompetisi di sana.

Banyak diluar sana pekerjaan yang masih berhubungan dengan game. Seperti caster, analisis game, youtuber game dan lain-lain.

Bisa jadi setelah lulus sekolah melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, mengambil kuliah jurusan informatika. Dengan modal passion terhadap game yang lebih besar, bisa membuat game sendiri atau bekerja di perusahaan game.

Kalau mau jadi pengusaha, bisa juga membangun bisnis game center yang setiap bulan mengadakan kompetisi atau hanya sekedar warung kopi wifi. Dengan mengandalkan komunitas yang telah terbentuk saat sekolah, hal ini bisa menjadi nilai lebih memulai bisnis.

***

Banyak hal yang masih belum digali dalam dunia eSport, tulisan ini hanya sekedar pengingat bagimana seharusnya masyarakat melihat gamer lebih positif. Semoga dunia eSport Indonesia lebih baik dan tidak dijadikan alat politik.

Angolmois: Genkou Kassenki, Anime Tentang Perang Mongol Melawan Jepang

Angolmois Genkou Kassenki anime yang menawarkan cerita perang yang terjadi dalam sejarah Jepang pada tahun 1274. Dimana pada saat itu Mongol sedang dalam masa jayanya, kekuasaannya sampai ke Eropa, timur tengan dan wilayah-wilayah asia tenggara pun tak luput dari ancamannnya.

Pulau Tsushima

Dalam anime ini menceritakan awal mula datangnya pasukan Mongol ke Jepang menggunakan kapal-kapal perang yang membuat kaget bangsa Jepang, dikarenakan banyaknya kapal Mongol dan mempunyai teknologi yang belum pernah dilihat bangsa Jepang.

Kapal perang Mongol memiliki teknologi yang lebih maju dibandingkan kapal perang Jepang, bahkan di dalam kapal perang Mongol ada catapult yang dapat melontarkan bom-bom. Semua kapal itu hendak berlabuh bersama pasukan Mongol yang terkenal kejam dan kuat di pulau kecil yang bernama Tsushima.

Untuk dapat menyerang Jepang, Mongol perlu untuk menaklukan pulau kecil yang bernama Tsushima untuk memperlancar alur logistik saat invasi Jepang. Mongol mengibaratkan pulau Tsushima sebuah tulang punggung ular, pasukan itu seperti kepala ular yang hanya bisa bergerak maju jika makanan dan kekuatan bisa melalui tulang punggungnya, dan pulang punggung itu adalah pulau Tsushima.

Pulau Tsushima memanglah kecil dibandingkan kepulauan-kepulauan di Jepang lainnya, tapi ini cukup bisa dikatakan sebuah negara kecil karena terdapat banyak desa-desa.

Seperti kepulauan pada umumnya, Tsushima terdapat teluk yang besar, di sanalah Mongol mendaratkan 1000 pasukannya untuk segera mentaklukan Tsuhima yang dikuasai oleh penguasa lokal Sou Sukekuni.

Mongol melawan Sou Sukekuni

Asiknya Membaca Buku di Perpustakaan Madiun

IMG_20151215_142831

Siang ini, di tengah teriknya sinar Matahari kota Madiun, saya ngebet ingin ke Perpustakaan Madiun untuk mencari buku tentang ternak ayam kampung. Kebetulan saya lagi fokus ternak ayam kampung dan membutuhkan informasi yang lengkap soal cara ternak ayam kampung. Karena harga buku semakin mahal, bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu, lebih baik datang ke Perpustakaan Madiun untuk membaca koleksi buku di sana.

Tak jauh dari tempat tinggal ku, sekitar kurang lebih 2 km jaraknya. Saya bersama adik keponakan bergegas mengendarai motor menuju Perpustakaan. Perpustakaan Madiun berlokasi di jalan Agus Salim, menggunakan bangunan bekas SMA 6 yang sekarang telah pindah di bekas SMA 3.

Bangunan bekas sekolahan itu disulap oleh pemerintah daerah menjadi perpustakaan umum yang luas. Dibandingkan lokasi Perpustakaan Madiun yang lama di belakang stadion, lokasi baru ini lebih luas dan nyaman.

Halaman depan Perpustakaan dijadikan tempat parkir motor dan mobil perpustakaan keliling. Sayang tempat parkirnya tak begitu luas, hanya cukup untuk 10 motor. Jika ada pengunjung Perpustakaan naik mobil pasti kesulitan untuk parkir, karena memang tidak ada tempatnya,. Kalaupun ada, jika mobil perpustakaan lagi keluar karena bisa mengambil tempat parkir mobil perpustakaan, itu pun cuma 3 tempat.

Siang hari itu memang jam anak SMP 2 pulang sekolah, dan saya mendapati perpustakaan itu banyak anak-anak SMP yang mengunjungi Perpustakaan. Tidak kaget karena lokasi Perpustakaan Madiun berdekatan dengan sekolah SMP 2 Madiun. Mereka (anak-anak SMP) di sana ada yang membaca, menghabiskan waktu bersama teman, internetan, nunggu orang tua jemput bahkan tidur-tiduran sambil baca di ruang atas. Kebetulan ruang Perpustakaan Madiun ber AC jadi enak buat santai sambil membaca buku.

Sesampainya di Perpustakaan langsung disambut dengan gelaran foto-foto lama tentang sejarah kota Madiun. Hampir setiap dindingnya dipasang foto-foto lama, mulai dari tentara Belanda berbaris, banjir Madiun dan lain-lain. Jika ingin melihat foto Madiun tempoe doloe silahkan mampir ke Perpustakaan Madiun.

Di dalam ruangan perpustakaan hawa dingin langsung menyerang, selain ruangannya yang luas dan atap yang tinggi membuat suasana di dalam berbeda 180 derajat dibandingkan dengan cuaca Madiun yang panas karena badai Elnino. Ditambah dengan ruang yang ber-AC menambah nikmat suasana.

Di dalam langsung disambut dengan petugas Perpustakaan, seperti kantor pemerintahan pada umumnya, jangan harap ada petugas cantik seperti di bank, karena di sini semuanya pria dan tua-tua.

Untuk meminjam buku diwajiban menjadi anggota, tidak dipungut biaya tapi syaratnya harus membawa foto kopi KTP. Sedikit kritik, sebenarnya mendaftar menjadi anggota Perpustakaan tidak usah membawa foto kopi KTP, cukup KTP saja. Karena apa? Setelah saya memberikan foto kopi KTP itu, ternyata hanya untuk menginput data ke komputer dan setelah itu dikembalikan lagi, konyolkan? Iya kalau foto kopian KTP itu dimasukan ke arsip tidak masalah, tapi ini dikembalikan lagi.

Perpustakaan Madiun sudah cukup moderen, kenapa? Karena sudah memberlakukan sistem komputerisasi. Anggota baru daftar mendapatkan kartu anggota Perpustakaan, untuk masuk cukup scan barcode pada kartu anggota langsung masuk tanpa input data lagi. Saran saya lebih baik tidak usah pakai foto kopi KTP lagi deh, karena hanya akan membuat ribet orang yang ingin mendaftar jadi anggota Perputakaan.

Oh ya proses pembuatakan kartu anggota Perpustakaan cepat kok, tidak sampai 15 menit sudah jadi. Sebenarnya 5 menit cukup, karena petugasnya sudah tua dan gaptek jadi lama.

Setelah mendaftar dan mendapatkan kartu anggota, saja menuju ke barisan rak-rak buku, dimana tersusun rapi buku-buku koleksi Perpustakaan Madiun. Setiap buku dikelompokan sesuai dengan kategorinya, ada sastra, pertanian, komputer, sejarah, agama, kesehatan dan lain-lain.

Sayang pengelompokan ini kurang maksimal, saya masih mendapati buku bertema kesehatan di rak buku komputer. Mungkin karena banyak oknum-oknum yang mengembalikan buku bacaanya tidak pada tempatnya lagi. Lebih baik buku yang telah diambil dalam rak, tidak usah dimasukan ke dalam rak lagi, lebih baik ditaruh di meja, biar petugas yang mengembalikannya lagi karena mereka lebih tau tempatnya.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, saya mencari buku tentang ternak Ayam harus kesulitan karena tidak menemukan rak buku khusus perternakan, malah tidak ada. Setelah saya menelursuri setiap rak, akhirnya saya menemukan buku “Panduan Lengkap Ayam” karya Prof. Iman Rahayu di rak menajemen. Jika saja penatakaan buku lebih rapa lagi mungkin tak butuh waktu lama untuk mendapatkan buku yang dicari.

Saya memberikan nilai plus kepada pihak Perpustakaan karena koleksi bukunya masih bagus walaupun buku lama. Setiap buku diberikan sampul plastik terlihat rapi dan baru, mungkin karena itulah koleksi buku Perpustakaan Madiun terawat dengan baik.

Terdapat meja dan kursi untuk membaca, kursinya empuk, meja-meja kecil memuat 2 orang ditata dengan baik. Tempat terbaik ku adalah di pojok selatan dekat rak sejarah karena paling adem, tepat di bawah AC. Jika tidak suka membaca sambil duduk di depan meja, silakan ke ruang atas. Di ruang atas terdapat ruangan yang cukup lupas dengan berlapiskan karpet yang bisa dipakai untuk membaca sambil tidur-tiduran. Tapi koleksi buku di ruang atas terbatas, tidak seperti di ruang bawah.

Tak usah khawatir soal koneksi Internet, Perpustakaan Madiun menyediakan internet gratis. Boleh membawa laptop ke dalam untuk internetan sepuas mu. Banyak mahasiswa yang membawa laptop untuk menulis, mungkin dia sedang mengerjakan skripsi. Tidak punya laptop? Tak apa, di sana juga tersedia 4 atau 5 komputer yang bisa dipakai untuk internetan. Biasanya anak-anak SMP memanfaatkan internet itu untuk nonton Youtube atau sekedar membuka Facebook.

Bagi pengunjung baru, perhatikanlah tata tertib yang ada di Perpustakaan Madiun karena itu untuk kebaikan setiap kita sendiri. Juga jangan ramai di perpustakaan agar tidak mengganggu orang lain yang sedang membaca. Pastikan buku yang anda pinjam di rawat dan dikembalikan, itu sudah hak dan kewajiban mu. Jadilah orang beradab di Perpustakaan demi menjaga Perpustakaan Madiun tetap eksis, akan merugi kita jika Perpustakaan yang telah dibangun ini hilang. Seperti yang kita ketahui di Indonesia, orang minat membaca sedikit dan Perpustakaan juga kurang lengkap jadi harap dijaga Perpustakaan satu-satunya di kota Madiun ini.

Oh ya dibandingkan dengan Perpustakaan Malang dan UMM, Perpustakaan Madiun kalah jauh, semoga Pemerintah Madiun memberikan perhatian lebih terhadap Perpustakaan Madiun sehingga bisa menjadi perpustakaan terbesar di Indonesia. Aamiin.

Trailer Resmi Sherlock Holmes akhirnya dirilis

Yee akhirnya setelah 2 tahun lamanya menunggu Sherlock Holmes BCC, trailer resminya sudah tersebar di internet. Seperti yang sudah diperkirakan, latar belakang Sherlock Holmes kali ini berbeda dengan Sherlock Holmes sebelumnya walaupun masih menggunakan aktor yang sama.

Jangan terlalu berharap dalam episode ini Sherlock akan melawan Moriarty, karena sepertinya pembuat film menginginkan Sherlock dibawa ke masa lalu. Kemungkinan masa perang dunia I, entahlah. Yang jelas saya sudah tidak sabar menonton film keren ini.

Yang belum nonton film Sherlock sebelumnya wajib nonton, karena film ini termasuk karya besar abad ini, dalam rating IMDB mendapatkan rating 9.


Blog Stats

  • 294,506 hits
Advertisements