Archive for the 'Aqua' Category

Klarifikasi Soal Tuduhan Merusak Harga Pasar

Dalam bisnis selalu ada persaingan, tapi itu dalam kewajaran jika masih dalam etika bisnis di dalamnya. Kami tau dan kami mengerti karena saya pernah kuliah dan belajar etika bisnis di UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) walaupun saya jurusan teknik informatika.

Tepat hari ini kami mendengarkan kabar tidak menyenangkan, ada beberapa pihak yang mengatakan kami merusak harga pasar, benarkah demikian? Dalam artikel ini kami akan mencoba klarifikasi bualan itu, karena pada kenyataannya itu tidak benar dan menghancurkan hubungan business to business kita.

Pertama, kami tidak pernah merusak harga pasar. Harga produk kami tidak dijual di bawah harga pasar untuk merusak harga, malah justru kami menyamakan dengan harga umum agar kondisi ekonomi tetap aman, kondusif dan tercipta persaingan sehat sesama pedagang.

Contoh, harga Aqua galon 19 liter, kami jual dengan harga Rp, 15.000 pada awalnya, pertanggal 1 April 2017 kami naikan ke harga Rp, 16.000 karena dari pihak Pasifik (distributor Aqua Madiun) menaikan harga semua produk-produknya. Di Madiun harga Aqua galon 19 liter rata-rata seharga Rp, 15.000, apakah kami merusak harga pasar dengan menjual sama dengan harga rata-rata di Madiun?

Harga Cleo galon 19 liter, kami jual dengan harga Rp, 16.000 dan per tanggal 1 Mei harga naik menjadi Rp, 16.500. Harga itu juga sama dengan harga rata-rata Cleo di Madiun, apakah kami merusak harga pasar? Bahkan kemarin ada pelanggan baru datang membeli Cleo, kami beri harga Rp, 16.500, dia tidak jadi beli karena menganggap harga Cleo kami mahal, apakah kami merusak harga pasar?

Gas subsidi 3 kg, kami jual dengan harga Rp, 19.000, dimana pada awalnya kami menjual dengan harga Rp, 18.500. Seiring perjalanan waktu gas 3 kg semakin langka dan permintaan semakin tinggi, harga kami naikan. Sedang harga rata-rata gas di Madiun adalah Rp, 18.500 – 19.500. Apakah kami merusak harga pasar?

Harga Aqua gelas Rp, 26.000, Club gelas Rp, 18.000, Cleo gelas Rp, 24.000, gas non-subsidi 12 kg Rp, 140.000 dan Bluegaz Rp, 99.000. Semua harga produk-produk yang kami sebutkan itu sama seperti harga rata-rata di Madiun. Apakah kami merusak harga pasar?

Harga Bluegaz kami seperti yang tertera pada tabung Bluegaz yaitu Rp, 99.000, apakah kami merusak harga pasar?

Menuduh kami dengan “adole ngawur, ngerusak pasaran” (jualannya ngawur, merusak harga pasar) itu sangat keji dan tidak benar. Karena kami berbisnis tidak menggunakan taktik licik seperti itu.

Kedua, jika mau andil dan menuduh kami merusak harga pasar, perlu diketahui harga gas subsidi 3 kg di jalan Salak Madiun ada yang menjual seharga Rp, 17.000 kenapa mereka tidak dituduh merusak harga pasar? Sedang kami menjual gas 3 kg seharga Rp, 19.000 dituduh merusak harga pasar.

Satu contoh lagi, di dekat masjid kuno Madiun (saya tidak tahu jalan apa), mereka menjual harga gas 12 Kg dengan harga Rp, 134.000 sedang kami menjual dengan harga Rp, 140.000, apakah kami merusak harga pasar? Apakah karena kita dilahan yang sama lantas menuduh kami merusak harga pasar?

Koreksi diri, sebelum melakukan tuduhan keji itu lebih baik kita koreksi diri, apakah produk yang kita jual berada dalam kisaran harga wajar atau pelayanan kita kepada pelanggan yang buruk. Dimana hal itu bisa membuat pelanggan lari, bisa jadi pelanggan lari dikarena pelayanan kita yang tidak memuaskan, tidak melulu soal harga.

Ketahuilah sebelah barat toko kami, ada agen gas subsidi 3 kg, tapi warga sekitar jarang yang membeli di sana, padahal harga gas mereka jual dengan harga eceren tertinggi untuk agen, yaitu Rp, 16.500. Kenapa bisa seperti itu? karena pelayanan mereka jelek dan suka mengganggu ketertiban umum.

Di perumahan Green Nirvana, ada yang 1 pelanggan Aqua galon, kami kasih harga Rp, 16.000 tapi dia selalu memberi kami uang Rp, 20.000. Kenapa pelanggan rela membeli galon dengan harga lebih? Karena pelayanan kami.

Ingat harga murah tidak selalu menjadi patokan toko laris atau tidak, tapi pelayanan, apa yang kita berikan kepada pelanggan. Indomart dan Alfamart Aqua gelas Rp, 32.000 juga laris manis, dan pelanggan mereka ya mau membayarnya. Kenapa? Karena pelayanannya.

Merusak bisnis kita sendiri, justru tindakan menuduh orang lain merusak harga pasar dan menjelek-jelekan di depan pelanggan dan distributor kita, membuat citra kita jelek sendiri, sehingga pelanggan-pelanggan melihat citra buruk kita, dilihat dari akhlak yang kita cerminkan, niat hati mau menjelekan orang lain, eh malah menjerumuskan kita sendiri, bukankah itu senjata makan tuan?

Kami tidak mau berlarut-larut dalam tuduhan keji ini, karena kami anggap sebagai angin lalu, cukup tulisan ini membantah tuduhan keji itu. Tapi kami akan memberikan nasehat kepada semuanya, hentikan tuduhan keji itu dan itu lebih baik, dari pada meneruskan perbuatan buruk itu karena sama saja menggali kuburan bisnis kita sendiri.

Dan satu lagi, baca buku Marketing WOW yang warna merah, itu bisa membantu bisnis kita dari pada menjelekan bisnis orang lain 🙂

Advertisements

Gas 5.5 Kg Mulai Beredar di Madiun

Siap-siap ucapkan selamat tinggal pada gas 3 Kg atau biasa dikenal dengan gas Melon karena warnanya yang ijo. Seperti yang sudah saya prediksi akan muncul gas 5.5 Kg, karena beberapa bulan ini mendekati hari raya Kurban, gas Melon sulit didapatkan. Sekalipun ada, harga dari sales dinaikan “sak penak udele dewe” (semaunya sendiri). Sedang di tingkat agen harga stabil tapi ketersediaan barang tidak ada.

Hari Senin, saya pesan 20 gas 3 Kg dan apa yang didapatkan adalah 10 tabung gas 3 Kg dan 1 tabung gas 5.5 Kg. Ternyata agen menawari saya untuk beralih menjual gas 5.5 Kg dan mencoba untuk memasarkan dan memperkenalkannya ke masyarakat.

Tabung gas 5.5 Kg mempunyai ukurannya sama seperti tabung Bluegaz 5.5 Kg dengan warna pink yang mencolok dan sedikit mengkilap. Dengan berat total kurang lebih 7 Kg, gas 5.5 Kg mempunyai peganggan yang nyaman dibandingkan dengan gas Melon. Sehingga menjinjingnya tidak akan sakit di tangan.

Ada yang berbeda pada segel pengamanan, dimana segel pengaman lebih rapat dan ada QR code, entah untuk apa QR code itu. Pada gas Melon segel cuma terbuat dari plastik yang bisa palsu, tapi pada gas 5.5 Kg cukup aman jika ada orang yang tidak bertanggung jawab mencoba mengoplos pasti kesulitan, karena sagel cukup rapat dan aman.

Keamanan gas 5.5 Kg masih belum bisa saya jelaskan, karena masih baru dan belum ada kejadian kecelakaan dikarena gas 5.5 Kg.

Oh ya berapa harga gas 5.5 Kg? Untuk membeli tabung baru + isi dibandrol dengan harga Rp. 350.000 dan jika hendak isi ulang dibandrol dengan harga Rp. 65.000. Itu berarti 1 Kg gas dihargai Rp. 12.000 dimana harga per kilo gas 5.5 Kg sama dengan gas 12 Kg.

Dibandingkan dengan harga gas Melon, tentu gas 5.5 Kg lebih mahal karena tidak ada subsidi dari pemerintah. Pada gas Melon harga 1 Kg seharga Rp. 6.000, 2 kali lebih murah dibandingkan gas 5.5 Kg.

Lantas bagiamana nasib gas Melon? Menurut kabar yang saya dapatkan (masih belum pasti), 2 tabung Melon 3 Kg bisa ditukar dengan 1 tabung gas 5.5 Kg. Dan ketersediaan gas Melon lambat laun akan menghilang. Sedangkan dari berita yang saya baca di media online, untuk membeli gas Melon harus menunjukan kartu miskin untuk mencegah orang kaya menggunakan gas 3 Kg.

Seperti yang kita ketahui, gas Melon sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Walaupun niatan pemerintah gas 3 Kg untuk rakyat miskin tapi banyak orang-orang kaya yang menggunakannya. Bahkan gas 3 Kg digunakan untuk heater di kamar mandi. Tidak salah juga banyak orang kaya menggunakan gas 3 Kg, karena harga gas non subsidi sangat mahal dan berat. Contoh gas Elpiji 12 Kg, ibu-ibu mana yang mampu angkat gas seberat 12 Kg? Dan dibandrol dengan harga Rp. 150.000. Hadirnya gas 3 Kg justru malah menjawab permasalahan ibu-ibu itu, ringan dan murah.

Terlebih lagi pada waktu peralihan dari minyak ke gas, pemerintah mau bagi-bagi tabung gas Melon dengan cuma-cuma. Itu yang membuat masyarakat lambat laun mau beralih dari minyak ke gas, dicabutnya subsidi minyak dan hilangnya minyak di pasaran membuat gas Melon menjadi candu, masyarakat sulit lepas dari gas Melon.

Kini pemerintah hendak membatasi penggunaan gas Melon, diperlukan langkah strategis untuk membuat masyarakat mau berpindah ke 5.5 Kg.

Saya mencoba menawarkan gas 5.5 Kg kepada pelanggan-pelanggan saya, tapi sampai saat ini tidak ada respon positif. Kebanyakan mereka enggan memakai gas 5.5 Kg karena harus beli tabung lagi, sedangkan alasan lainnya mahal.

Pendapat saya pribadi, saya lebih menyukai masyarakat mau menggunakan gas 5.5 Kg karena kualitasnya jauh diatas gas Melon. Dari pengalaman saya, memasang gas Melon sering mengalami kesulitan, bahkan perlu diakal agar bisa digunakan. Selain itu kualitas tabung Melon bisa saya katakan tidak layak, kotor, berkarat dan peyok. Itulah yang membuat banyak terjadi kecelakaan karena gas Melon.

Bagiamana dengan anda? Setuju atau tidak gas Melon digantikan gas 5.5 Kg?

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Bisnis Air Mineral dan Gas?

Punya usaha sendiri merupakan idaman setiap orang, tapi tak banyak orang yang mau bersungguh-sungguh mewujudkannya karena beratnya mewujudkan impian itu. Tapi benarkah seperti itu?

Salah satu bisnis yang menjanjikan saat ini adalah bisnis air mineral dan gas, dimana air mineral dan gas sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Masyarakat sudah tidak lagi menggunakan air PDAM sebagai air minum karena banyak mengandung klorin, zat yang dibutuhkan untuk menjernihkan air.

Lihatlah ke keluarga kita sendiri, seberapa sering ibu atau istri beli gas dan air mineral? Setiap minggu mereka minimal membeli 1 air mineral dan 1 gas 3 Kg. Tentu keluarga yang lain membutuhkannya juga, bahkan tingkat konsumsinya bisa lebih besar.

Bukankah itu peluang bisnis yang nyata?

Belum lagi masalah persediaan barang yang tidak menentu dan harga yang tidak stabil, terutama gas 3 Kg. Jika kita mampu menjawab kebutuhan pelanggan itu, tentu mereka akan menjadi konsumen yang loyal kepada kita.

Sebagai contoh toko A harga gas 3 Kg 20.000 (mahal), toko B harga gas 3 Kg 18500 (murah) tapi persediaan tidak menentu. Maka kita bisa ambil peluang menjawab kebutuhan pelanggan dengan menjual gas 3 Kg dengan harga murah dan persediaan barang selalu ada.

Untuk menambah nilai plus toko kita, bisa antar dan pasang gas. Tentu servis ini sangat memanjakan para pelanggan. Karena tidak semua pelanggan bisa pasang gas, bahkan ada yang takut pasang gas.

Mendengarkan keluh kesah pelanggan

Dari pengalaman saya berjualan gas dan air mineral, pelanggan sering mengeluh terhadap persediaan gas 3 Kg dan harga yang tidak stabil.

Alhamdulillah keluhan pelanggan aku jawab dengan memberikan persediaan gas 3 Kg dan harga yang stabil.

Ketika dari agen gas 3 Kg langka, saya mau membayar harga gas 3 Kg dengan harga tinggi agar persediaan gas selalu ada. Walaupun itu berarti keuntungan sedikit, tetapi demi memenuhi kebutuhan pelanggan saya siap dengan resiko itu.

Bagaimana dengan air mineral Aqua, harga Aqua cenderung stabil dikisaran 15.000. Tetapi apa yang selalu dikeluhkan oleh pelanggan? Benar, 19 liter air dalam satu galon benar-benar berat, terutama untuk untuk ibu rumah tangga. Untuk menjawab itu, saya memberikan servis mengantarkan dan memasangkan Aqua galon kepada pelanggan.

Cukup dengan telepon atau SMS pelanggan membeli air mineral tanpa mengeluarkan peluh untuk mengangkatnya.

Bagiamana jika pelanggan pesan air mineral saat malam hari, ketika toko tutup? Jika anda mampu mengantarkan pesanan itu, itu adalah servis yang luar biasa. Hal itu akan membuat pelanggan loyal terhadap anda.

Apa yang lebih baik dari pelanggan yang loyal?

Cerita telur ayam kampung

Memberikan bonus kepada pelanggan merupakan salah satu cara meningkatkan kualitas bisnis kita, tak perlu muluk-muluk memberikan bonus seperti jalan-jalan ke Bali. Tapi memberikan bantuan air mineral gelas gratis kepada pelanggan saat acara arisan sudah cukup.

Biasanya kita kulakan air mineral 10 dapat bonus 1 dari sales, itu bisa diberikan kepada pelanggan. Tak perlu mengeluarkan modal besarkan?

Saya cerita sedikit pengalaman saya, waktu 1 bulan memulai usaha, saya masih kesulitan mendapatkan pelanggan karena banyak yang belum tahu. Ketika saya mendapatkan pelanggan, dan pelanggan membeli produk ku untuk kedua kalinya, mereka aku kasih bonus telur ayam kampung.

Kebetulan dulu bisnis ternak ayam kampung, tapi ditawar murah dagingnya dan tidak jadi aku jual, eh alhamdulillah produksi telur ayam kampung melimpah. Iseng-iseng telur ayam kampung aku kasih ke pelanggan.

Apa yang aku dapatkan setelah itu? Pelanggan mulai bercerita kepada temannya, jika beli Aqua di toko ku dapat telur ayam kampung. Dengan begitu tanpa perlu promosi aku mendapatkan pelanggan baru.

Tapi tahukah apa yang menarik dari hal itu? Justru banyak pelanggan minta aku menjual telur ayam kampung. Kini selain menjual air mineral dan gas, aku juga menjual telur ayam kampung.

Terus berkembang

Ada pepatah bagus, “berawal dari ide kecil, kerjakan dan biarkan berkembang”. Begitulah bisnis yang baik, berawal dari ide, kerjakan dan biarkan berkembang. Kalau kita sudah mengerjakan bisnis kita, langkah selajutnya adalah kembangkan.

Banyak pebisnis pemula lupa memprioritaskan untuk mengembangkan usaha dan lebih memilih menuruti gaya hidup, hingga akhirnya mereka lupa dan tertinggal oleh saingannya.

Hal yang paling sederhana dalam mengembangkan bisnis adalah memperbanyak produk yang kita jual. Lantas bagaimana produk baru kita langsung laku? Gampang, selalu dengarkan permintaan pelanggan.

Contoh, awalnya saya hanya berjualan gas 3 Kg, tapi ternyata ada keluarga yang tidak menggunakannya.

Pernah saya dimintai pelanggan untuk menyediakan Bluegaz, saran itu aku tampung, step by step saya mulai merencanakan untuk menjual itu. Saya mulai mencari tahu tentang Bluegaz, dari harga, cara pemasangan, modal dan yang terpenting dimana kulakannya.

Alhamdulillah setelah 2 bulan riset, akhirnya aku menjual Bluegaz, bahkan menjadi agen Bluegaz. Kini aku bisa menyediakan permintaan Bluegaz untuk ketiga pelanggan ku.

Bagaimana sederhana bukan untuk meningkatkan kualitas bisnis kita? Hal-hal kecil dapat meningkatkan kualitas bisnis kita, tergantung bagaimana kita peka dan mau melakukannya atau tidak?