Jangan Remehkan Uang 2000

Bisnis gas dan Aqua

“Uang 1.000.000 kalau kurang 2.000, ya tidak bernilai 1.000.000”, begitulah kata yang terucap di bibir ku ketika ada seorang teman yang meremehkan uang Rp 2.000. Sebenarnya ini hanya obrolan biasa sambil “guyon”, tapi bisa menjadi bahan renungan buat teman-teman sesama pebisnis jika uang Rp 2.000 bisa membuat mu menjadi kaya raya.

Seperti biasa hari Jum’at toko Singo Sakti libur, dan waktu luang itu akan gunakan untuk menyalurkan hobi dengan bersepeda keliling kota Madiun, sambil menikmati suasana sore yang indah. Ketika melintas jalan Cokroaminoto, dekat pasar Sleko teringat teman yang tinggal di daerah itu, lama tak berjumpa aku pun mampir ke rumahnya untuk melihat kabar saudara seperjuangan waktu SMP.

Singkat cerita kami pun bertemu di tempat kerja dia, tak jauh dari rumahnya. Dia bekerja sebagai kuli angkut pasir, tubuhnya yang besar dan kulitnya yang hitam sepintas menggambarkan dia seorang pekerja keras. Kami pun berbincang-bincang soal kehidupan kami masing-masing pasca lulus SMP dan bertukar kabar teman-teman SMP. Sore yang indah itu diwarnai dengan guyonan, tawa dan segelas es teh manis.

“Kamu kerja apa?”,

“Jualan gas dan aqua”,

“Dulu aku juga ditawari untuk jualan gas, tapi untungnya cuma 2.000 buat apa?”,

“Enak lho jualan gas, barang pasti laku karena sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat”,

“Klo bisnis itu sekali untung 1.000.000, klo gas untung 2000 buat apa?”, lantas aku jawab.

“Uang 1.000.000 kalau kurang 2.000, ya tidak bernilai 1.000.000”

“Hahahaha” kami berdua tertawa bersama.

Sepertinya saya dan teman saya beda pandangan soal bisnis, dia ingin bisnis sekali closing dapat untung “gedhe”, sedangkan saya dapat untung sedikit tapi konsisten siapa hari ada pemasukan. Saya tidak menyalahkan tentang konsep bisnisnya, karena modal bisnis seperti itu juga ada, seperti bisnis jual beli rumah, tanah, ternak Sapi dan lain-lain. Semua itu bisnis kalau sekali untung bisa dapat uang banyak dan tidak ada yang salah.

Hal yang paling aku sayangkan adalah, dia tidak ambil kesempatan ketika ada seorang kawan dia (bukan saya) yang menawari jualan gas di daerahnya, dengan alasan untungnya sedikit. Benarkah bisnis gas untungnya sedikit? Tentu tidak, jika ditekuni untung yang sedikit itu bisa menghasilkan uang jutaan rupiah setiap bulannya.

Jika memang benar bisnis gas uangnya sedikit, lantas kenapa banyak orang berlomba-lomba ingin berjualan gas, bahkan pengajuan menjadi agen gas di luar kuota yang disediakan oleh Pertamina. Itu berarti banyak gula di dalam lingkaran bisnis gas yang ingin diburu oleh semut-semut.

Pebisnis pemula biasanya selalu menganggap remeh uang Rp 2.000, imajinasi liarnya selalu beranggapan buka bisnis langsung dapat uang jutaan. Padahal tidak seperti itu, ada proses dalam sebuah bisnis, proses ini sering dilupakan oleh mereka dan celakanya mereka kurang sabar dalam proseses itu.

Saya ceritakan kondisi saya ketika berjualan gas pertama kali, coba tebak berapa keuntungan saya? Rp 4.000 dalam waktu 1 minggu, bayangkan Rp 4.000 buat beli nasi Pecel aja kurang. Tapi alhamdulillah, bisnis itu aku tekuni dan bersabar, kini setelah 6 bulan berjalan dalam satu hari bisa menghasilkan uang Rp 35.000 – Rp 100.000. Uang itu semua dari jualan gas dan aqua yang cuma untung Rp 2.000 saja. Bahkan saya masih beranggapan keutungan yang saya dapatkan itu masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan pesaing bisnis.

Dalam waktu proses itu, saya selalu berinovasi bagaimana strategi marketing saya, apa yang harus dilakukan ke depan, mendengarkan keluh kesah pelanggan, instropeksi diri dan berlajar management. Awalnya hanya berjualan gas 3 kg, seiring berjalannya waktu jualan Aqua, Cleo, Vit, Bluegaz, Brightgas, Elpiji dan lain-lain. Itu berarti bisnis saya berkembang, karena bisnis yang baik itu adalah bisnis yang berkembang.

Sekarang saya lagi sibuk belajar beriklan berbayar di internet, lewat jejaring sosial Facebook. Hal itu aku lakukan untuk mendapatkan pelanggan baru lewat social media, karena selama ini saya hanya berjualan di wilayah Taman Asri belum mencakup seluruh Madiun. Darimana modal untuk beriklan itu? Ya tentu dari keuntungan berjualan gas, dari mana lagi? Sekarang masihkan kita meremehkan uang Rp 2.000?

Advertisements

0 Responses to “Jangan Remehkan Uang 2000”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s