Benarkah Demokrasi bisa menghancurkan Islamic State

Dalam sebuah halaman media online berbahasa Inggris terkemuka di Indonesia mempublish artikel opini pembaca. Dalam artikel itu, penulis mencoba menjelaskan bagaimana mengalahkan IS (Islamic State) atau yang lebih dikenal dengan ISIS (walaupun ISIS udah bubar 2013 lalu).

Dalam paragraf pertama penulis mengutuk aksi yang dilakukan oleh IS terhadap Prancis yang berhasil membunuh 200 orang dalam 1 aksi serangan. Walaupun begitu apa yang dilakuk oleh IS terhadap Peracis adalah hukum sebab akibat. Dari yang saya baca di Twitter, pendukung IS mengatakan aksi itu merupakan aksi balasan karena Perancis ikut terlibat dalam pasukan koalisi Amerika dalam membombardir wilayah yang dikuasai.

Dampak yang paling nyata dalam serangan pasukan koalisi adalah banyak warga sipil, terutama di wilayah IS, tewas dengan mengenaskan. Tubuh mereka terbakar, terkoyak, hancur dan remuk tertimbun reruntuhan bangunan. Dan aksi yang dilakukan oleh pasukan koalisi sudah dimulai sejak 1 tahun yang lalu dan sampai sekarang masih berlanjut. Pantas saja jika IS melakukan aksi balasan dengan menyusupkan tentara mereka untuk membalas aksi yang dilakukan oleh Prancis.

Dalam sebuah video berjudul “Di Balik Tangis” berdurasi 7 menit, entah rilisan resmi dari IS atau bukan, terdapat penjelasan-penjelasan kenapa Prancis menjadi target utama. Berikut ini screenshot yang saya dapatkan dari video itu.

vlcsnap-2015-11-24-09h34m54s121

vlcsnap-2015-11-24-09h35m23s022

vlcsnap-2015-11-24-09h37m12s229

vlcsnap-2015-11-24-09h37m31s232

vlcsnap-2015-11-24-09h37m39s262

vlcsnap-2015-11-24-09h35m45s725

vlcsnap-2015-11-24-09h36m00s440

vlcsnap-2015-11-24-09h36m12s385

vlcsnap-2015-11-24-09h36m55s017

vlcsnap-2015-11-24-09h38m05s993

vlcsnap-2015-11-24-09h39m03s010

Kembali ke tulisan opini, dalam paragraf dua, penulis mempertanyakan jika Bashar al-Assad mundur dari jabatan presiden semua akan selesai. Dan menjelaskan bahwa rakyat Suriah menginginkan demokrasi dengan berdemo ketika terjadi Arab Spring dan menuntut mundur presiden Bashar al-Assad.

Paragraf tiga dan empat mengatakan jika Turki dan negara-negara timur tengah mempersenjatai pasukan pemberontak untuk melawan pemerintah Suriah. Dia memang benar, beberapa negara arab mempersenjatai pasukan pemberontak untuk melawan pemerintah Suriah dan melawan IS. Salah satu pemberontak terkenal dan didanai oleh negara timur tengah adalah Islamic Front yang menguasai provinsi Idlib.

Penulis menambahkan Turki bukan negara demokrasi karena menekan media dan memperlakukan Kurdi sebagai musuh. Padahal sebelum perang Suriah pecah di tahun 2011 Turki sering kali berperang melawan milisi-milisi Kurdi (PKK) yang menginginkan mendirikan negara yang berideologikan komunis. Selain itu PKK sering membuat keributan di wilayah Turki, sehingga fokus utama mereka adalah mengalahkan musuh lama agar tidak membuat onar di wilayah Turki.

Dalam paragraf lima penulis mengutip pernyataan Tony Blair jika perang Iraq membantu menciptakan Islamic State. Kedatangan Amerika menginvasi Iraq setelah Afganistan atas dasar mempunyai senjata pemusnah masalah merupakan titik awal terbentuknya kelompok jihad pimpinan Abu Musab al-Zarqawi yang merupakan cikal bakal ISI (Islamic State of Iraq) dan sekarang menjadi IS.

Selanjutnya dalam tidak keyakinananya penulis mengatakan jika kemungkinan negara-negara timur tengah memberikan pasokan senjata ke pemberontak juga memberikan senjata ke IS. Itu sedikit benar, yang jelas IS mendapatkan senjata dari harta rampasan perang melawan musuh-musuhnya. Selain itu senjata dari pemberontak sering kali dijual kembali ke IS, oleh karena itu IS sering bilang jika pasukan pemberontak adalah recommended seller.

Advertisements

0 Responses to “Benarkah Demokrasi bisa menghancurkan Islamic State”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s