Rusia membuat Babak Baru Perang Suriah

Akhirnya Suriah mengalami babak baru dengan datangnya pendatang raksasa dunia Rusia yang ikut campur tangan dalam perang Suriah. Kedatangannya ke Suriah untuk membantu pertahanan pemerintah Suriah yang terdesak oleh pasukan pemberontak terutama IF (Islamic Front) dan IS (Islamic State). Di Idlib, IF berkuasa penuh atas kota itu, sedangkan Raqqa dan Plamyra menjadi basis pertahanan IS. Tidak hanya terdesak oleh 2 kelompok Islam itu, tapi kelompok pemberontak Kurdi juga berhasil mencaplok wilayah selatan Suriah.

Juli 2015 presiden Suriah Bashar al-Assad berpidato yang disiarkan di televisi Suriah bahwa mereka harus mundur ke baris pertahanan baru untuk mempertahankan daerah-daerah yang lebih strategis. Bahkan Assad mengatakan jika pemerintah Suriah kekurangan SDM untuk melawan pasukan pemberontak, sejak perang di mulai maret 2011 pemerintah suriah telah kehilangan 80.000 tentaranya dan terus bertambah jika konflik tak kunjung usai.

Bulan September helikopter-helikopter Rusia mulai diketahui telah mendarat di pangkalan udara Latakia. Ada 8 helikopter di antaranya terdapat Mi-24 Hind attack dan Mi-15 Hip transport. Selain itu, di Youtube dan Twitter terdapat banyak bukti-bukti bahwa tentara Rusia ikut berperang bersama pasukan SAA (Tentara Nasional Suriah) melawan pasukan pemberontak di Latakia. Pihak Amerika mengatakan jika Rusia telah mendaratkan 500 angkatan laut di Suriah untuk membantu pemerintah Suriah.

Di Turki, tepatnya di selat Bosphorus, kapal tempur Rusia aktif melewati selat itu menuju Suriah. Hampir 70 kapal tempur Rusia telah melewati selat Bosphorus itu. Selat Bosphorus adalah jalur strategis yang menghubungkan laut Hitam yang berbatasan dengan Rusia dengan luat Medeterania yang berhubungan dengan barat Suriah. Jalur itu memudahkan pemindahan perlengkapan militer Rusia ke Suriah. Tidak ada intervensi dari Turki untuk mencegah kapal Rusia melewati selat Boshphorus, mungkin karena selat itu adalah jalur lintas internasional.

Pada tahun 1453 selat Boshphorus menjadi kunci penting kemenangan Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel dengan memblokir kapal-kapal dari Eropa untuk mengirimkan bantuan ke Konstantinopel.

Koalisi lucu Amerika dan kawan-kawan

Sebelumnya ada 3 kekuatan udara yang aktif melakukan serangan udara yaitu, Amerika, Pemerintah Suriah dan Turki. Tahun 2014 sampai sekarang Amerika aktif melakukan serangan udara menargetkan basis-basis pertahanan IS di wilayah-wilayahnya. Belum pernah sekali terdengar serangan udara Amerika menghantam basis pertahanan SAA, bahkan YPG yang dilabeli teroris dibantu Amerika ketika perang melawan IS di Kobane, sehingga membuat IS mundur.

Pemerintah Suriah dari sejak awal perang tahun 2011, menggunakan bom tong, angkatan udara Suriah membombardir wilayah-wilayah pemberontak. Sering kali bom tong angkatan udara Suriah selalu menargetkan pasar dan rumah-rumah penduduk, bom tong lah yang membuat kota Homs dan Aleppo menjadi kota hantu.

Sedangkan Turki, setelah berhasil dibujuk Amerika untuk ikut perang melawan IS, justru malah membombardir basis-basis pertahanan pemberontak Kurdi di Suriah dan Iraq.

KSA (Kerajaan Arab Saudi) dan UEA yang tergabung dalam pasukan koalisi Amerika melawan IS harus mengganti sasaran targetnya setelah pemberontak syiah Houti berhasil menguasai Yaman. Jika hal itu tidak segera dilakukan, mungkin KSA bisa terseret dalam perang Sunni Syiah dimana selama ini Syiah menargetkan menaklukkan kota suci Mekah.

Itulah koalisi lucu Amerika, sepertinya tidak ada koordinasi yang baik antar negara. Walaupun pasukan koalisi menjadikan IS sebagai target utamanya, tapi malah setiap negara mempunyai kepentingan sendiri-sendiri.

Akhirnya Rusia menjatuhkan bom di Suriah

1 September 2015 Rusia melakukan serangan udara di Idlib meluluhlantahkan gudang senjata pasukan pemberontak. Tentu tindakan itu menjadi perhatian dunia karena Rusia menghancurkan pasukan pemberontak yang didukung Amerika. Amerika beralasan seharusnya Rusia membombardir IS bukan pemberontak. Padahal selama ini tujuan Rusia adalah membantu pemerintah Suriah melawan musuh-musuhnya, sedangkan Amerika justru membantu pemberontak untuk mengalahkan IS.

Juru bicara Rusia, Maria Zakharova mengatakan Rusia akan memasok senjata untuk pemerintah Suriah untuk melawan teroris dan kami tetap mendukung pemerintah Suriah dari dulu sampai sekarang. Sepertinya Rusia berbeda pandangan soal “siapa teroris”, Rusia beranggapan semua musuh pemerintah Suriah adalah teroris sedangkan Amerika teroris itu adalah IS dan al-Qaeda.

Aksi Rusia di Idlib membuat menyulut pemberitaan yang menyudutkan Rusia, kecaman Rusia yang tidak menargetkan IS menjadi topik pembicaraan. Media mulai gencar membuat pemberitaan yang menyudutkan, mulai dari korban anak kecil yang tewas karena serangan udara Rusia sampai Rusia hanya menargetkan penduduk sipil.

Rusia menjawab pertanyaan kenapa Rusia tidak melawan IS, dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, “Kami akan melakukan pendekatan yang sama (serangan udara), baik itu IS, JN (Jabhat al-Nusra) dan group pemberontak lainnya”. Ini merupakan jawaban yang tegas dari Rusia, karena sudah lebih dari 4.5 tahun Rusia tetap kekeh mendukung pemerintah Suriah.

Tentunya tuduhan itu konyol, karena pasukan koalisi Amerika lebih banyak membunuh anak kecil dan penduduk sipil di Suriah dibandingkan dengan Rusia yang baru menjatuhkan 3 bom di Idlib, hal itu membuat perdebatan seru di Twitter. Bahkan pasukan udara Suriah lebih banyak membunuh rakyat sipil, kenapa tidak dikecam? Dan kenapa Amerika malah fokus ke IS bukan ke Assad?

Berikut ini gambar-gambar angkatan udara Rusia telah beraktivitas di dalam pangkalan udara al-Hamim di Latakia, Suriah. Tampak pesawat-pesawat berjejer serta aktivitas tentara Rusia merawat pesawat dan makan di dalam tenda.

Rumit

Saat ini Amerika sedang membujuk Rusia untuk hanya melawan IS di Suriah, bukan menghancurkan kelompok pemberontak. Selain itu untuk membuat kesepakatan agar tidak terjadi perang di udara karena di Suriah ada 2 kekuatan besar (Amerika dan Rusia) yang menguasai langit Suriah. Tidak bisa dibayangkan jika pesawat tempur F-16 melawan Sukhoi di langit Suriah bisa membuat percikan perang antara Amerika dan Rusia.

Di Irak, pemerintah Irak malah menyambut Rusia jika ingin menggunakan langit Irak untuk melawan IS. PM (Perdana Menteri) Irak Haider al-Abadi mengatakan, “Jika Rusia ingin bergabung bersama pasukan koalisi untuk membantu Irak melawan IS kami siap menerima”. Ini akan terlihat konyol, karena selama ini Irak sudah didukung serangan udara Amerika, sedangkan hubungan Rusia dan Amerika sedang panas. Toh pemerintah Rusia tidak punya kepentingan di Irak.

Kekhawatiran Amerika terhadap aksi Rusia di Suriah akan menarik mujahid-mujahid di seluruh dunia untuk datang ke Suriah, karena gerbang masuk ke Suriah sangat luas. Kedatangan mujahid-mujahid memungkinkan bergabung dengan IS, karena IS mendapatkan simpati umat Islam sebagai “rumah baru” yang menerapkan syariat Islam.

Selain itu Amerika curiga jika Rusia akan mendirikan pangkalan militer di Suriah, tentu hal itu membuat was-was Amerika. Selama ini Amerika sangat dominan di negara-negara Arab dan bebas mendirikan pangkalan militer di sana, seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, Mesir, Arab Saudi, UEA dan Yordania. Jika Rusia berhasil mendirikan pangkalan militer di Suriah kira-kira apa yang akan terjadi? Entahlah.

***

Entahlah apa tujuan Rusia membantu pemerintah Suriah, padahal pemerintah Suriah dengan bom tong-nya adalah mesin pembunuh penduduk Suriah. Mungkin kerjasama bilateral antara Rusia dan Suriah demi untuk mendapatkan minyak-minyak sebagai sumber daya mesin-mesin tank Rusia untuk berperang melawan Eropa kelak. Entahlah.

Bisa jadi perang Amerika melawan terorisme bisa berubah menjadi perang melawan Rusia.

Advertisements

0 Responses to “Rusia membuat Babak Baru Perang Suriah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s