Kenapa IS/ISIS Menyembelih Tawanan?

Hari ini buka Twitter langsung dikejutkan banyaknya gambar-gambar kepala putus, korbannya adalah 10 tentara Peshmerga yang menjadi tawanan perang IS (Islamic State). Peshmerga merupakan tentara nasional Kurdistan di Irak yang ikut berperang melawan IS, karena perbatasan antara Mosul dan wilayah Kurdistan hanya kurang lebih 50 Km saja. Kursidan merupakan musuh lama IS bahkan sebelum IS berdiri, mereka (Kurdistan) mendapatkan wilayah atas pemberian Amerika setelah membantu menjatuhkan rezim Saddam Husein.

Dalam video penyembelihan itu, algojo memberikan pesan kepada Massoud Barzani, presiden Kurdistan, “Siapa yang meninggalkan mereka?”. Ini merupakan tantangan yang nyata dimana IS selalu memberikan pesan-pesan seperti itu, bahkan saat jihadi John masih hidup. Ketika penaklukan salah satu bandara (Al-Tabqa air base) terpenting di Suriah dimana tentara SAA (Syrian Arab Army) tertangkap dan disuruh menggali kuburannya sendiri, jihadi John bertanya kepada mereka (tawanan), “Dimana Assad saat ini?”. Maksudnya dimana Assad saat kamu membutuhkannya? Apakah dia menyelamatkan mu?

Kenapa mereka melakukan itu? Kenapa IS/ISIS Menyembelih Tawanan? Menurut ku alasan yang paling utama kenapa mereka menyembelih lawan-lawannya adalah untuk menteror / menakuti musuh-musuhnya. Tapi cara itu sangat efektif, kenapa saya katakan efektif. Saat IS menaklukkan Mosul Juni 2014 lalu, IS hanya membawa 1.500 tentaranya untuk menyerang 30.000 tentara Irak. Tentara-tentara Irak harus melarikan diri meninggalkan pakaian tentaranya di jalan-jalan hanya untuk menyelamatkan diri dari IS. Dari situlah akhirnya IS menjadi terkenal seperti sekarang ini.

Selain itu, dalam penaklukkan Ramadi baru-baru ini, IS menyerang kota Ramadi hanya menggunakan 150 tentara melawan 6.000 tentara Iraq. Dengan membombardir kota itu dengan 10 bom mobil akhirnya, kota Ramadi jatuh ke tangan IS dan sampai sekarang. Dibandingkan dengan penaklukkan Mosul, seharusnya penaklukkan Ramadi jauh lebih berat karena IS harus berhadapan dengan serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika. Tapi hanya karena tentara Irak tidak mendapatkan bantuan serangan udara karena Ramadi dilanda badai pasir, mereka kalang kabut takut kepala mereka putus dari lehernya.

Kembali ke tahun 2004, dimana saat itu Amerika sedang menginvasi Irak untuk menjatuhkan Saddam Hussein. Setelah Saddam Hussein jatuh tahun 2003, Amerika justru mendapatkan musuh baru yaitu Muntada al-Ansar. Kelompok pimpinan Abu Musab al-Zarqawi menyembelih Nick Berg untuk membalas teror Amerika terhadap tawanan-tawanan perang di penjara Abu Ghraib. Dalam video itu, eksekutor mengatakan, “Kamu tidak akan mendapatkan apapun dari kami kecuali peti mati – peti mati dengan cara ini (penyembelihan)”.

Setelah itu Zarqawi mendirikan kelompok Jama’at al-Tawhid wal-Jihad yang menjadi cikal bakal IS sekarang ini. Aksi itulah salah satu yang melatarbelakangi kenapa IS melakukan penyembelihan tawanan perang.

Alasan ke dua adalah untuk membuktikan pada dunia, IS secara implisit menyampaikan pesan kepada siapa-siapa yang melawan IS pasti akan ditinggalkan negaranya. Pesan itu ditunjukan kepada masyarakat dan tentara-tentara yang melawan IS ketika mereka digunakan negaranya untuk menyerang IS, ketika ditawan mereka pasti ditinggalkan negaranya. Padahal sering kali jargon-jargon hak warga negara selalu dilindungi negaranya tidak terbukti, terutama ketika sedang berkonflik.

Pertukaran tawanan dalam perang atau meminta tebusan kepada musuh untuk membebaskan tawanan merupakan hal yang biasa. 26 September 2015, Rusia melakukan pertukaran tawanan dengan Estonia salah satu jembatan sungai Puisa. Hal seperti itulah yang dimanfaatkan IS untuk melemahkan dan merendahkan musuhnya dengan harus tunduk kepada negara yang baru satu tahun berdiri.

Seperti yang diketahui IS selalu meminta harga tebusan setiap tawanan perang kepada pemerintah yang bertanggung jawab. Tapi acap kali permintaan mereka selalu tidak dipenuhi sehingga tawanan perang harus berakhir dengan penyembelihan.

Sebagai contoh ketika IS menghebohkan Jepang dengan meminta tebusan Rp. 2.5 triliun kepada otoritas Jepang untuk menyelamatkan 2 wartawan Jepang. Hal itu didasari karena Jepang ikut berpartisipasi dalam perang melawan IS di Suriah dengan memberikan uang $ 100 juta untuk perang melawan terorisme. IS memberikan waktu 72 jam agar memberikan uang untuk menyelamatkan Kenji Goto dan Haruna Yukawa. Tapi permintaan itu tidak dipenuhi, hingga akhirnya Kenji Goto dan Haruna Yukawa harus dieksekusi.

Ketika IS berhasil menjatuhkan pesawat tempur Yordania yang dipiloti Muath al-kaseasbeh menjadi trending topic dunia. Sebelum dieksekusi IS meminta kepada raja Yordania agar melakukan aksi perkutaran tawanan dengan wanita Sajida Mubarak. Tapi permintaan itu ditolak dan akhirnya Muath harus dibakar di jeruji besi dan ditimbun dengan reruntuhan beton. Hal itu membuat Yordania meradang dan membalas aksi IS dengan menggantung Sajida Mubarak 4 Februari 2015.

Ketika Obama ikut terjun ke medan perang dengan melakukan aksi serangan udara harus dibayar mahal dengan terbunuhnya warga negara mereka di Suriah dan Irak. James Foley harus berakhir hidupnya dengan disembelih pisau tajam jihadi John. Sebelumnya John meminta untuk menghentikan serangan udara di wilayah-wilayah IS pasca penaklukan Mosul, menurut IS ini bukan perang mu (Amerika). IS meminta menghentikan serangan udara atau setiap tawanan perang harus berakhir dengan kepala terputus. Tapi lagi-lagi pemerintah Amerika tidak mendengarkan permintaan itu, menurut Amerika tidak bisa bernegoiasi dengan teroris. Akhirnya James Foley, Steven Sotloff, David Haines, Alan Henning dan Peter Kassig tewas di tangan eksekutor IS.

Di Mesir, IS wilayah Sinai berhasil menangkap Tomislav Salopek seorang wartawan asal Kroasia dan membuat pesan kepada pemerintah Mesir untuk membebaskan tawanan wanita yang dipenjara oleh rezim al-Sisi. Lagi-lagi tidak ada tindakan nyata dari pemerintah Mesir dan Kroasia untuk menyelamatkan warga negaranya dari tangan IS. Akhirnya Tomislav Salopek dikesekusi 12 Agustus 2015.

Bagaimana dengan nasib tentara Suriah, Irak dan milisi Syiah ditangan IS? Nasib mereka lebih buruk lagi, tidak ada ampun bagi mereka yang tertanggap di tangan IS. Sering kali mereka langsung dieksekusi di tempat setelah mereka tertangkap oleh IS. Saya pernah nonton video propaganda IS tahun 2013, ketika IS masih beroperasi di Iraq saja. Mereka bisa masuk ke rumah petinggi-petinggi militer Irak dan mengeksekusi dia di kamarnya setelah diinterograsi.

Di Twitter lebih banyak foto-foto kepala tentara Irak, tentara Suriah dan milisi Syiah beredar di internet, hampir setiap bulan selalu ada foto baru. Itu merupakan aksi balas dendam IS terhadap perilaku buruk tentara-tentara Irak, Suriah dan milisi Syiah membantai penduduk Sunni. Hasilnya adalah setelah 4 tahun perang Suriah dan 12 tahun perang Irak berlangsung membuat tentara-tentara mereka lari ke Eropa untuk mencari tempat tinggal dan lari dari pisau-pisau IS.

Sampai detik ini konflik di Irak dan Suriah masih berlanjut dan datang pemain baru yaitu Rusia ikut memperkuruh suasana. Rusia ikut terjun ke Suriah untuk membantu Assad melawan musuh-musuhnya, jet-jet tempur dan tentara Rusia sudah tertangkap kamera ikut berperang. Mungkin sebentar lagi, beberapa tahun kedepan akan mendapati tentara-tentara Rusia yang kepalanya putus karena disembelih IS dan beredar di Internet.

Advertisements

0 Responses to “Kenapa IS/ISIS Menyembelih Tawanan?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s