Ternyata Pembela LBGT adalah Kaum Murji’ah

Kemarin di Twitter saya nge-tweet berkibarnya bendera pelangi LBGT balai kota DKI dan mengatakan bendera LBGT najis. Yah namanya social media, keterbukaan informasi dan pendapat menjangkau setiap orang. Munculah balasan yang mengatakan saya salah karena menjadi Tuhan dengan menghukumi kaum LBGT. Lho kok?

Kuceng Ireng di Twitter Bendera najis LBGT berkibar di Jakarta memperingati Hari Perdamaian Internasional http t.co FopkT3IjZC

Simak tweet saya, apakah ada yang salah? Dimana letak kesalahan saya? Saya mengatakan najis bendera LBGT karena ada landasannya dimana Allah mengharamkan perilaku kaum Sodom. Nah entah kenapa seseorang yang ngaku “Islam” tapi malah membela LGBT. Apakah dunia ini sudah kebalik?

Pembela LGBT itu menyuruh saya open mind (berpikir terbuka) untuk menerima mereka apa adanya dan tidak menghukuminya. Ditambah lagi dia berkata jika Islam akan punah kalau mempunyai pikiran seperti saya. Waduh? Bukannya kebalik? Justru Islam akan punah jika menerima kaum LGBT sebagai sesuatu yang tidak berdosa. Tidakah kau ambil pelajaran dari bagaimana Allah ‘azza wa jalla menghancurkan kaum nabi Luth ‘alaihissalam dengan menimbun mereka dengan batu yang panas.

Ternyata usut punya usut alasan dia mendebat aku dikarenakan aku menjadi Tuhan dan menghakimi orang. Lho kok? Sejak kapan aku menjadi Tuhan dan menghakimi seseorang. Aku mengatakan najis kepada bendera kaum LBGT karena ada dasarnya, dimana sudah jelas dan terang jika homoseksual dan kelainan seksual dalam Islam itu haram hukumnya, dan ancamannya adalah neraka. Aku jelas tak menghakimi mereka, tapi Allah ‘azza wa jalla yang menghakimi sebagai pelaku dosa besar. Dan kewajiban ku menyampaikan bahwa LBGT itu haram, kok aku malah dituduh menjadi tuhan dan menghakimi seseorang, itu konyol.

Karena semakin ngawur aku nasehati dia agar belajar agama Islam lagi biar pintar. Eh dia menolak karena aku bukan ulama terkenal. Aku balas, dia aku suruh tanya ke ustad Yusuf Mansur, Arifin Ilham dan Bachtiar Nasir apakah LGBT boleh dalam Islam atau tidak? Kau tahu apa jawabannya?

Dia tahu kalau ustadz YM, Afirin dan Bachtiar Nasir anti LBGT dan dia mengakui dirinya juga anti LBGT, tapi anehnya dia malah membela LBGT. Anehkan?

Lanjut dia menuduh aku menghardik kaum LGBT lewat kata-kata najis. Lho dari awal aku mengatakan bendera LBGT najis bukan personal / individu.

Dia membalas katanya itu cuma bendera pelangi saja dan ciptaan barat, gak ada maksud apa-apa. Aku balas dengan menyuruh dia membuka Wikipedia tentang Rainbow Flag, dan jelas bendera pelangi itu bendera kaum LBGT dimana “The rainbow flag, commonly the gay pride flag and LGBT pride flag, is a symbol of lesbian, gay, bisexual, and transgender (LGBT) pride and LGBT social movements.”

Sudah jelas dan terang bahwa bendera pelangi itu simbol dari kaum nabi Luth ‘alaihissalam yang diazab oleh Allah ‘azza wa jalla, kenapa masih juga dibela?

Akhirnya, namanya juga orang salah kalau kepepet pakai jurus lari dengan mengatakan jika keluarga ku ada yang berperilaku LBGT. Nauzubillah min zalik.

***

Esoknya aku belajar tentang murji’ah bagaimana pemikiran-pemikiran mereka, ternyata ciri-ciri kaum murji’ah mirip pembela kaum LGBT di Twitter yang mendebat aku kemarin. Salah satu pemikiran murji’ah seperti;

“Menangguhkan hukum perbuatan seseorang sampai di hadapan Allah S.W.T golongan ini memang berpendapat bahwa muslim yang berbuat dosa besar tidak di hukum kafir, tetapi tetap mukmin, mengenai dosa itu, bisa pula tidak, semuanya merupakan urusan Allah SWT”,

yang aku ambil dari Makalah tentang Aliran Murji’ah. Dan ciri-cirinya seperti;

  1. Menganggap melakukan maksiat adalah hal yang biasa tidak mempengaruhi dosa maupun siksa, yang penting adalah Iman semata kepada Allah. Yang penting masih bersyahadat.
  2. Meletakkan pentingnya iman daripada amal
  3. Menyerahkan keputusan Allah atas orang muslim yang berdosa besar
  4. Memberikan pengharapan kepada muslim yang berdosa besar untuk memperoleh ampunan dan rahmat dari Allah.

Bagaimana? Samakan? Dengan pemikiran murji’ah seseorang boleh melakukan dosa yang penting beriman. Tentu pemikiran itu sesat, bagaimana mungkin seseorang pelaku dosa dibiarkan terus berperilaku dosa tanpa ada hukumannya. Dan jelas hukuman bagi pelaku LBGT adalah dilempar dari bangunan tinggi bahkan dibakar, bukan malah dibiarkan biar tobat. Justru dengan penerapan hukuman dilempar dari atas gedung membuat pelaku LGBT kapok, karena takut sehingga mereka tidak berbuat perbuatan haram itu.

Ambil contoh seperti ini ada hukuman bagi pengendara tidak pakai helm standard didenda penjara 3 bulan dan denda 1 juta. Jika polisi tidak menerapkan hukum itu, dan menganggap mengendarai motor tidak pakai helm tidak apa-apa asal tidak nabrak. Justru itu malah membuat pengendara motor lainnya ikut tidak pakai helm. Tapi ketika hukuman itu ditegakkan dengan keras, tanpa dikomando pengendara motor akan menggunakan helm karena takut di penjara dan didenda.

Lihatlah sekarang di Indonesia ketika kebebasan informasi dibiarkan bebas tanpa kontrol dan umat Islam tidak menerapkan syariat Islam. Kaum LBGTI di Indonesia berkurang atau bertambah? Justru bertambah karena tidak ada hukuman bagi mereka atas perilaku menyimpang mereka. Di tahun 1990 hanya Emon yang berperilaku banci di televisi, sekarang banyak bahkan penontonnya ikut menjadi laki-laki tulang lunak.

Toh dalam Islam, seseorang bisa masuk ke surga ada 2 syarat yaitu beriman dan bertaqwa, bukan beriman dan berdosa. Beriman tapi tak bertaqwa mencontoh kaum nabi Musa ‘alaihissalam, disuruh menyembelih Sapi dan jihad malah tidak mau. Sedangkan tidak beriman tapi bertaqwa mencontoh kaum nabi Isa ‘alaihissalam, bagaimana mereka beribadah mengalahkan orang Islam tapi malah menyembah berhala.

Di dunia ini banyak agama Monoteisme selain Islam, bukan berarti mereka Muslim / bertauhid, tetap mereka itu kafir. Karena mereka tidak menggunakan syariat-syariat Allah ‘azza wa jalla yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an dan Sunnah untuk menyembah-Nya. Nah sekarang kaum murji’ah pembela LBGT kamu ikut syariat Allah ‘azza wa jalla atau mengikuti hawa nafsu mu?

Wallahu ‘alam.

Advertisements

0 Responses to “Ternyata Pembela LBGT adalah Kaum Murji’ah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s