Dulunya Kuil Kuno yang Dihancurkan IS/ISIS Diperuntukan Penyembahan Ba’al

Kemarin, tepatnya pada hari Minggu 30 Agustus 2015, saya membaca berita tentang Negara Islam yang menghancurkan sebuah kuil kuno yang berada di Palmyra, Suriah. Bukan hal yang mengagetkan, karena sejak awal Negara Islam memang sudah menargetkan berhala-berhala untuk dihancurkan. Sama seperti pendahulunya, Mullah Omar, yang telah diberitakan tewas 2 tahun lalu karena sakit, juga pernah menghancurkan patung Budha di Pakistan sampai tak ada bekas sama sekali.

Dalam kasus ini (penghancuran kuil kuno), saya sedikit tergelitik ketika membaca berita yang berjudul ISIS Kembali Hancurkan Kuil Kuno di Kota Palmyra, di dalamnya, liputan 6 memberitakan jika yang dihancurkannya adalah Temple of Bel / Kuil Bal. Karena penasaran, kenapa Negara Islam menghancurkan kuil Bal, setahu saya Negara Islam hanya mentargetkan berhala-berhala bukan bangunan bersejarah.

Contoh kasus, ketika Negara Islam berhasil menguasi kota Mosul, Irak, dan mereka membuka hotel mewah pertama kalinya. Sebelum di buka hotel mewah itu, Negara Islam terlebih dahulu menghancurkan simbol-simbol berhala yang terdapat pada dinding-dinding hotel. Contoh lain, pasca pembebasan kota Palmyria, Suriah dari tangan tentara pemerintah (SAA), Negara Islam juga menghancurkan patung-patung singa yang dikenal bernama Lion of al-Lat.

Sebagai tambahan, masih ingat ketika Negara Islam mengeksekusi 25 tentara pemerintah Suriah di panggung pangung kuno di Amfiteater, 5 Juli 2015. Amfiteater juga merupakan bangunan teater kuno yang dibangun oleh kerajaan Romawi, tapi kenyataanya Negara Islam tidak menghancurkannya. Kenapa? Sudah jelas target mereka adalah patung-patung berhala, oleh karena itulah saya tergelik kenapa Negara Islam menghancurkan kuil Bal?

Pertama, saya mengira Negara Islam salah menargetkan kuil Ba’al untuk dihancurkan, tapi di social media Twitter ada pendukung Negara Islam yang mengatakan, kurang lebih isinya, yang dihancurkan itu tempat untuk menyembah dewa Ba’al yang disinggung dalam Al Qur’an 37:125. Saya tidak bisa menunjukan linknya karena sudah hilang, mungkin akun sudah ditutup oleh Twitter. Dalam surat Ash-Shaaffat Ayat 125, Allah berfirman “Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,”. Itu dia alasannya, sekarang aku tahu kenapa Negara Islam menghancurkan kuil Bal, karena tempat itu dulu digunakan untuk pemujaan dewa Ba’al (berhala). Seperti yang saya singgung sebelumnya, Negara Islam hanya menargetkan berhala, oleh karena itu Temple of Bel dihancurkan rata dengan tanah.

Tak bisa dipungkiri, pro kontra selalu terjadi akibat penghancurkan situs kuno kuil Bal, tapi maaf saya menggunakan kacamata Islam. Sudah menjadi bagian dalam akidah kami untuk meninggikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah, toh nabi Ibrahim juga mencontohkan menghancurkan patung-patung berhala mengakibatkan dia dibakar oleh raja Namrud. Jadi sangat konyol jika umat Islam mengkutuk tindakan Negara Islam dalam menghancurkan kuil Bal, iman mereka perlu dipertanyakan.

Kisah Nabi Ilyas dan berhala Bal.

Dewa Ba’al sendiri adalah dewa-dewa yang disembah bangsa Israel hingga akhirnya diperintahkan nabi Ilyas untuk mengajak mereka kembali untuk menyembah Allah saja. Tapi mereka menolak sehingga diturunkan azab kepada bangsa Israel, sehingga ketika memasuki musim hujan mereka tidak mendapati hujan, kemarau melanda wilayah mereka tidak henti-henti. Padahal menurut mereka, dewa Ba’al adalah dewa kesuburan, dewa hujan dan dewa pertanian, tapi kenyataannya tidak, dewa Ba’al hanyalah seongok batu yang diukir manusia yang tidak bisa memberi rizki untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Berhala dewa Ba’al

Akibat azab itu, bangsa Israel mengalami kekurangan pangan karena sulitnya mencari sumber daya alam akibat kekeringan berkepanjangan. Bagaimana dengan kondisi nabi Ilyas yang menyembah Allah, justru nabi Ilyas tidak merasakan penderitaan akibat musim paceklik. Nabi Ilyas malah mendapatkan rejeki dari Allah, dengan mendapatkan makanan roti dan minum dengan mudah. Sampai-sampai, orang-orang Israel ketika mencium bau roti di sana ada nabi Ilyas.

Nabi Ilyas tidak berhenti berdakwah, ia memperingkatkan solusi menghadapi krisis kekeringan ini adalah menghentikan aktivitas mereka untuk menyembah dewa Ba’al dan kembali hanya menyembah Allah saja. Merasa tak bisa berbuat apa-apa lagi, mereka menerima dakwah nabi Ilyas dan membawa patung dewa Ba’al di rumah mereka menuju ke kuil Ba’al untuk dihancurkan. Seketika, kekeringan yang melanda dihapus oleh hujan yang menyuburkan tanah-tanah dan menghijaukan pohon-pohon.

Negara yang dulunya kering itu semakain kaya raya dan makmur, tapi kembali mereka lupa dengan karunia Allah. Kekayaan yang membuat mereka lupa, perzinaan, perjudian dan hal-hal buruk lainnya mendominasi. Sepeninggal nabi Ilyas, mereka semakin menjadi-jadi maka diturunkanlah nabi Ilyasa untuk meneruskan perjuangan nabi Ilyas. Tapi apa daya ternyata mereka lebih menuruti hawa nafsu mereka dibandingkan perintah Allah. Hingga akhirnya nabi Ilyas berdoa kepada Allah untuk mengazab mereka, doa itu dikabulkan, hingga akhirnya mereka ditimpa kekeringan yang parah untuk kedua kalinya. Binasalah mereka, sehingga keberadaan mereka hanya tinggal puing-puing Temple of Bel, dan kini puing-puing itu rata dengan tanah akibat dihancurkan oleh Negara Islam.

Advertisements

1 Response to “Dulunya Kuil Kuno yang Dihancurkan IS/ISIS Diperuntukan Penyembahan Ba’al”



  1. 1 Ulasan Video Propaganda IS/ISIS “Return of the Gold Dinar” | Software Quality Assurance Indonesia Trackback on September 4, 2015 at 10:20 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s