Menteri Pemuda dan Olahraga Menyilahkan Berjudi

Kaget ketika membaca berita ada seorang menteri dari partai Islam (munafik) membuat pernyatakaan yang kontra dengan syariat Islam dengan berkata di depan publik, “Silahkan berjudi! Tapi mohon maaf, ini bukan fatwa.” Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia (Menpora) membuat pernyataan yang kontroversial untuk menutupi ketidakbecusannya dalam menangani konflik PSSI. Kita tahu saat ini Menpora tengah berkonflik dengan PSSI yang berimbas kepada diberikannya sangsi FIFA kepada sepak bola Indonesia dengan tidak bisa ikut berkompetisi di ajang resmi FIFA, karena pemerintah mengintervensi PSSI dimana itu melanggar statuta FIFA.

Menpora Imam Nahrawi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuat pernyataan sesat dan tidak memihak kepada Islam dengan mencoba lunak kepada perjudian di dalam sepak bola. Sebagai seorang menteri dan muslimin, seharusnya seorang petinggi jajaran pemerintahan tidak lunak terhadap sesuatu yang melanggar hukum bahkan jelas keharamannya dalam Islam. Tapi entah kenapa, mungkin “demi” sepak bola dia mengucapkan kata-kata bathil yang seharusnya tidak diucapkan oleh seorang muslim. Kata Menpora judi itu adalah Hak mereka, ini adalah penyataan bodoh yang pernah terucap dari seorang menteri, jika judi itu hak mereka, korupsi pun bisa menjadi hak, maling mencuri itu pun bisa menjadi hak. Hanya karena “asal jangan melakukan pengaturan skor” bukan berarti judi bisa menjadi legal dan halal, sekali itu haram maka tidak ada yang bisa merubahnya.

Menteri antek thoghut Indonesia ini menambahkan juga “banyak orang Indonesia yang berbondong-bondong pergi berjudi ke malaysia dan singapura.” Lho ini Menteri bodoh tambah bodoh, dia tau banyak orang Indonesia yang pergi berjudi di Malaysia dan Singapura kok tidak dihentikan malah mengatakan “asal jangan melakukan pengaturan skor”, itu sama aja mengatakan kau boleh mabuk asal tidak menggangu orang lain. Sikap tegas harus diambil di sini, bukan sikap lunglai seperti laki-laki tulang lunak yang ada di acara televisi, ketika pemerintah tegas melarang judi baik di dalam dan di luar negeri, serta tidak membiarkannya sedikitpun dan menghukum pelaku secara tegas, maka penjudi-penjudi dalam negeri tidak akan melakukan pengaturan skor, toh mereka sudah masuk bui. Ruang dan waktu mereka menjadi sempit karena hukum telah ditegakkan, hingga akhirnya mereka mencari aktivitas lain di luar judi.

Kadang juga ada orang bodoh mengatakan jika “judi hanya merugikan diri sendiri, orang lain tidak, kenapa harus ditangkap”. Itu adalah pernyataan bodoh dari seroang pro judi, sejak kapan judi tidak merugikan orang lain? Apa mereka tidak pernah membaca berita ada seorang ibu-ibu di Brooklyn, Amerika Serikat, mentelantarkan anaknya hanya karena ingin berjudi. Ada lagi seorang yang berniat untuk membeli kambing, tapi karena tergiur dengan judi ia malah menghabiskan uang modal beli kambing di meja judi, jika seperti itu apakah tidakkah pedangan kambing itu membuat keluarganya merugi?

Jadi ingat waktu umur ku masih kecil, rumah ku yang bergandengan dengan gardu untuk jaga malam selalu melakukan akvitias judi remi dengan taruhan uang Rp.100 sampai aku besar. Mereka berjudi hampir setiap hari dan tidak mengenal waktu, kadang dari jam 10 malam sampai adzan subuh mereka baru berhenti, padahal besok mereka harus kerja. Tapi sejak SMA kelas 2 hal itu dilarang oleh pemerintah setempat dan pak polisi aktif dalam bersosialisasi dengan mendatangi gardu kami setiap hari, hingga akhirnya mereka berhenti main judi dan digantikan dengan main halma.

Di dalam Al Qur’an yang tidak ada pertentangan di dalamnya, telah menjelaskan dalam surat Al Maidah ayat 90, Allah berfirman;

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” QS. Al Maidah: 90

Sudah jelas berjudi termasuk perbuatan syaitan, perbuatan yang seharusnya dihindari sebagai seorang keturunan Adam dan Hawa, bukan malah bersifat lunak kepada perbuatan syaitan yang telah membuat orang tua kita terlempar dari surga karena bisikannya. Toh di akhir ayat itu ada bonus dari Allah jika kita menjauhi perbuatan itu kita akan mendapat keberuntungan.

Sekarang apakah Menteri Pemuda dan Olahraga menyilahkan berjudi? Agar seseorang tidak melakukan pengaturan skor. Atau melarang judi agar tidak ada lagi pengaturan skor, karena pera penjudi telah masuk bui? Silahkan dipilih pak menteri.

Advertisements

0 Responses to “Menteri Pemuda dan Olahraga Menyilahkan Berjudi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s