Mengatasi Bentrok Antar Perguruan Pencak Silat

Tensi permusuhan antar perguruan pencak silat di Madiun memang tak kunjung padam, hampir setiap tahun selalu ada pertikaian. Walaupun pengurus perguruan silat yang berseteru mendeklarasikan damai, tetap saja ‘pendekar abal-abal’ selalu konvoi ugal-ugalan di jalan dan berujung bentrok. Tak hayal, ujung-ujungnya masyarakat juga lah yang dirugikan.

Madiun seperti kembali ke jaman kerajaan dimana, hampir setiap daerah di Madiun dipasang prasasti, seperti menandakan daerah kekuasaan. Akibatnya permusuhan ini juga membuat masyarakat Madiun terpecah menjadi berkubu-kubu, lihatlah bagaimana pendekar-pendekar ‘Gerudug’ kantor Kelurahan Taman karena masalah prasasti.

Jiwa pendekar yang kesatria tidak ada lagi, digantikan jiwa keegoisan yang terlewat batas. Atas nama persaudaraan, sistem ‘Gerudug’ menjadi halal.

Ditengah degradasi moral anak-anak remaja, seharusnya perguruan silat memberikan bimbingan untuk menjadikan siswanya menjadi pendekar sejati. Pendekar yang beraga kuat, berjiwa kesatria dan berprestasi.

Silat Dan Anak-anak Muda

Minat anak-anak muda Madiun terhadap pencak silat sangatlah besar, buktinya ribuan calon pendekar melakukan ‘sah-sah’an’ setiap tahunnya. Tetapi fenomena itu ibarat riak dipantai, banyak tapi tak bertenaga. Alhasil jumlah atlet silat tak meningkat tetapi tensi permusuhan meningkat.

Minat anak-anak muda yang besar kepada silat seharusnya bisa dijadikan modal dasar melestarikan budaya silat, agar tidak terjadi klaim silat milik negara lain seperti kasus Reog Ponorogo.

Minat yang besar kepada silat biasanya terbelenggu oleh permusuhan, dimana banyak kasus anak tertarik pencak silat tetapi dilarang orang tua karena masalah keamanan. Permusuhan ini ibarat benalu yang akan menggerogoti perguruan silat itu sendiri, hasilnya terciptalah banyak ‘pendekar Gerudugkan’. Jika permusuhan ini terus berlanjut, pamor perguruan silat akan turun dan pemikiran negatif tentang silat terus berlanjut dan menguat.

Jika masyarakat Madiun ingin, ‘cah Madiun’ memberikan medali emas di PON (Pekan Olahraga Nasional) dan konflik perguruan silat selesai, pendidikan dan pengenalan silat di usia dini adalah solusinya. Masyarakat Madiun pasti bangga jika ada atlet silat berhasil menyumbangkan Medali emas untuk tim PON Jatim dan permusuhan berakhir.

Program Masyarakat Madiun Bersatu Aktif Silat

Untuk menghapus permusuhan antar perguruan silat Madiun dan meningkatkan atlet-atlet pencak silat, maka program ini akan kami buat.

    • Mengajarkan silat sejak usia dini di sekolah SD – SMA.Sejak SD sampai SMA, siswa harus diperkenalkan dengan olah raga silat ada jam khusus untuk belajar silat.

      Dalam hal ini siswa tidak ditekanan pada fisik, tetapi hanya pemanasan, teknik silat dan pendidikan jiwa kesatria. Kenapa begitu? Karena tidak semua manusia mempunyai fisik yang kuat, jika ditenkankan latihan fisik siswa akan ‘ogah-ogahan’.

      Sedangkan teknik silat guna untuk mempertahankan diri jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan. Pendidikan jiwa kesatria untuk menancapkan jiwa kesatria pada setiap siswa, sehingga terciptalah generasi pendekar silat unggul.

    • Guru silat diambil dari kedua perguruan.
      Guru silat untuk siswa minimal ada 2 dari perguruan silat yang berselisih, dimana guru-guru tadi mengajarkan kerja sama tim dan arti hidup sehat sehingga kedepan akan hilang rasa permusuhan antar perguruan.

 

  • Subsidi kepada siswa-siswa yang tertarik menjadi atlet silat.
    Untuk menciptakan atlet-atlet baru, pemerintah akan memberikan subsidi kepada siswa yang tertarik menjadi silat dan diperkenankan belajar di perguruan silat yang diminatinya.Tentunya pendidikan tetap nomer 1, jika ada atlet silat nilai sekolahnya jeblok, ia harus stop kegiatan silat sampai nilai sekolahnya membaik dan selama itu perguruan harus membantu atlet meningkatkan nilai sekolahnya.
  • Setiap bulan akan diadakan lomba silatGuna meningkatkan mental, pengalaman dan mendapatkan mencari atlet silat potensial. Akan diadakan lomba silat setiap bulan, dimana setiap perguruan mendaftarkan atlet terbaik mereka untuk bertanding. Untuk meningkatkan kualitas pertandingan, pemerintah akan mengundang atlet-atlet dalam dan luar negeri untuk bertanding.

    Agar masyarakat mau berbondong-bondong melihat lomba pencak silat, sebelum hari H akan dipromosikan di radio-radio dan televisi lokal di Madiun dan pertandingan akan disiarkan secara langsung.

Dari 4 kebijakan itu, insyallah masalah seperti permusuhan dan kekurangan atlet silat dapat diatasi. Selain itu budaya silat tidak akan hilang, masyarakat Madiun akan sehat karena program silat usia dini. Serta akan ada pekerjaan baru sebagai guru silat.

Jika program Masyarakat Madiun Bersatu Aktif Silat dijalankan dan dikawal dengan baik, insyallah medali emas PON dari ‘cah Madiun’ akan terwujud dan tak ada lagi tawuran setiap tahun di Madiun.

Masyarakat Madiun online apakah punya ide lain atau tambahan tentang pencak silat di Madiun, silahkan komentar di bawah dan didiskusikan. Jika ada ide baru, akan kami tambahkan / mempublikasikan artikel baru tentang pencak silat Madiun.

Advertisements

0 Responses to “Mengatasi Bentrok Antar Perguruan Pencak Silat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s