Hai Islam Nusantara, Tetap Lewat Pintu Belakang Atau Lewat Pintu Depan?

يَسـَٔلونَكَ عَنِ الأَهِلَّةِ ۖ قُل هِىَ مَوٰقيتُ لِلنّاسِ وَالحَجِّ ۗ وَلَيسَ البِرُّ بِأَن تَأتُوا البُيوتَ مِن ظُهورِها وَلٰكِنَّ البِرَّ مَنِ اتَّقىٰ ۗ وَأتُوا البُيوتَ مِن أَبوٰبِها ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُم تُفلِحونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. Al-Baqarah: 189)

Umat Islam di Indonesia telah disibukkan oleh gerakan orang munafik yang ingin merubah Islam yang sesuai hawa nafsu mereka. Para munafik ini tergabung dalam gerakan Islam Nusantara yang hina, ingin menggabungkan Islam dengan ajaran nenek moyang mereka. Padahal الله عز وجل telah menyempurnakan agama ini dan tidak perlu lagi tambahan atau pengurangan dari pemikiran pemikiran manusia yang bisa salah.

Untuk siapa saja yang tergoda masuk Islam Nusantara, bertobatlah, bacalah surat Al Baqarah ayat 189 tentang larangan memasuki rumah lewat pintu belakang. Apa hubungan ayat ini dengan Islam Nusantara? Simak dan perhatikanlah saudara ku.

Ketika selesai musim haji, di dalam ash-Shahinain (dengan sanadnya) dari al-Barra’ ia berkata, “Dulu orang orang Anshar apabila berhaji lalu pulang, mereka tidak masuk dari pintu-pintu rumah. Kemudian salah seorang di antara mereka datang masuk dari arah pintu (depan), lalu ia dicela karena perbuatan tersebut maka turunlah ayat ini

… .Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. Al-Baqarah: 189)”

Abu Dawud meriwayatkan dari Syu’bah dari Abu Ishaq dari al-Barra’, ia berkata, “Dahulu orang-orang Anshar apabila datang dari perjalanan mereka, tidak ada orang yang masuk dari arah pintunya (pintu depan). Kemudian turunlah ayat ini.”

Memasuki rumah lewat pintu belakang adalah salah satu tradisi jahiliyah kaum Anshar ketika selesai melakukan perjalanan dan melakukan ibadah haji. Dan kaum Anshar menganggap itu (masuk lewat pintu belakang) adalah sebuah kebajikan dan iman kepada الله عز وجل.

Jika ada Fulan yang pulang setelah melaksanakan ibadah haji memasuki pintu depan akan di cela oleh mereka, sepertinya Fulan telah melakukan perbuatan tercela, padahal tidak (mengapa masuk dari pintu depan). Memasuki rumah lewat pintu belakang setelah pulang dari haji adalah tindakan yang mengada-ada dan tidak bermanfaat, sehingga ditolak oleh الله عز وجل dengan turunnya surat Al-Baqarah 189.

Turunnya surat Al-Baqarah 189 untuk meluruskan persepsi keimanan dan kebajikan kaum Anshar yang salah dengan memasuki rumah lewat pintu belakang. Memasuki rumah lewat pintu belakang bukan salah satu bentuk ibadah untuk meningkatkan keimanan, tapi itu sekedar tradisi jahiliyah yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Sehingga memerintahkan mereka untuk memasuki rumah dari pintu-pintunya dan bertakwalah sebagai jalan keberuntungan.

Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. (QS. Al-Baqarah: 189)

Hai Islam Nusantara apakah kau masih hendak menggabungkan budaya jahiliyah kedalam Islam? Setelah diterangkannya bukti yang nyata kepada mu. Apakah kau akan memasuki rumah lewat “pintu-pintu belakang” untuk mempertahankan budaya jahiliyah? Atau bertakwa kepada الله عز وجل dengan memasuki rumah lewat “pintu-pintu depan” sehingga kamu mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat.

Bertakwalah kepada الله عز وجل saja karena hakikat keimanan yang mendasar adalah takwa sehingga kamu mendapatkan keberutungan mutlak di dunia dan akhirat. Dan tinggalkanlah tradisi-tradisi jahiliyah yang kosong dan tidak bermanfaat bagimu. Tinggalkanlah fanatisme jahiliyah karena nenek moyang mu dulu membuat budaya-budaya sesuai hawa nafsu mereka, bukan karena ketaatan mereka kepada الله عز وجل.

Advertisements

2 Responses to “Hai Islam Nusantara, Tetap Lewat Pintu Belakang Atau Lewat Pintu Depan?”


  1. 1 Rony Syahroni August 29, 2015 at 6:12 pm

    Ha..ha..hi..hii…hi.., biarin aja dah dikatain kaya kuntilanak, emangnya aku senang wis koyo kuntilanak, begitulah senangnya orang sama tradisi jahiliyah, AlQuran dipunggungkan seperti keledai bawa barang, masih bagus keledai yang tanpa akal, akan tetapi wong Jowo boga otak, aku sendiri bingung bercampur heran, Islam Nusantara, Orang Islam jawa Tuhannya Nusantara(adat Jawa) yang penuh dengan mistik JIn, wafak, pusaka, kyai slamet (kebo bule), wayang kulit, sesajen, skaten, kuburan wali, acara surooooooooooo, dan susah banget ngitungnya saking banyaknya tuh adat jawa, terlebih didalam kraton..nggak ngerti aku, Kok Allahnya dicampur aduk sama adat Jawaaaaaaaaa kebangetan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s