Archive for July, 2015



Rencana Kerja Usaha “Wholesaler” Beras di Sidoarjo

بسم الله الرحمن الرحيم

Ini adalah agenda atau rencana kerja yang kususun untuk usaha baru ku menjadi wholesaler beras wilayah Sidoarjo, setelah sekian lama fakum dalam bisnis. Sekarang aku mulai optimis lagi membangun kejayaan usaha beras di Sidoarjo, doain ya!

Saya akan menggunakan metode brainstroming dengan memberikan pertanyaan kepada diri saya sendiri dan menjawabnya agar mudah dimengerti.

Dimana kamu berbisnis?

Bisnis baru akan bekerja di Sidoarjo, salah satu kota besar di wilayah propinsi Jawa Timur yang menjadi sentara industri. Sidoarjo adalah salah satu kota paling strategis untuk memulai usaha baru terutama kebutuhan pokok, karena apa? Sidoarjo adalah kota pabrik, ya hampir setiap mata memandang anda akan menemukan pabrik-pabrik bersekala besar maupun kecil di sana. Dengan demikian banyak pendatang dari penjuru Indonesia untuk bekerja menjadi buruh pabrik, mereka membangun keluarga di sana, keluarga butuh pangan dan kami akan memenuhi kebutuhan utama mereka yaitu beras.

Pabrik yang terbesar dan terkenal di sana adalah Maspion, Polygon, Avian dan lain-lain yang dapat menampung ribuan orang bekerja di pabrik tersebut, jika anda pernah ke sana ketika jam pulang kerja, anda akan mendapati ribuan orang keluar dari pabrik seperti tidak ada habis-habisnya dan memacetkan jalan raya. Jika 1 pabrik saja mempunyai ribuan karyawan bagaimana dengan ratusan pabrik yang didirikan di wilayah Sidoarjo. Mereka adalah calon konsumen kami.

Apakah kamu sudah punya tempat?

Sudah, di wilayah Buduran desa Wadungasih. Tempat yang sangat strategis dalam memulai bisnis, bahkan kami sudah membangun gudang besar di sana dan siap untuk menampung berton-ton besar untuk dipasarkan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Buduran adalah salah satu sentara industri padat di wilayah Sidoarjo, setiap jengkal tanah penuh dengan rumah dan kos-kosan untuk tempat tinggal. Dan di desa Wadungasih, kurang lebih ada 10 pabrik besar yang berdiri di sana, pabrik Avian, Polygon, Maspion, Bernady bahkan pabrik sekala kecil seperti pabrik kabel dan jamu.

Selain itu banyak bisnis sekala kecil seperti toko yang bisa menjadikan partner bisnis agar mereka mengambil beras dari kami dan tidak perlu jauh-jauh ke pasar atau ke Surabaya hanya untuk membeli beberapa sak beras. Membeli kebutuhan pokok ke Surabaya akan memakan waktu dan biaya yang banyak, juga tidak aman dan macet. Beberapa kali kejadian oknum tukang parkir yang tidak amanah, membantu mencuri barang dagangan di dalam mobil. Dengan bekerja sama dengan kami waktu bermacet-macet di jalanan Surabaya bisa dipotong dan anggaran tidak membengkak sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Peralatan apa yang sudah siap dan belum dipersiapkam?

Di dalam gudang baru tatakan beras, stempel, motor, laptop dan listrik sudah siap sedia. Sedangkan meja, mobil, website dan lain-lain yang belum terpikirkan.

Apa kamu berencana membuat bisnis online?

Ya sudah pasti karena basic saya adalah internet marketing saya memahami seluk beluknya, dari membuat website, SEO, dan social media marketing. Saya sudah berencana membuat website dengan domain berasssidoarjo.com dan hosting seharga Rp. 250.000. Selain itu saya siap membeli theme WordPress model portofolio seharga $43 di themeforest.com yang bernama Milo. Alamat email berassidoarjo@gmail.com sudah aku buat, facebook page Butir Beras Distributor sudah beras dan untuk Twitter masih belum karena terkendala verifikasi handphone.

Mempunyai website yang menarik dan profesional akan membuat calon pelanggan melihat bisnis kita tidak main-main dan dikerjakan secara profesional. Menfaatkan ilmu yang pernah saya pelajari tentang SEO akan membantu website kita mendapatkan pengunjung lewat mesin pencari Google. Banyak jasa SEO yang bisa kami sewa untuk membuat website kita bisa menduduki peringkat pertama dan juga bisa memanfaatkan iklan berbayar Google. Estimasi biaya yang dikeluarkan untuk ini Rp. 1.000.000.

Facebook fan page juga kami manfaatkan untuk mengunci calon konsumen kita agar bisa tetap selalu berhubungan dengan mereka melalui fan page. Kami juga akan memanfaatkan iklan berbayar Facebook untuk menjaring calon konsumen baru, yang leibh dikenal dengan social media marketing.

Twitter hanya sebagai pelengkap saja, kami belum begitu mengerti soal beriklan di Twitter.

Melihat apa yang akan kami lakukan ke depan lewat internet, kurang lebih biaya yang akan kami keluarkan sebesar Rp. 2.000.000 untuk domain, hosting, theme WordPress dan biaya iklan di social media.

Bagaimana cara anda promosi offline?

Promosi offline adalah bagian penting dari marketing untuk mencari konsumen secara langsung / face to face. Salah satu strategi yang akan saya lakukan secara terus menerus adalah mendatangi toko-toko untuk menawarkan produk kami sehingga mau mengambil beras ke kami tidak lagi ke tempat lain. Setiap hari saya akan berkeliling Sidoarjo menarwarkan produk saya, minimal 10 toko / harinya kami tawarkan produk kami.

Selain itu setiap bulan kami akan mengadakan operasi pasar beras murah di wilayah-wilayah Sidoarjo, selain membantu kami menjual beras dengan cepat juga akan menarik konsumen baru di setiap acara operasi pasar.

Teknik marketing lainnya, kami akan membuat 100 kaos dengan desain menarik yang akan kami berikan kepada pelanggan baru atau setia, sehingga ketika mereka memakai kaos itu akan menjadi iklan jalan gratis. Setiap orang yang melihat baju itu akan menjadi calon konsumen kami.

Strategi kerja sama bisnis anda?

Demi efisensi waktu dan biar cepat timbulnya kerja sama, kami mengambil resiko dengan memberikan kepercayaan kepada toko. Kami akan memberikan 1 sak beras dan bisa dibayar belakang, dengan begitu kepercayaan antar kami dan toko cepat terjalin, ini adalah salah satu speed of trust. Walaupun ada resiko toko tidak membayar, tapi kami yakin mereka mampu, jikalau mereka tidak membayar tentu kerja sama ini hanya cukup kali ini saja. Kami tidak mau tertipu untuk ke 2 kalinya.

***

Demikianlah brainstroming kami, semoga dapat membantu kami dan pembaca bagaimana memulai bisnis dengan baik. Saya berdoa semoga rencana bisnis ini lancar dan berkah. Insha Allah.

Advertisements

Agar Terhindar Dari Sifat Sifat Kafir Syiah

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّۭا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (Al-Hashr ayat 10).

***

Kemarin saya menonton ceramah di Rodja TV tentang keutamanaan sahabat Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم dan penceramahnya adalah Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas. Ustadz yang terkenal tegas ini menjelaskan secara gamblang keutamaan para sahabat dan membalas tuduhan-tuduhan keji kaum kafir Syiah. Nah dalam ceramahnya ada 1 hal yang ku ingat, disarankan untuk membaca 3 ayat Al Qur’an untuk membantah fitnah-fitnah kafir Syiah terhadap sahabat Rasulullah.

3 ayat itu ada pada surat Al-Hashr ayat 8-10, Allah عز وجل berfirman;

(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor),

mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (Al-Hashr ayat 8-10).

3 ayat yang indah itu menjelaskan jika keutamaan para sahabat Rasulullah, dalam ayat ke 8 pada surat Al-Hasr terdapat kalimat “Mereka itulah orang-orang yang benar”. Siapa mereka yang dimaksud? Ya mereka adalah penduduk Mekah yang berhijrah ke Madinah. Mereka meninggalkan kampung halaman dalam keadaan miskin karena harta benda mereka ditinggal di Mekah untuk memenuhi seruan hijrah, dan Allah عز وجل menjelaskan kondisi mereka di Al-Hashr ayat 8 dan memberikan penghargaan “mereka itualah orang-orang yang benar”.

Abu Bakar hijrah, Umar hijrah, Ustman hijrah dan begitu pula sahabat-sahabat lainnya. Celakanya kafir Syiah malah menghujat dan mencela sahabat-sahabat Rasulullah yang berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah. Yang mereka cela adalah Abu Bakar dan Umar salah satunya, jika begitu bukankah ini sudah berkontradiksi dengan surat Al-Hasr ayat 8? Celakalah kau Syiah, kau telah menghujat orang-orang yang benar.

Surat Al-Hasr ayat 9 menjelaskan keutamaan orang-orang anshar yang telah ikhlas membantu Rasulullah dan sahabat-sahabatnya yang telah kesusahan setelah berhijrah ke Madinah. Mereka (kaum anshar) mencintai dan mengutakaman orang-orang yang berhijrah dari pada mereka sendiri, dan tidak ada rasa dengki diantara mereka, dan mereka (kaum anshar) adalah orang-orang yang beruntung.

Sedangkan Al-Hasr ayat 10, ini ayat istimewa menurutku. Kenapa istimewa? Karena ayat ini untuk kita. Bacalah baik-baik setiap kata, setiap baris dan setiap maknanya. Dalam ayat ini Allah berfirman “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka”, siapa orang-orang yang sesudah mereka? Tak lain adalah kita.

Dalam Al-Hasr ayat 10 orang-orang sesudah mereka berdoa, “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.

Kita yang sebagai orang-orang sesudah mereka ada baiknya menghapal ayat ini sebagai pegangan, dan ini adalah doa yang baik.

Menurut Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas, doa ini akan melindungi kita dari sifat-sifat orang kafir Syiah. Karena di dalam doa terdapat doa yang meminta kepada Allah untuk memberikan ampunan kepada saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami. Siapa orang-orang beriman lebih dulu dari kami? Yaitu kaum muhajirin dan kaum anshar, yang telah disebutkan dalam surat Al-Hasr ayat 8-9.

Selain itu di dalam doa itu ada kalimat “janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman”. Setiap muslim adalah saudara, dan diwajibkan untuk menjaga mulut kita untuk mencela saudara kita. Nah ini berbanding terbalik dengan orang-orang kafir Syiah yang waktunya digunakan untuk mencela orang-orang beriman.

Dan doa ditutup dengan kalimat yang indah, “Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”, yang ditunjukan bagi Allah عز وجل karena memang seperti itulah sifat-sifat-Nya.

Doa dalam surat Al-Hasr ayat 10 ini diperuntukan untuk kita, sedangkan orang-orang kafir Syiah tidak akan bisa berdoa seperti itu. Karena apa? Mereka mencela sahabat dan membenci orang-orang beriman. Semoga Allah menjaga kita dari bahaya kafir Syiah dan tetap menapaki jalan yang lurus.

Wallahu’alam

Jawaban “Jangan Sok Suci”

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلْعَذَابُ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”(QS. Al An’aam ayat 48-50).

***

Sering mendengar orang bilang “sok suci sendiri”, “jangan sok suci” dan perkataan-perkataan yang buruk kepada kita, disaat kita berdakwah atau ketika sedang menjaga diri dari larangan Allah عز وجل. Yah saya sering mendengar perkataan seperti itu, dan itu sangat menyakitkan hati.

Dulu ada ulama yang menasehati masyarakatnya untuk menjauhi zina di satu wilayah negeri ini (tahu sendiri itu dimana), tapi masyarakatnya malah merespon jika “Ustadz kok hobinya kawin!”, “Pacaran gak boleh, tapi punya bini 4!”, “Jangan sok suci lho!” dan perkataan-perkataan buruk lainnya.

Kini di era social media, orang-orang “sok bejat” mengekspresikan kekufurannya lewat social media, berikut ini salah satu gambaran betapa buruk akhlak mereka.

ScreenHunter_368 Jul. 04 07.28ScreenHunter_369 Jul. 04 07.33

Sulit dipahami kenapa mereka menolak nasehat, padahal nasetah itu dapat memperbaiki diri sehingga mempunyai akhlak yang mulia.

Sombong telah membutakan mata dan hati, nasehat yang seharusnya menjadi cermin untuk memperbaiki diri dirusak dengan keangkuhannya. Sifat sombonglah yang membuat Iblis dilaknat Allah عز وجل karena tidak mau bersujud kepada nabi Adam. Sifat sombonglah yang membuat Firaun menganggap dirinya Tuhan. Sifat sombonglah yang membuat Abu Lahab membenci Rasulullah dan menjadi kafir. Tak bisakah kau ambil pelajaran dari itu?

Tapi ketika sifat sombong berhasil ditundukan, kau akan mendapati manusia mulia, setiap langkahnya bak cahaya yang memberi kehidupan orang-orang sekelilingnya. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khilafah, dalam sekecap ia membuang semua apa yang dapat membuat dirinya sombong. Baju sutra yang dulu biasa dipakai telah diganti dengan baju putih biasa yang lusuh, sehingga kita orang melihat dia lebih mirip orang miskin daripada khilafah. Tapi apa? Masa pemerintahannya adalah salah satu masa emas yang tercatat dalam sejarah Islam.

Contoh lain, jika saja nabi Musa tak membuang sifat sombongnya ketika bersama nabi Khidir, mungkin nabi Musa tidak akan mendapati penjelasan-penjelasan nabi Khidir (baca kisah di surat Al-Kahf 18 ayat 66). Maka dari itu orang-orang “sok bejat”, turunkalah tensi sombong mu sedikit saja dan ambilah 1 nasehat, karena itu akan membuat diri mu mempunyai akhak mulia yang disukai semua orang.

Kembali ke jawaban “jangan sok suci”, sebagai pegiat dakwah kadang ketika dakwah atau nasehat ditolak kita merasa sedih. Setelah membuka kitab Al Qur’an dan mencari-cari firman Allah عز وجل apa yang dapat meng-counter kalimat “jangan sok suci”. Alhamdulillah ternyata ada, dan ditulis dengan indah pada surat Al An’aam ayat 48-50.

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”(QS. Al An’aam ayat 48-50).

Hai orang-orang “sok bejat”, sesungguhnya Allah telah mengutus Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan bagi mereka yang ingkar. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati karena mereka yang taat dijanjikan surga oleh Allah عز وجل.

Dan siapa-siapa yang tidak taat kepada Allah, mereka akan ditimpa siksa yang pedih karena kesombongan mu waktu di dunia. Dan ingatlah janji Allah itu benar.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mu bahwa aku ini malaikat yang suci, seperti yang kau tuduhkan dengan kalimat hina “jangan sok suci” mu.

Yang aku katakan kepada mu adalah aku hanya mengikuti apa yang difirmankan Allah عز وجل di dalam Al Qur’an. Dan mengikuti akhlak-akhlak mulia Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم.

Sudah kusampaikan apa yang telah menjadi kewajiban ku, sekarang apakah kamu masih tidak memikirkannya?

Solusi Begal Indonesia Adalah “Hirabah”

إِنَّما جَزٰؤُا۟ الَّذينَ يُحارِبونَ اللَّهَ وَرَسولَهُ وَيَسعَونَ فِى الأَرضِ فَسادًا أَن يُقَتَّلوا أَو يُصَلَّبوا أَو تُقَطَّعَ أَيديهِم وَأَرجُلُهُم مِن خِلٰفٍ أَو يُنفَوا مِنَ الأَرضِ ۚ ذٰلِكَ لَهُم خِزىٌ فِى الدُّنيا ۖ وَلَهُم فِى الءاخِرَةِ عَذابٌ عَظيمٌ

إِلَّا الَّذينَ تابوا مِن قَبلِ أَن تَقدِروا عَلَيهِم ۖ فَاعلَموا أَنَّ اللَّهَ غَفورٌ رَحيمٌ

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Maaidah ayat 33 – 34)

Beberapa belakangan ini, televisi Indonesia disibukkan dengan aksi sekelompok penjahat yang suka merampas sepeda montor, atau biasa disebut dengan begal. Kelompok begal ini berani melukai bahkan sampai membunuh pemilik sepeda montor, agar pembegal segera mendapatkan hasil rampasannya.

Sebenarnya aksi begal dari dulu sudah rame, cuma dulu tidak terekspos media jadi terkesan tenang tenang aja. Nah sekarang media di Indonesia aja sudah mencapai puluhan, dari TVRI sampai Net semua memberitakan begal, jadi terkesan lagi musim begal padahal tidak.

Akhirnya saya menarik kesimpulan hukuman buat pembegal tidaklah effektif di Indonesia, nyata sudah 70 tahun merdeka, masih aja kasus perampasan terjadi bahkan semakin mengerikan setiap tahunnya. Padahal dari segi ekonomi dan pendidikan sudah semakin maju tapi masalah-masalah klasik tak kunjung selasai. Kenapa aku bilang hukuman buat pembegal di Indonesia tidak effektif, silahkan baca berita “2010 Njambret, Maret Bebas dari Penjara, Juni Mencuri Motor“. Sudah jelaskan?

Saya membuat artikel ini terinspirasi dari tweet IS (Islamic State) yang melakukan hukuman sesuai syariat Islam bagi pelaku Hirabah, dengan memotong kaki dan tangan secara bersilangan. Pertama memang terkesan sadis, akhirnya saya mencoba mencari dasar hukum mereka dan ternyata memang ada. Rasa kemanusiaan ku aku hapus, jika memang hukuman itu sesuai syariat Islam, karena kacamata ku Islam bukan hawa nafsu.

ScreenHunter_350 Jul. 01 06.24

Hirabah adalah salah satu model kriminal, dimana perbuataannya lebih keji dari pembunuhan, bahkan perbuatan hirabah adalah salah satu perbuatan yang dimurkai oleh Allah. Di dalam hirabah terdapat perampasan, teror, pembunuhan dan kerusakan yang digabung menjadi satu. Dan semua tingkah itu ada di dalam pelaku begal saat ini. Pelaku begal mampu merampas sepeda motor, menterror suatu tempat, jika kepepet mereka berani membunuh korban dan uang hasil rampasan biasanya dibuat untuk mabuk, judi dan main wanita.

Nah kenapa hukuman bagi hirabah begitu keras? Lebih baik kita lihat asal usulnya. Orang-orang Urainah saat mereka ke Madinah dan merasakan sakit karena cuaca berbeda dari tempat asalnya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan mereka mendatangi unta dan susunya. Tetapi ketika mereka sudah sehat, mereka murtad dan malah membunuh pengembalanya dan membawa pergi untanya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim sekelompok orang untuk mencari mereka, lalu mereka ditangkap. Mata mereka dicongkel dan tangan mereka dipotong, dan membiarkan mereka terkapar dibawah terik matahari dikota al-harrah, dan mereka mati dalam kondisi tersebut.

“Dari Anas ibn malik menerangkan : beberapa orang dari ukal dan urainah datang menemui Rasulullah saw. Dan mengikrarkan keislamannya. Mereka menyuruh mereka membawa beberapa ekor unta serta seseorang pengembala. Nabi menyuruh mereka keluar dari kota madinah. Mereka meminum air kencing unta dan susunya. Sesampai disudut kota al-harrah, mereka kembali murtad ( setelah sebelumnya mengaku memeluk agama islam ) dan memebunuh si pengembala yang ditunjuk Nabi, dan mereka membawa lari unta-unta itu. Penghianatan itu sampai beritanya kepada Nabi saw. Nabi mengirimkan pasukan untuk mengejar mereka, dan menyuruh para sahabat untuk mengambil tindakan terhadap mereka. Mata mereka dicongkel dan tangan mereka dipotong, dan membiarkan mereka terkapar dibawah terik matahari dikota al-harrah, dan mereka mati dalam kondisi tersebut. (HR Aljamaah; Almuntaqa II : 732 )“.

Peristiwa di atas menjadi asbabu nuzul surat Al maidah ayat 33 dan 34 yang telah saya tulis sebelumnya. Tindakan Rosulullah yang mencongkel mata pelaku akhirnya ditegur oleh Allah, dan hukuman bagi orang-orang seperti adalah di salib, dipotong tangan dan kaki secara silang.

Kenapa pelaku hirabah hukumannya berbeda dengan pencuri? Pencuri itu melakukan aksinya secara diam-diam, sedangkan hirabah melakukan aksinya secara terang-terangan, di jalanan dan membuat aksi terror di masyarakat, sehingga masyarakat takut untuk melakukan aktifitas di luar.

Dalam pandangan saya hukum itu harus effektif, dampaknya luas dan minim biaya. Nah jika Indonesia menghukum begal seperti pelaku hirabah, dengan memotong tangan dan kaki pelaku secara bersilangan, tentunya pelaku begal akan ketakutan seperti takutnya anak ayam kepada elang.

Jika Fulan terbukti melakukan aksi begal dan dihukum potong tangan dan kaki secara bersilangan, tentunya setelah sembuh kemungkinan besar Fulan tidak bisa membegal lagi, karena sudah lemah karena cacat. Tangan tak bisa digunakan untuk nge-gas motor, kaki tidak bisa digunakan untuk menghidupkan motor. Jikalau Fulan melakukan perbuatan begal lagi, korban bisa dengan mudah melumpuhkan Fulan. Jikalau Fulan berhasil membegal lagi, besok ketika tertangkap, Fulan akan kehilangan semua tangan dan kakinya, dan berakhirlah sudah kisah begalnya. Lihatlah penjelasan saya, sangat effektif menghukum pelaku begal. Sehingga pelaku begal yang terbukti bersalah, hanya punya kesempatan 1 kali begal.

Hukuman Islam bagi pelaku hirabah, akan mempunyai dampak yang sangat luas. Karena pelaku-pelaku begal yang belum tertangkap, mereka akan berfikir 2 kali sebelum melakukan aksi begalnya karena melihat Fulan yang tertangkap mendapatkan hukuman yang begitu keras.

Hukuman Islam bagi pelaku hirabah minim biaya, karena cuma perlu mengobati luka karena tangan dan kaki pelaku begal telah putus, dan setelah itu diasingkan dibuang ke gurun atau hutan. Bandingkan dengan hukum Indonesia bagi belaku begal dipenjara, pemerintah harus membiayai kebutuhan hidup mereka minimal makan 2 kali sehari, selama masa hukuman.

Jika saya Indonesia menerapkan hukuman ini di 1 wilayah aja, minimal Jakarta yang banyak pelaku begalnya. Sudah tentu, Jakarta aman dari begal.

Wallahu’alam


Blog Stats

  • 294,503 hits
Advertisements