Agar Terhindar Dari Sifat Sifat Kafir Syiah

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوبِنَا غِلًّۭا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌۭ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (Al-Hashr ayat 10).

***

Kemarin saya menonton ceramah di Rodja TV tentang keutamanaan sahabat Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم dan penceramahnya adalah Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas. Ustadz yang terkenal tegas ini menjelaskan secara gamblang keutamaan para sahabat dan membalas tuduhan-tuduhan keji kaum kafir Syiah. Nah dalam ceramahnya ada 1 hal yang ku ingat, disarankan untuk membaca 3 ayat Al Qur’an untuk membantah fitnah-fitnah kafir Syiah terhadap sahabat Rasulullah.

3 ayat itu ada pada surat Al-Hashr ayat 8-10, Allah عز وجل berfirman;

(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor),

mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (Al-Hashr ayat 8-10).

3 ayat yang indah itu menjelaskan jika keutamaan para sahabat Rasulullah, dalam ayat ke 8 pada surat Al-Hasr terdapat kalimat “Mereka itulah orang-orang yang benar”. Siapa mereka yang dimaksud? Ya mereka adalah penduduk Mekah yang berhijrah ke Madinah. Mereka meninggalkan kampung halaman dalam keadaan miskin karena harta benda mereka ditinggal di Mekah untuk memenuhi seruan hijrah, dan Allah عز وجل menjelaskan kondisi mereka di Al-Hashr ayat 8 dan memberikan penghargaan “mereka itualah orang-orang yang benar”.

Abu Bakar hijrah, Umar hijrah, Ustman hijrah dan begitu pula sahabat-sahabat lainnya. Celakanya kafir Syiah malah menghujat dan mencela sahabat-sahabat Rasulullah yang berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah. Yang mereka cela adalah Abu Bakar dan Umar salah satunya, jika begitu bukankah ini sudah berkontradiksi dengan surat Al-Hasr ayat 8? Celakalah kau Syiah, kau telah menghujat orang-orang yang benar.

Surat Al-Hasr ayat 9 menjelaskan keutamaan orang-orang anshar yang telah ikhlas membantu Rasulullah dan sahabat-sahabatnya yang telah kesusahan setelah berhijrah ke Madinah. Mereka (kaum anshar) mencintai dan mengutakaman orang-orang yang berhijrah dari pada mereka sendiri, dan tidak ada rasa dengki diantara mereka, dan mereka (kaum anshar) adalah orang-orang yang beruntung.

Sedangkan Al-Hasr ayat 10, ini ayat istimewa menurutku. Kenapa istimewa? Karena ayat ini untuk kita. Bacalah baik-baik setiap kata, setiap baris dan setiap maknanya. Dalam ayat ini Allah berfirman “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka”, siapa orang-orang yang sesudah mereka? Tak lain adalah kita.

Dalam Al-Hasr ayat 10 orang-orang sesudah mereka berdoa, “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.

Kita yang sebagai orang-orang sesudah mereka ada baiknya menghapal ayat ini sebagai pegangan, dan ini adalah doa yang baik.

Menurut Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas, doa ini akan melindungi kita dari sifat-sifat orang kafir Syiah. Karena di dalam doa terdapat doa yang meminta kepada Allah untuk memberikan ampunan kepada saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami. Siapa orang-orang beriman lebih dulu dari kami? Yaitu kaum muhajirin dan kaum anshar, yang telah disebutkan dalam surat Al-Hasr ayat 8-9.

Selain itu di dalam doa itu ada kalimat “janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman”. Setiap muslim adalah saudara, dan diwajibkan untuk menjaga mulut kita untuk mencela saudara kita. Nah ini berbanding terbalik dengan orang-orang kafir Syiah yang waktunya digunakan untuk mencela orang-orang beriman.

Dan doa ditutup dengan kalimat yang indah, “Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”, yang ditunjukan bagi Allah عز وجل karena memang seperti itulah sifat-sifat-Nya.

Doa dalam surat Al-Hasr ayat 10 ini diperuntukan untuk kita, sedangkan orang-orang kafir Syiah tidak akan bisa berdoa seperti itu. Karena apa? Mereka mencela sahabat dan membenci orang-orang beriman. Semoga Allah menjaga kita dari bahaya kafir Syiah dan tetap menapaki jalan yang lurus.

Wallahu’alam

Advertisements

0 Responses to “Agar Terhindar Dari Sifat Sifat Kafir Syiah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s