Jawaban “Jangan Sok Suci”

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلْعَذَابُ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”(QS. Al An’aam ayat 48-50).

***

Sering mendengar orang bilang “sok suci sendiri”, “jangan sok suci” dan perkataan-perkataan yang buruk kepada kita, disaat kita berdakwah atau ketika sedang menjaga diri dari larangan Allah عز وجل. Yah saya sering mendengar perkataan seperti itu, dan itu sangat menyakitkan hati.

Dulu ada ulama yang menasehati masyarakatnya untuk menjauhi zina di satu wilayah negeri ini (tahu sendiri itu dimana), tapi masyarakatnya malah merespon jika “Ustadz kok hobinya kawin!”, “Pacaran gak boleh, tapi punya bini 4!”, “Jangan sok suci lho!” dan perkataan-perkataan buruk lainnya.

Kini di era social media, orang-orang “sok bejat” mengekspresikan kekufurannya lewat social media, berikut ini salah satu gambaran betapa buruk akhlak mereka.

ScreenHunter_368 Jul. 04 07.28ScreenHunter_369 Jul. 04 07.33

Sulit dipahami kenapa mereka menolak nasehat, padahal nasetah itu dapat memperbaiki diri sehingga mempunyai akhlak yang mulia.

Sombong telah membutakan mata dan hati, nasehat yang seharusnya menjadi cermin untuk memperbaiki diri dirusak dengan keangkuhannya. Sifat sombonglah yang membuat Iblis dilaknat Allah عز وجل karena tidak mau bersujud kepada nabi Adam. Sifat sombonglah yang membuat Firaun menganggap dirinya Tuhan. Sifat sombonglah yang membuat Abu Lahab membenci Rasulullah dan menjadi kafir. Tak bisakah kau ambil pelajaran dari itu?

Tapi ketika sifat sombong berhasil ditundukan, kau akan mendapati manusia mulia, setiap langkahnya bak cahaya yang memberi kehidupan orang-orang sekelilingnya. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khilafah, dalam sekecap ia membuang semua apa yang dapat membuat dirinya sombong. Baju sutra yang dulu biasa dipakai telah diganti dengan baju putih biasa yang lusuh, sehingga kita orang melihat dia lebih mirip orang miskin daripada khilafah. Tapi apa? Masa pemerintahannya adalah salah satu masa emas yang tercatat dalam sejarah Islam.

Contoh lain, jika saja nabi Musa tak membuang sifat sombongnya ketika bersama nabi Khidir, mungkin nabi Musa tidak akan mendapati penjelasan-penjelasan nabi Khidir (baca kisah di surat Al-Kahf 18 ayat 66). Maka dari itu orang-orang “sok bejat”, turunkalah tensi sombong mu sedikit saja dan ambilah 1 nasehat, karena itu akan membuat diri mu mempunyai akhak mulia yang disukai semua orang.

Kembali ke jawaban “jangan sok suci”, sebagai pegiat dakwah kadang ketika dakwah atau nasehat ditolak kita merasa sedih. Setelah membuka kitab Al Qur’an dan mencari-cari firman Allah عز وجل apa yang dapat meng-counter kalimat “jangan sok suci”. Alhamdulillah ternyata ada, dan ditulis dengan indah pada surat Al An’aam ayat 48-50.

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.

Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”(QS. Al An’aam ayat 48-50).

Hai orang-orang “sok bejat”, sesungguhnya Allah telah mengutus Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan bagi mereka yang ingkar. Barang siapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati karena mereka yang taat dijanjikan surga oleh Allah عز وجل.

Dan siapa-siapa yang tidak taat kepada Allah, mereka akan ditimpa siksa yang pedih karena kesombongan mu waktu di dunia. Dan ingatlah janji Allah itu benar.

Aku tidak pernah mengatakan kepada mu bahwa aku ini malaikat yang suci, seperti yang kau tuduhkan dengan kalimat hina “jangan sok suci” mu.

Yang aku katakan kepada mu adalah aku hanya mengikuti apa yang difirmankan Allah عز وجل di dalam Al Qur’an. Dan mengikuti akhlak-akhlak mulia Rasulullah صلى ا لله عليه وسلم.

Sudah kusampaikan apa yang telah menjadi kewajiban ku, sekarang apakah kamu masih tidak memikirkannya?

Advertisements

2 Responses to “Jawaban “Jangan Sok Suci””


  1. 1 Rony Syahroni August 29, 2015 at 5:54 pm

    Nggak usah dipikirin, kok repot sama pengabdi syetan, sudah sunnatullah, coba baca Yasin 12-21, wow, tiga(3) orang utusan Allah masih juga dilawan sama orang yang tidak menyenangi kebenaran dibantah, menghadapi orang demikian hanya mohon kepada Allah, untuk diberikan kesabaran yang prima (Ishbiruu washoobiru waraabithuu), ngga perlu kalah dg ucapan syetan, biarkan, kelak Allah menghukumnya, tidak akan lama ( Fadzarhum fii ghomrotihim hataa hiina), tunggu saja tanggal mainnya, demikian sabda Allah mesti terjadi jika mereka tdak mau bertobat, asalkan kita tidak perlu emosi, mengikuti kata-kata mereka, memang sudah begitu kelakuan syetan mah. dari zaman kibenen. orang-orang beriman sedang di imunisasi, oleh Allah dengan kata-kata yang buruk, mampu tidak bersabar, sambil ikhlash menerimanya, Insya Allah ada petunjuk jalan kemudahan yang Allah berikan……selamat buat orang yang mengatakan , Sok suci, sok alim luh ! semoga Allah memberikan petunjuk untuk bertaubat, slamat semua buat yang sedang beriman agar Allah menambah kesabaran kita untuk tetap dekat dengan Allah, biarin saja apa yang mereka katakan……..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s