Solusi Begal Indonesia Adalah “Hirabah”

إِنَّما جَزٰؤُا۟ الَّذينَ يُحارِبونَ اللَّهَ وَرَسولَهُ وَيَسعَونَ فِى الأَرضِ فَسادًا أَن يُقَتَّلوا أَو يُصَلَّبوا أَو تُقَطَّعَ أَيديهِم وَأَرجُلُهُم مِن خِلٰفٍ أَو يُنفَوا مِنَ الأَرضِ ۚ ذٰلِكَ لَهُم خِزىٌ فِى الدُّنيا ۖ وَلَهُم فِى الءاخِرَةِ عَذابٌ عَظيمٌ

إِلَّا الَّذينَ تابوا مِن قَبلِ أَن تَقدِروا عَلَيهِم ۖ فَاعلَموا أَنَّ اللَّهَ غَفورٌ رَحيمٌ

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,

kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Maaidah ayat 33 – 34)

Beberapa belakangan ini, televisi Indonesia disibukkan dengan aksi sekelompok penjahat yang suka merampas sepeda montor, atau biasa disebut dengan begal. Kelompok begal ini berani melukai bahkan sampai membunuh pemilik sepeda montor, agar pembegal segera mendapatkan hasil rampasannya.

Sebenarnya aksi begal dari dulu sudah rame, cuma dulu tidak terekspos media jadi terkesan tenang tenang aja. Nah sekarang media di Indonesia aja sudah mencapai puluhan, dari TVRI sampai Net semua memberitakan begal, jadi terkesan lagi musim begal padahal tidak.

Akhirnya saya menarik kesimpulan hukuman buat pembegal tidaklah effektif di Indonesia, nyata sudah 70 tahun merdeka, masih aja kasus perampasan terjadi bahkan semakin mengerikan setiap tahunnya. Padahal dari segi ekonomi dan pendidikan sudah semakin maju tapi masalah-masalah klasik tak kunjung selasai. Kenapa aku bilang hukuman buat pembegal di Indonesia tidak effektif, silahkan baca berita “2010 Njambret, Maret Bebas dari Penjara, Juni Mencuri Motor“. Sudah jelaskan?

Saya membuat artikel ini terinspirasi dari tweet IS (Islamic State) yang melakukan hukuman sesuai syariat Islam bagi pelaku Hirabah, dengan memotong kaki dan tangan secara bersilangan. Pertama memang terkesan sadis, akhirnya saya mencoba mencari dasar hukum mereka dan ternyata memang ada. Rasa kemanusiaan ku aku hapus, jika memang hukuman itu sesuai syariat Islam, karena kacamata ku Islam bukan hawa nafsu.

ScreenHunter_350 Jul. 01 06.24

Hirabah adalah salah satu model kriminal, dimana perbuataannya lebih keji dari pembunuhan, bahkan perbuatan hirabah adalah salah satu perbuatan yang dimurkai oleh Allah. Di dalam hirabah terdapat perampasan, teror, pembunuhan dan kerusakan yang digabung menjadi satu. Dan semua tingkah itu ada di dalam pelaku begal saat ini. Pelaku begal mampu merampas sepeda motor, menterror suatu tempat, jika kepepet mereka berani membunuh korban dan uang hasil rampasan biasanya dibuat untuk mabuk, judi dan main wanita.

Nah kenapa hukuman bagi hirabah begitu keras? Lebih baik kita lihat asal usulnya. Orang-orang Urainah saat mereka ke Madinah dan merasakan sakit karena cuaca berbeda dari tempat asalnya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengizinkan mereka mendatangi unta dan susunya. Tetapi ketika mereka sudah sehat, mereka murtad dan malah membunuh pengembalanya dan membawa pergi untanya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirim sekelompok orang untuk mencari mereka, lalu mereka ditangkap. Mata mereka dicongkel dan tangan mereka dipotong, dan membiarkan mereka terkapar dibawah terik matahari dikota al-harrah, dan mereka mati dalam kondisi tersebut.

“Dari Anas ibn malik menerangkan : beberapa orang dari ukal dan urainah datang menemui Rasulullah saw. Dan mengikrarkan keislamannya. Mereka menyuruh mereka membawa beberapa ekor unta serta seseorang pengembala. Nabi menyuruh mereka keluar dari kota madinah. Mereka meminum air kencing unta dan susunya. Sesampai disudut kota al-harrah, mereka kembali murtad ( setelah sebelumnya mengaku memeluk agama islam ) dan memebunuh si pengembala yang ditunjuk Nabi, dan mereka membawa lari unta-unta itu. Penghianatan itu sampai beritanya kepada Nabi saw. Nabi mengirimkan pasukan untuk mengejar mereka, dan menyuruh para sahabat untuk mengambil tindakan terhadap mereka. Mata mereka dicongkel dan tangan mereka dipotong, dan membiarkan mereka terkapar dibawah terik matahari dikota al-harrah, dan mereka mati dalam kondisi tersebut. (HR Aljamaah; Almuntaqa II : 732 )“.

Peristiwa di atas menjadi asbabu nuzul surat Al maidah ayat 33 dan 34 yang telah saya tulis sebelumnya. Tindakan Rosulullah yang mencongkel mata pelaku akhirnya ditegur oleh Allah, dan hukuman bagi orang-orang seperti adalah di salib, dipotong tangan dan kaki secara silang.

Kenapa pelaku hirabah hukumannya berbeda dengan pencuri? Pencuri itu melakukan aksinya secara diam-diam, sedangkan hirabah melakukan aksinya secara terang-terangan, di jalanan dan membuat aksi terror di masyarakat, sehingga masyarakat takut untuk melakukan aktifitas di luar.

Dalam pandangan saya hukum itu harus effektif, dampaknya luas dan minim biaya. Nah jika Indonesia menghukum begal seperti pelaku hirabah, dengan memotong tangan dan kaki pelaku secara bersilangan, tentunya pelaku begal akan ketakutan seperti takutnya anak ayam kepada elang.

Jika Fulan terbukti melakukan aksi begal dan dihukum potong tangan dan kaki secara bersilangan, tentunya setelah sembuh kemungkinan besar Fulan tidak bisa membegal lagi, karena sudah lemah karena cacat. Tangan tak bisa digunakan untuk nge-gas motor, kaki tidak bisa digunakan untuk menghidupkan motor. Jikalau Fulan melakukan perbuatan begal lagi, korban bisa dengan mudah melumpuhkan Fulan. Jikalau Fulan berhasil membegal lagi, besok ketika tertangkap, Fulan akan kehilangan semua tangan dan kakinya, dan berakhirlah sudah kisah begalnya. Lihatlah penjelasan saya, sangat effektif menghukum pelaku begal. Sehingga pelaku begal yang terbukti bersalah, hanya punya kesempatan 1 kali begal.

Hukuman Islam bagi pelaku hirabah, akan mempunyai dampak yang sangat luas. Karena pelaku-pelaku begal yang belum tertangkap, mereka akan berfikir 2 kali sebelum melakukan aksi begalnya karena melihat Fulan yang tertangkap mendapatkan hukuman yang begitu keras.

Hukuman Islam bagi pelaku hirabah minim biaya, karena cuma perlu mengobati luka karena tangan dan kaki pelaku begal telah putus, dan setelah itu diasingkan dibuang ke gurun atau hutan. Bandingkan dengan hukum Indonesia bagi belaku begal dipenjara, pemerintah harus membiayai kebutuhan hidup mereka minimal makan 2 kali sehari, selama masa hukuman.

Jika saya Indonesia menerapkan hukuman ini di 1 wilayah aja, minimal Jakarta yang banyak pelaku begalnya. Sudah tentu, Jakarta aman dari begal.

Wallahu’alam

Advertisements

1 Response to “Solusi Begal Indonesia Adalah “Hirabah””


  1. 1 Rony Syahroni August 30, 2015 at 4:39 am

    Beruntung Aku nggak jadi Presiden, jika aku jadi, mungkin sehari 1000 para korupsi dan pembunuh kejam dan perusak masyarakat aku sembelih, kayanya memang dalam tubuh pemerintahan banyak dajjal yang sudah masuk , kita lihat saja tindak-tanduknya, adanya ketakutan KPK suruh dibubarin, dan diadu domba, sangat sulit mencari orang-orang yang taat kepada Allah, sudah 70 tahun merdeka para pemimpin silih berganti malah makin marak kejahatan diluar dan dalam tubuh pemerintahan kita, Allah Maha tahu suatu saat mungkin ada yang tegas pemimpin bangsa kita,ntah kapan ya………………sedangkan berikutnya banyak generasi kita yang lahir menjadi pengemis, karena dari hasil mengemis menyekolahkan anak-ananknya, maka makin meraja lela Korupsi, jika ada pemimpin yang dihasilkan dari generasi mengemis…renungkan dan fikirkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s