Archive for February, 2015

Ayat Al Qur’an Favorit #2 Al An’am 1 – 3 : Siapa yang Menciptakan Langit dan Bumi

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Al An’am 1 – 3

Surat Al An’am surat yang terdiri dari 165 ayat dimana banyak menjelaskan tentang siapa yang telah menciptakan langit dan bumi, perdebatan antara Rasulullah dan orang orang kafir, serta kondisi orang orang kafir ketika di akhirat kelak.

Surat Al An’am telah menjadi target saya untuk menghapalnya karena jujur saya terkesima pertama kali mendengar dimulainya ayat ini yang hampir serupa dengan surat Al Fatihah, terdapatnya kata الْحَمْدُ لِلّٰـهِ yang berarti segala puji bagi Allah.

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi

Al An’am 1

Ayat dimulai dengan kalimat syukur yang menjadi salah satu sifat muslim untuk senang tiasa bersyukur atas nikmat. Tapi dalam ayat ini kita bersyukur terhadap apa? Bersyukur terhadap penciptaan langit dan bumi, sesuatu yang sering tidak kita sadari untuk disyukuri. Padahal bumi kita dimana berpijak dan langit terus menerus memberikan kehidupan dan perlindungan, tetapi jarang sekali kita bersyukur kepada Allah عزوجل yang telah menciptakannya dengan sebaik baiknya.

Allah عزوجل mengajari kita bersyukur dalam ayat ini, jika kita jalan jalan melihat pemandangan bumi yang indah dan luas, langit yang biru ingatlah untuk bersyukur kepada Allah عزوجل yang telah menciptakannya. Apakah begitu sulit kita untuk bersyukur? Padahal cukup berkata الْحَمْدُ لِلّٰـهِ. Mudah dan simpel tak memakan tenaga yang ekstra dan perlu anda ingat Allah juga maha mensyukuri.

Sesungguhnya Allah maha mensyukuri kebaikan

Al Baqarah 158

Jika Allah maha mensyukuri setiap kebaikan hamba-Nya, seorang hamba Allah yang taat seharusnya juga panda bersyukur atas nikmat nikmat yang telah diberikan-Nya. Apakah kita masih tidak mau bersyukur, sedangkan Allah maha mensyukuri?

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan mengadakan gelap dan terang

Al An’am 1

Setelah kita mensyukuri nikmat Allah عزوجل tentang penciptaan langit dan bumi, kalimat berikutnya menjelaskan kita untuk mensyukuri nikmat Allah عزوجل yang telah mengadakan gelap dan terang. Lagi lagi adanya gelap dan terang jarang sekali kita syukuri, seringkali kita melihat Matahari terbit cahaya bertaburan dilangit dan Matahari terbenam gelap menyelimut langit hanya sebagai fenomena alam semata.

Bayangkan jika Allah عزوجل menghentikan rotasi Bumi 1 hari sehingga dalam suatu wilayah itu hanya mendapatkan 1 hari terang tanpa malam, tentunya aspal aspal di jalan akan meleleh, hewan hewan ternak kepanasan, binatang nocturnal akan bingung mencari makan, kita manusia akan sulit beristrahat ketika langit terang. Apakah kita mampu hidup di tengah kondisi seperti itu? Sudah pantas kita bersyukur kepada Allah عزوجل yang telah mengatur siang malam sehingga kita dapat bekerja di siang hari dan beristirahat di malam hari.

Tapi dari penciptaan langit dan bumi serta adanya gelap dan terang seharusnya manusia bersyukur atas nikmat itu, ada sebuah kontradiksi, sebuah pertentangan dimana akal pikiran tidak digunakan untuk bersyukur atas nikmat itu. Mereka adalah orang orang kafir, orang orang yang mempersekutukan Allah عزوجل yang telah menciptakan langit dan bumi dari hasil imajinasi imajinasi dari bisikan setan.

namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

Al An’am 1

Mempersekutukan Allah عزوجل dengan salib, patung, manusia, gajah dan lain lain merupakan tindakan yang semena mena, padahal salib dan patung itu tidak bisa membuat langit dan bumi, tapi kenapa orang orang kafir menyembah mereka? Sungguh ini merupakan tindakan menantang Allah عزوجل Orang orang kafir telah diberikan otak untuk berfikir, tapi mereka berani mendustakan siapa yang telah menciptakan langit dan bumi.

Mempersekutukan Allah عزوجل dengan mahluknya merupakan tindakan jahiliyyah, mereka tidak berfikir dan hanya mengikuti hawa nafsu dan prasangka saja. Jika kita minta penjelasan bagaimana salib dan patung membuat langit dan bumi, mereka tidak akan bisa menjelaskan, sekalipun mereka menjelaskan yang terucap dari mulut mereka hanya dongengan dongengan dusta. Saya pribadi sulit menerima bagaimana patung bisa menjadi tuhan? Sedangkan patung itu masih bergantung terhadap bumi dan langit, jika bumi dan langit tidak ada, tentunya patung itu hancur. Apakah layak patung, gajah, salib dan sejenisnya dijadikan tuhan?

Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

Al An’am 2

Sekarang kita ke ayat 2 dimana Allah عزوجل menjelaskan bahwa kita atau manusia telah diciptakan dari tanah. Tentang penciptaan manusia dari tanah dan bagaimana Allah عزوجل menciptakan manusia, hanya Allah عزوجل yang tahu, saya hanya mengimaninya dan jujur ilmu saya belum mampu menjangkaunya.

Setelah Allah عزوجل memberitahu kita bahwa kita diciptakan dari tanah, Allah عزوجل menentukan ajal kita dan hanya Allah عزوجل yang tahu pasti kapan ajal kita akan datang. Ini merupakan bantahan terhadap orang orang yang “katanya” bisa meramal masa depan. Jika ada orang mengatakan ia mengetahui kapan hidup dan mati seseorang itu adalah sebuah kedustaan yang nyata.

Dari semua penjelasan tentang Allah عزوجل yang menciptakan langit dan bumi, serta mengadakan gelap dan terang. Diungkapnya rahasia bahwa Allah عزوجل menciptakan manusia dari tanah dan Allah عزوجل juga yang menetapkan kapan waktu kita mati dan hanya Dia yang mengetahui kapan waktu itu tiba. Apakah kita masih meragukan-Nya?

kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).

Al An’am 2

Jika Allah عزوجل mampu menciptakan langit dan bumi, tentunya mudah bagi Allah عزوجل menghidupkan kita lagi setelah mati di hari pembalasan kelak. Hari dimana amal perbuatan kita ditimbang, hari dimana pengampunan Allah عزوجل diberikan, hari dimana Allah عزوجل menghinakan orang orang kafir dengan menseret mereka ke dalam neraka karena telah lancang mempersekutukan Allah عزوجل dengan patung, salib dan hal hal buruk lainnya.

Kalimat ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ bisa dijadikan warning kepada kita untuk giat beribadah dan istiqomah di jalan yang diridhoi-Nya. Menjadi peringatan agar kita mempersiapkan diri agar terhendar dari ancaman Allah karena azab-Nya sangat besar.

Sesungguhnya azab akhirat lebih besar

Al Qalam 33

Kita lanjutkan ke ayat ke 3, dimana di ayat sebelumnya Allah عزوجل menjelaskan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, mensyukuri ciptaan-Nya, menciptakan kita dan menentukan ajal kita. Selain itu Allah عزوجل juga menolak benda benda yang dipertuhankan oleh orang orang kafir. Sekarang pada ayat ke 3, Allah عزوجل mengajak kita untuk hanya menyembah Dia.

Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi;

Al An’am 3

Dalam ayat 1 dan 2 dalam surat Al An’am, Allah عزوجل dengan mudah meruntuhkan hujjah atau alasan orang orang kafir tentang konsep ketuhanan mereka yang cacat dan dibangun berdasarkan imajinasi yang lemah. Bahkan hujjah mereka telah ambruk sebelum berdiri, tetapi karena kebodohan mereka, mereka masih mengimaninya.

Setelah meruntuhkan alasan alasan orang kafir, Allah عزوجل mengajak untuk menyembah-Nya saja, karena cuma Dia-lah yang hanya patut disembah, bukan patung dan salib. Dan dimanapun kamu berada, baik dibelahan bumi manapun, sudah menjadi kewajiban kita untuk menyembah-Nya.

Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Al An’am 3

Ayat 3 ditutup dengan Allah mengetahui yang telah kita usahakan terhadap-Nya, menyembahnya dimana pun apa yang kita usahakan untuk mendapatkan pahala-Nya baik dengan cara rahasia dan tampak, Allah عزوجل mengetahuinya, karena Allah maha mengetahui. Selain itu juga menjadi pengingat kita setiap kita mau melakukan perbuatan dosa selalu dilihat oleh-Nya.

والله أعلمُ

Advertisements

Kebodohan Terbesar Di Jaman Modern

Kebodohan Terbesar

Jahiliyyah sungguh indah mempesona kemilaunya dapat membutakan setiap umat manusia, alhamdulillah Islam datang membawa cahaya untuk umat manusia agar tidak terjebak dalam perilaku jahiliyyah. Jihiliyyah identik dengan kebodohan, kebodohan dalam berilmu dan bertingkah laku, tapi kebodohan yang paling besar adalah penyembahan kepada selain Allah عزوجل.

Kenapa?

Manusia telah dibekali dengan otak yang mampu berfikir, mata yang bisa melihat, kulit yang besar merasakan, hidung yang bisa mencium dan semua yang ada dalam tubuh kita seharusnya mampu mengetahui siapa yang menciptakan langit dan bumi, seluruh alam semesta dan isi isinya. Tapi sayang kebodohan mendistorsi otak mereka sehingga lebih memilih menyembah batu dari pada Allah عزوجل yang telah menciptakannya dari tanah.

Sebagai contoh kita diberi mata sebagai indra melihat, tetapi dengan bodohnya manusia membuat Tuhan berbentuk Gajah, Salib, dan imajinasi imajinasi bodoh lainnya, padahal ia belum pernah melihat secara langsung Tuhan bentuknya seperti apa. Dengan cahaya Islam yang menolak perilaku jahiliyyah, karena itu dalam Islam Tuhan tidak boleh digambarkan atau diimajinasikan karena kita tidak mengetahui wujudnya seperti apa.

Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. An Nahl 74

Selain itu wujud dari Allah عزوجل diluar imajinasi seseorang dan tidak ada sesauatu apa pun di dunia ini yang dapat menyerupainnya.

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat. Asy Syuura 11

Oleh karena itulah kenapa masa sebelum Islam datang disebut masa jahiliyyah, karena pada masa jahiliyyah penduduk Mekah mempersekutukan Allah عزوجل dengan patung patung yang tidak lain adalah sebuah batu tidak dapat bergerak dan tidak dapat menghidupi dirinya sendiri.

Umat Islam tentunya sudah paham dengan kebodohan terbesar itu dengan menolak Tuhan tuhan lain selain Allah عزوجل, baik itu Allah versi kristen (walaupun di Barat kata God / Lord lebih dikenal dari pada Allah). Tak dapat dipungkiri masih ada umat Islam yang masih terjebak dalam perilaku jahiliyyah itu. Karena kebodohannnya dan pemahaman agama yang kurang, seperti tasawul kepada kuburan wali dan kesyirikan kesyirikan lainnnya.

Syirik itu samar, seperti kata Ibnu Abbas “Berbuat syirik lebih samar daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam dalam kegelapan malam.” Perilaku syirik itu seperti jejak semuti di malam hari, samar bahkan tak terlihat. Walaupun dibungkus dengan pakaian pakaian gamis dan cara cara Islam, tapi syirik tetaplah syirik tak dapat ditoleransi, karena tindakan itu dapat menseret kita dalam neraka yang membara.

Baiklah setelah paham tentang perilaku jahiliyyah yang terbesar, apakah umat Islam sudah keluar dari perilaku jahiliyyah? Masih, bahkan lebih buruk lagi, walaupun mereka terbebas dari jahiliyyah besar tapi masih terjebak dalam kubangan hukum hukum jahiliyyah, bahkan ada yang membelannya.