Memulai Usaha Kambing, Pengalaman Pribadi

Ini merupakan pengalaman pribadi ku, pengalaman bagaimana memulai usaha ternak kambing yang dari jaman nabi Muhammad saw sampai sekarang bisnis ini tidak pernah mengalami surut, bahkan terus berkembang. Apalagi kita hidup di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, sebagaimana kita ketahui kebutuhan umat Islam untuk berkorban ketika hari raya Idul Adha tidak bisa dibendung, itu membuktikan permintaan Kambing tidak akan surut.

Berternak kambing adalah salah satu bisnis yang saya cita citakan dahulu, berfikir ternak kambing seperti game Havest Moon begitu menyenangkannya berternak Kambing, sambil bercengkrama dengan Embeek.

Jujur saja saya tidak mempunyai pengalaman berternak Kambing, yang saya ketahui cuma Wedus Gibas, Kambing Jawa dan Etawa, selain itu sama tidak mempunyai ilmu sedikitpun. Tapi sama mempunyai jiwa yang menggebu gebu untuk segera membuka perternakan Kambing.

Terbentur dengan keadaan akhirnya saya harus menunggu 3 tahun selepas kuliah baru bisa berternak Kambing.

Alhamdulillah saya dipertemukan seseorang yang menawari untuk mengisi kandangnya yang kosong tak terpakai. Jiwa pebisnis dengan mengandalkan speed of trust, saya langsung memodali mereka dengan membeli 9, 2 jantan dan 7 betina. Dari 7 betina itu ada 2 kambing Jawa.

Terceburnya aku ke perternakan Kambing tanpa punya basik ilmu berternak Kambing memaksa aku harus belajar. Merujuk dari nasehat Umar bin Khatab yang berkata “Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar”, menjadi peganganku.

Sekarang aku mulai kayak anak sekolah, belajar dan terus belajar untuk mengembangkan usaha ternak kambing ku. Target tahun ini dapat membangun kandang kambing yang dapat menampung 100 Kambing, insha allah. Dengan dasar ilmu informatika dan bisnis yang aku pelajari waktu muda, insha allah semua itu tercapai dengan mudah.

Belum genap 1 minggu, sayup sayup suara negatif memasuki telinga mulai dari pertanyaan negatif seperti “Klo ditipu gimana?”. Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un, tidak pernah terlintas dipikiran saya pemikiran pemikiran negatif seperti itu, saya selalu beranggapan semua manusia dasarnya baik, adapun kelakuan mereka yang rusak dikarenakannya banyaknya pikiran pikiran negatif sayang bersarang di otak mereka.

Kecepatan saya mengambil keputusan dan percaya kepada seseorang untuk memelihara ternak saya, meminimalisir terbuangnya waktu untuk berdepat dengan pikiran pikiran negatif. Bayangkan jika saja aku tidak percaya kepada yang memelihara Kambing ku, mungkin saat ini aku masih tidak punya Kambing. Kecepatan memberikan kepercayaan kepada seseorang merupakan dapat mempercepat bisnis berkembang.

Saya bersabar selama 6 bulan ke depan untuk mematahkan kalimat kalimat negatif yang berlagak dihadapan saya dengan berhasilnya usaha ternak Kambing dengan banyaknya anak Kambing yang akan aku dapat.

Berikut ini foto dari 4 Kambing indukan yang insya allah akan menghasilkan anak yang banyak.

Selain target 100 Kambing dalam 1 tahun ini, saya berencana untuk mengatasi kebutuhan pakan Kambing setiap harinya dengan menanam rumput odot dan pengen punya Kambing Boer F1 buat dijadikan indukan biar turunan Kambing ku gemuk gemuk dan ginuk ginuk.

Advertisements

1 Response to “Memulai Usaha Kambing, Pengalaman Pribadi”


  1. 1 suaraombak June 28, 2016 at 8:15 am

    assalamualaikum
    bang rauff boleh sharing pengalaman beternaknya?
    ada kontak yg bisa di hubungi?
    sebelumnya trimkasih : )


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s