Koi Terserang KHV Tidak Harus Insangnya Pucat

Koi Herpesvirus (KHV) adalah salah satu momok bagi kelangsungan hidup ikan Koi. Ini merupakan salah satu virus mematikan yang menyerang ikan Koi dan Ikan Mas, karena tingkat kematian ikan Koi bisa mencapai 80%. Selain itu ikan Koi yang telah terinveksi KHV akan terus membawa virus itu walaupun secara fisik Koi sehat tetapi tetap bisa menularkan penyakit KHV ke Koi lain dan keturunanya. Bisa dibayangkan bagaimana KHV pada ikan Koi sangat berbahaya.

Awal munculnya virus KHV mewabah pertama kali di Israel pada tahun 1998 dan selanjutnya menyebar ke Amerika, Eropa dan Asia. Pada tahun 2002 KHV masuk ke Indonesia karena ikan Koi impor membawa hirus KHV.

Ikan Koi sangat mudah terkena penyakit ketika lingkungan hidup yang tidak stabil dan daya tahan tubuh ikan yang menurun. Ketika kondisi ikan Koi melemah, KHV bisa masuk dalam ikan Koi tadi karena terjadinya kontak langsung dengan ikan yang terinfeksi, dari air ikan yang terinfeksi dan dari tanah tempat ikan terinfeksi dipelihara.

Selama ini belum ada obat yang dapat membunuh virus KHV, satu satunya cara adalah mengisolasi ikan yang terkena KHV agar tidak terjadi kontak dengan ikan Koi yang belum terkena KHV.

Menurut jurnal Kelangsungan Hidup Ikan Koi yang Terinfeksi KHV proses terjadinya infeksi adalah penyerapan dimana reseptor mulai mengenali virus tersebut pada lapisan membran plasma. Proses berikutnya adalah penertrasi dengan masuknya partikel virus ke dalam sel inang, selanjutnya virus akan melepas bagian luar yang melapisi tubuhnya untuk masuk ke dalam membran sel atau saluran lisosom. Terjadilah proses transcription yaitu virus memulai membuat rekaman untuk mRNA yang selanjutnya akan diterjemahkan sebagai protein. Proses selanjutnya DNA virus akan memperbanyak diri untuk kemudian membentuk virion dan apabila telah sempurna akan melepaskan diri keluar dari sel untuk menginfeksi sel yang lainnya.

Target virus KHV adalah menyerang organ organ vital seperti insang, otak, ginjal dan hati. Ikan Koi yang terkena KHV mempunyai ciri ciri tubuh ikan terasa kasat karena produksi lendir menurun. Sel sel pada insang ikan Koi mati, yang berakibat rusak dan membusuk. Bisa dilihat dengan insang pada Koi berwarna pucat dan terdapat bercak putih atau coklat. Pada ikan Koi terjadi pendarahan pada ujung sirip serta permukaan tubuh lainnya.

Untuk mencegah ikan Koi terkena KHV atau tidak memperburuk kondisi ikan yang lebih dahulu terkena KHV, dengan memberikan kualitas air yang optimal dan pemberian pakan yang teratur. Walaupun ikan Koi terinfeksi KHV tetapi masih bisa hidup 4.5 tahun. Tetapi tetap waspada karena ikan Koi yang telah terkena KHV akan selamanya membawa penyakit tersebut dan menular, dan ikan yang terinfeksi tidak selalu menunjukan gejala klinis KHV.

Refensi

[1] Hidup Ikan Koi yang Terinfeksi KHV
[2] Identifikasi Infeksi Koi Herpes Virus (KHV) pada Ikan KOi dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Imunositokimia dan Imunohistokimia

Advertisements

1 Response to “Koi Terserang KHV Tidak Harus Insangnya Pucat”


  1. 1 Istanamurah November 24, 2014 at 9:53 am

    mungkin benar sekali harus memberikan kualitas air yang optimal agar terhindar dari virus tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s