Penggrebekan Dzu Amarr: Ketika Rasulullah Tak Bersenjata dan Tak Dikawal.

Lagi lagi Madinah terancam oleh pasukan kafir, Dzu Amarr yang memimpin pasukan benar-benar ingin meratakan Madinah dari semua sisi. Madinah sebagai benteng teakhir kaum muslimin pasca hijrah, sekali akan diuji diuji kekuatannya oleh Dzu Amarr.

Melihat pergerakan kaum kafir untuk menyerang Madinah, rasulullah kini menyiapkan 450 prajurit untuk bersiap-siap melawan pasukan Dzu Amarr. Kini pasukan Islam telah siap dan bergerak untuk menserbu Dzu Amarr, tetapi ditengah perjalanan pasukan muslimin berhasil menangkap seorang pria dari Bani Tsa’labah dan dibawalah dia menghadap rasulullah untuk diinterogasi.

Interograsi membuahkan hasil, orang yang tertangkap tadi mengatakan,

“Mereka tidak akan pernah berani menjumpaimu. Begitu tau kau bergerak, mereka akan lari ke puncak-puncak bukit.”

Setelah berhasil mengkorek informasi yang banyak, orang yang tertangkap tadi di ajak masuk islam oleh rasulullah dan ia pun menerimanya. Ia pun bergabung dalam pasukan Bilal dan menjadi petunjuk jalan ke Ghathafan tempat peristirahatan pasukan Dzu Amarr.

Tetapi setelah sampai di Ghathafan, pasukan muslimin tidak menemukan siapapun di sana. Informasi yang didapatkan dari hasil interograsi tadi benar adanya, pasukan Dzu Amarr tak berani perhadapan langsung dengan singa-singa Allah dan lari berpencar ke bukit-bukit.

Melihat tak ada lagi ancaman dari pasukan Dzu Amarr, rasulullah memerintahkan untuk kembali ke Madinah. Saat perjalanan pulang, hujan datang dan membasahi baju rasulullah. Setelah hujan reda, ia pun menyangkutkan bajunya ke sebatang pohon agar cepat kering dan berbaring jauh dari para sahabat.

Saat sedang berbaring itulah ternyata Dzu Amarr melakukan penggrebekan. Dzu Amarr ternyata diam-diam menyelinap tanpa diketahui sahabat rasulullah dan menyerang nabi. Dzu Amarr berdiri dengan gagah dan tangannya yang kokoh memegang pedang yang diarahkan ke pada rasulullah.

Dzu Amarr yang merasa di atas angin, karena rasulullah tidak membawa pedang dan sahabat tidak melindunginya berkata,

“Siapa yang akan melindungimu sekarang?”

Rasulullah dengan tegas dan tenang menjawab,

“Allah!!”

Pedang Dzu Amarr tiba-tiba jatuh, jawaban rasulullah membuat tangan yang kokoh Dzu Amarr bergemetar dan menjatuhkan pedangnya. Seketika itu rasulullah menyambar pedang Dzu Amarr dan mengacungkan pedangnya ke Dzu Amarr dan bertanya,

“Siapa yang akan melindungimu sekarang?”

Sontak Dzu Amarr tak bisa menjawab, ia pun kebingungan dan ketakutan, siapa yang sanggup menolong dia saat nyawanya terancam. Dia menyusup diam-diam dan bergerak sendiri, kini dia tak ada yang menolongnya. Merasa tak bisa berbuat apa-apa dan tak punya penolong Dzu Amarr pun mengucapkan,

“Tidak ada. Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.”

Wallahu A’lam

Sumber

[1] Perang Muhammad, Kisah Perjuangan dan Pertempuran Rasulullah. Dr. Nizar Abazhah.

Advertisements

0 Responses to “Penggrebekan Dzu Amarr: Ketika Rasulullah Tak Bersenjata dan Tak Dikawal.”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s