Sabbatai Zevi “False Messiah” yang Masuk Islam

Brockhaus_and_Efron_Jewish_Encyclopedia_e13_783-0Sabbatai Zevi seorang pemuda yahudi berumur 23 tahun tinggal di Smyrna adalah seorang terpelajar dan penganut kabbalah taat, walaupun banyak yang meragukannya. Dia mempunyai pemikiran dan pandangan tentang membangkitkan kaum Yahudi dari penindasan dan pembuangan setelah peristiwa granada. Kharismanya yang begitu menawan dan keterpurukan kaum Yahudi membuat pemikiran-pemikirannya mudah diterima, walaupun pemikirannya yang cenderung nyeleh tetapi dia mempunyai pengikut setia walaupun berjumlah sangat kecil.

Di tengah keterpurukan kaum Yahudi di eropa, sebenarnya sebagian besar kaum Yahudi merindukan turunnya Mesias, yang akan memperbaiki dunia pada umumnya dan mengangkat derajat kaum Yahudi, khususnya.

Kerinduan pada Mesias juga terjangkiti pada diri Sabbatai Zevi, ia dengan kelompok kecilnya mengadakan ritual-ritual yang haram dan menentang hukum Kabbalah. Seperti mengatakan nama-nama Tuhan yang terlarang dan mengkonsumsi makanan haram, berharap dengan kelakuannya yang rusak itu dapat mempercepat turunnya Mesias, serta membawa hukum dan perintah tuhan yang baru.

Kelompok Sabbatai Zevi mengatakan perbuatannya itu adalah dosa suci, perbuatan yang sebenarnya telah melanggar hukum agama tetapi bertujuan agar Mesias segera turun. Tentunya pemikiran ini ditentang oleh rabi-rabi Yahudi yang masih taat dengan hukum-hukum Kabbalah.

Kegiatan kelompok Sabbatai Zevi yang nyeleh itu semakin menjadi-jadi, akhirnya ia dan kelompoknya dikucilkan oleh kaum Yahudi sendiri. Ia pun pergi meninggalkan Smyrna dan berkelana ke kekerajaan Islam Usmani. Linglung tanpa arah dan dikucilkan kaumnya sendiri, ia pun ingin dirinya bertobat dan ingin menjadi rabi.

ZEVI, NATHAN DAN MESIAS

Di tengah kondisi kehampaannya itu, ia mendengar ada seorang Kabbalis muda di Gaza yang menyatakan dirinya adalah seorang Mesias. Ia bersama Istrinya segera berangkat ke Gaza, Sabbatai Zevi pun mengunjungi Kabbalis muda itu, untuk membuktikan sendiri apa yang ia dengar itu benar atau hanya bualan belaka.

Di Gaza ia bertemu dengan Kabbalis muda itu, yang bernama Nathan (Nathan of Gaza). Nathan adalah seorang pemikir cemerlang, taat pada agamanya dan mempunyai pengaruh kuat terhadap kaum Yahudi. Kepada Sabbatai Zevi, Nathan mengatakan sering mendapatkan bisikan-bisikan tuhan dan mimpi-mimpi ada seseorang yang bernama Sabbatai Zevi adalah seorang Mesias yang akan membangkitkan bangsa Yahudi dari keterpurukan dan akan merebut Yerusalem dari tangan Sultan Mehmed IV.

Mendengar pernyataan itu dari Nathan, Sabbatai Zevi tentu saja tidak langsung percaya. Tetapi kecerdasan Nathan dan argumen-argumen kuatnya membuat hati Sabbatai Zevi luluh. Akhirnya pada tahun 28 Mei 1665 ia meproklamirkan bahwa dirinya adalah Mesias. Mesias yang akan mengangkat derajat kaum Yahudi dan membawa perintah dan hukum Tuhan yang baru.

Setelah meproklamirkan diri sebagai Mesias tanpa pikir panjang ia mengiriman surat ke Mesir, Allepo dan Smyrna untuk memberitahukan kepada semua orang bahwa ia sebenar-benarnya Mesias. Kuatnya pengaruh Nathan bagi kalangan Yahudi membuat berita ini mudah diterima oleh orang-orang Yahudi.

Alhasil Berita itu pun tersebar bagai kilat, setiap sudut kota orang-orang Yahudi mengkabarkan berita itu sehingga hampir tak ada satupun orang Yahudi tak mendengar kabar itu. Bahkan di tempat pelarian orang-orang Yahudi pasca peristiwa Granada yang jauh dari Gaza seperti Mesir, Iran, Balkan, Italia, Amsterdam, Polandia dan Perancis pun juga mendengar berita itu.

Walupun sudah mengatakan dirinya adalah Mesias, ternyata ritual-ritual jahil dahulu masih melekat padanya. Buktinya dengan mengenakan jubah Mesias, Sabbatai Zevi memerintahkan penghapusan puasa, memperbolehkan arak-arakan dan tari-tarian di jalanan, mengucapkan nama Tuhan yang terlarang, makan makanan haram dan memanggil wanita-wanita untuk membaca kitab suci di Sinagoge. Tentunya rabi-rabi Yahudi yang masih berpegang teguh ajaran Kabbalah menolak dan jijik dengan tingkah lakunya, tetapi kharisma Mesias sudah membutakan orang-orang Yahudi yang telah terlanjur gembira dengan turunnya janji Tuhan.

Nathan yang sebagai guru spiritual Sabbatai Zevi juga memerintahkan kaum Yahudi untuk melakukan dosa suci untuk mempercepat kiamat. Di kota-kota buangan, orang-orang Yahudi melakukan apa yang diperintahkan Nathan. Mereka melakukan hal-hal yang konyol, seperti bergulung-gulung di atas duri, menenggelamkan diri Es dan bergadang. Tetapi ada juga kaum Yahudi yang takut kiamat, mendermakan hartanya kepada orang miskin, berharap sebagai amal ibadahnya sebelum mereka mati. Bahkan ada orang-orang Yahudi menjual seluruh harta bendanya di tempat pelarian untuk bersiap diri menuju Yerusalem.

Kaum Yahudi benar-benar terbuai dengan fantasi mereka, berfikir bahwa kehidupan lama (penindasan bangsa Yahudi) telah usai untuk selamanya setelah turunnya Mesias Sabbatai Zevi.

AKHIR DARI MESIAS

Yerusalem tanah yang diklaim tanah kaum Yahudi sebagai tanah perjanjian mereka dengan Tuhan masih digenggaman Sultan Mehmed IV. Ia bersama Nathan mempunyai resolusi untuk merebut kembali tanah mereka dan mendirikan negara mereka untuk melindungi kaumnya dari cengkraman penindasan kaum Kristen eropa. Dengan dukungan dari kaum Yahudi di seluruh dunia, Sabbatai Zevi memohon restu untuk menyerang Sultan Mehmed IV. Dukungan kaum Yahudi dan gelar Mesias membuat Sabbatai Zevi optimis Tuhan di pihaknya dan kemenangan ada ditangannya.

Mendengar kabar itu kerajaan kesultanan Usmani tidak tinggal diam, kerjaan memerintahkan untuk menangkap Sabbatai Zevi sebelum mengumpulkan pasukan bilamana itu terjadi akan ada pertumpahan darah. Sabbatai Zevi yang mendengar kerajaan akan menangkap dia, segera dia pergi dari Gaza, tetapi sayang di Ginapolli dia tertangkap dan ditahan. Dia pun diekstradisi ke Istabul guna menemui sultan Mehmed IV.

Di hadapan Sabbatai Zevi, Sultan Mehmed IV memberikan 3 pilihan yaitu, membuktikan jika ia benar-benar seorang Mesias dengan menghidari panah yang ditembakan kepadanya, mati atau masuk Islam.

Sabbatai Zevi pun memilih masuk Islam, ternyata kepindahan Sabbatai Zevi menjadi seorang mualaf tidak main-main. Ia pun mengajak pengikutnya untuk masuk Islam, sekitar 300 keluarganya termasuk pengikutnya masuk Islam bersamanya. Sultan Mehmed IV pun senang mendengar kabar itu, ia pun memberi nama Islam kepada Sabbatai Zevi yaitu Mehmed Effendi dan diangkat sebagai pegawai pemerintahan dan mendapat gaji untuk menunjang hidupnya.

TUDUHAN DAN KELOMPOK SABBATEAN

Kabar Mesias masuk Islam membuat gempar kaum Yahudi, seakan tak percaya bahwa seorang Mesias masuk Islam. Mesias yang membawa harapan baru bangsa Yahudi untuk mengakhiri masa perasingan kini telah masuk Islam.

Sedangkan Nathan guru spiritualis Sabbatai Zevi pun terpuruk, dialah aktor utama yang mengatakan Sabbatai Zevi adalah Mesias.

Kaum Yahudi pun menuduh perbuatan yang dilakukan oleh Sabbatai Zevi merupakan dosa terburuk dan tak tertandingi. Sepertinya mereka lupa, dulu mereka pernah melakukan dosa suci untuk mempercepat turunnya Mesias ke muka Bumi. Banyak tuduhan-tuduhan hina yang dialamatkan kepada Sabbatai Zevi setelah masuk Islam, tetapi ia tetap berpegang teguh dengan ajaran Islam dan malah mengajak kaum Yahudi untuk masuk Islam.

Tuduhan yang paling menyakitkannya adalah ia masuk Islam karena dipaksa Sultan Mehmed IV, tetapi dalam surat yang ditulis pada tahun 1889 menyangkal tuduhan itu. Ia menulis dalam suratnya agama Islam adalah kebenaran sejati.

Walaupun kebanyakan orang-orang Yahudi yang dulunya percaya bahwa Sabbatai Zevi adalah Mesias menganggap hina dia, tetapi ada juga orang-orang Yahudi yang taat kepada Mesias itu, dengan mengikuti Mesias Sabbatai Zevi. Kelompok ini mengajak orang-orang Yahudi untuk taat dan mengikuti Mesias Sabbatai Zevi untuk memeluk Islam karena dia seorang Mesias, kelompok ini menamakan dirinya Sabbatean.

Kelompok Sabbatean menganggap Mesias Sabbatai Zevi tidak bersalah, Mesias mencoba menunjukan jalan yang benar kepada kaum Yahudi untuk masuk Islam. Buktinya setelah Sabbatai Zevi masuk Islam, dia taat dan patuh kepada hukum syariah, Al Qur’an sering dibawa di tangan kanannya, dan masyarakat Muslim sering memberitakan kesalehannya. Dosa suci yang dulu pernah dia perbuat ketika menganut agama Kabbalah, tidak dilakukan lagi ketika ia menjadi mualaf. Sekiranya ini cukup membuktikan ia benar-benar telah bertobat kepada Allah swt.

Wallahu a’lam

Sebenarnya masih banyak sumber-sumber lain tentang Sabbatai Zevi, tetapi karena menulis artikel ini aku dalam keadaan sakit jadi mohon maaf kalau kurang maksimal.

NB: Apa yang dilakukan Sabbatai Zevi sebelum memeluk Islam seperti kelakuan orang kafir Syiah. Mereka ngaku-ngaku Islam tetapi imam mereka menyuruh melakukan perbuatan dosa agar Imam Mahdi segera turun ke bumi. Bisa ditarik kesimpulan bila mana ada orang mengatakan Syiah buatan orang Yahudi adalah benar adanya, karena kelakuan mereka mirip Sabbatai Zevi waktu dalam kekafiran.

SUMBER

[1] Berperang Demi Tuhan Fundamentalisme dalam Islam, Kristen dan Yahudi. Karen Armstrong.

[2] Sabbatai Sevi. Wikipedia.

Advertisements

0 Responses to “Sabbatai Zevi “False Messiah” yang Masuk Islam”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s