Black Campign, Tuduhan Tanpa Dasar Kepada Ku dan Sikap

Sekapur sirih, artikel ini dapat membuat telinga panas, mata terbelalak dan serangan jantung lainnya.

SEBUAH ARTI YANG BERDASAR

Sebelum kita memulai lebih lanjut tentang black campaign ada baiknya kita mencari tahu apa itu black campaign dalam arti bahasa Indonesia.

Kali ini saya merujuk pada website glosarium.org yang mengartikan black campaign atau kampanye hitam menurut pengertian bahasa Indonesia adalah “Kampanye untuk menjatuhkan lawan politik melalui isu-isu yang tidak berdasar. Metode yang digunakan biasanya desas-desus dari mulut ke mulut dan sekarang ini telah memanfaatkan kecanggihan teknologi, multimedia dan media massa.”.

Dari pengertian kampanye hitam bahasa Indonesia di atas, perlu digaris bawahi adalah menjatuhkan lawan politik melalui isu-isu yang tidak berdasar. Tetapi kalau menjatuhkan lawan politik dengan sesuatu yang berdasar tidak disebut kampanye hitamkan?

GOLONGAN MU YANG BERBUAT, GOLONGAN MU PULA YANG MENUDUH

Beberapa hari ini saya dituduh melakukan kampanye hitam di Facebook lewat status-status saya. Terutama status tentang Jokowi, langsung diserbu pendukung-pendukungnya padahal saya mengambil data dari kalangan mereka sendiri. Mereka (pendukung jokowi) yang berucap, pendukung Jokowi pula yang mengatakan kampanye hitam. Loh kok?

Contohnya?

Seperti status share saya dari fanpage SDL jika Jokowi di dukung syiah internasional, pendukung Jokowi langsung mengatakan ini kampanye hitam. Lho kok? Dari sudut mana itu bisa disebut kampanye hitam? Jelaskan pada ku.

Di akhir paragraf memang ada opini pribadi dari SDL tapi tidak merujuk ke Jokowi tapi ke Syiahnya. Bagi orang Islam yang tahu akidah Syiah dan sejarah burunya, tak perlu kampanye hitam sudah jelas kalau mereka buruk, kafir tapi mengaku Islam. Desas desus kalau mereka menghalal kawin kontrak, mengkafirkan sahabat rasulullah dan memfitnah istri rasulullah bukan sebuah isu lagi tapi fakta.

Selain itu dalam artikel itu Emilia Renita adalah pendukung Jokowi yang mengatakan jika “Kami sudah dapat restu dari para ulama Syiah internasional untuk dukung Jokowi,” terus saya menshare berita itu pendukung Jokowi mengatakan itu “kampanye hitam”.

Nyang buat berita bersumber dari pendukung Jokowi, terus sama pendukung Jokowi dikatakan itu kampanye hitam berarti sama saja pendukung Jokowi yang melakukan kampanye hitam.

Apa karena sumbernya dari website beragama islam terus mereka tuduh kampanye hitam. Padahal banyak lho berita itu dipublikasikan oleh kantor berita swasta nasional, seperti inilah dan koranmetro.

Jika kalian tuduh ini berita kampanye hitam, tanya sama Emilia Renita yang mengatakan kalau Jokowi didukung syiah internasional atau tidak. Dengan begitu biar jelas, siapa yang berkampanye hitam sebelum menuduh orang berkampanye hitam.

Bagaimana dengan Metro TV yang mencoba menjatuhkan Prabowo dengan berita beritanya tentang kerusuhan 1998 yang sampai sekarang belum ada persidangan bahwa Prabowo bersalah. Tetapi Metro TV menyentil lewat berita-berita bahwa dalang semua itu adalah prabowo. Walaupun berita itu bersifat implisit dan bahkan terkadang eksplisit juga. Bisa disebut kampanye hitamkan?

Bagaimana dengan TV One walaupun desas desusnya menjatuhkan Jokowi mereka juga melakukan kampanye hitamkan? Kenapa aku sebut desas desus, karena chanel TV One tidak ada di rumah ku.

Apa hanya karena kantor berita besar bisa menjadi sumber berita yang valid, terus share facebook dianggap sebuah kampanye hitam.

SAYA MEMIHAK PRABOWO?

Saya katakan tidak mendukung Prabowo maupun Jokowi, karena mereka berdua sama-sama buruknya. Walaupun artikel ini cenderung menyerang pendukung Jokowi bukan berarti saya mendukung Prabowo. Prabowo yang haus jabatan tidak mencermikan sikap kriteria yang diajarkan rasulullah, sedangkan Jokowi bergandengan dengan musuh-musuh Islam.

Bagaimana bisa aku memberikan hak kepemimpinan kepada mereka yang sama sama buruk, padahal ketika kita mati kita dimintai pertanggungjawaban kelakuan kita oleh Allah swt.

Sikap saya dalam berpolitik tetap Golput, seperti halnya pemilu-pemilu sebelumnya. Jika orang mengatakan suara golput tidak dihitung, berarti memang benar demokrasi tidak bisa menampung suara rakyat. Walaupun angka golput pemilu 24,89% melebihi jumlah partai PDI-P tetapi demokrasi tidak bisa menampung suara putih itu.

HILANGNYA PENGARUH MEDIA

Perlu anda ketahui saya sudah tidak percaya sama kantor berita indonesia ketika kasus PSSI vs KPSI dimana ANTV membuat berita ngawur, cenderung fitnah dan berpihak kepada kawannya (KPSI). Dengan akhirnya cerita kembalinya KPSI ke wilayah PSSI dan jadilah PSSI yang sekarang.

Sejak saat itu sepertinya saya bisa menganalisa mana berita fitnah, pencitraan dan propaganda. Ketidaknetralan media terungkap dengan perilaku mereka sendiri.

Perilaku mereka terungkap oleh kelakuan mereka sendiri seperti MNC Group dengan HT, seperti TV One dengan ILC, Metro dengan berita-beritanya dan TransTV dengan anak singkongnya. Hampir semua berita nasional isinya propaganda, membuat aku menjauh dari telivisi dan mencari sumber lainnya.

Saya mencoba mengambil sumber dari Kaskus lewat BPLN tetapi ternyata tak jauh beda dengan televisi, banyak panasbung dan panastak yang mempunyai pasukan yang banyak sehingga menguasai forum BPLN akhirnya berita-berita buruk lawan politik menjadi konsumsi utama. Timbulnya pertikaian antara panasbung dan panastak semakin membuat kondisi BPLN tidak kondusif, akhirnya aku putuskan tidak mengambil sumber dari situ.

Dari situlah aku stop membaca berita, lebih baik tidak tau dari pada otak terkontaminasi berita fitnah, propaganda dan pencitraan.

PILIHAN BERITA DAN SIKAP

Akhirnya saya mengambil berita diluar kantor berita umum, tetapi saya suka mengambil berita dari pelakunya. Salah satu berita dari pelakunya adalah berita tentang jihad. Sedikitnya pengetahuan tentang jihad di Syria membuat ku penasaran apa yang terjadi dengan saudara ku di sana, sehingga terkuaklah keburukan-keburukan Syiah.

Sekarang aku fokus berita-berita agama Islam, Jihad, Syiah, Perang dan hal hal dunia yang aku sukai yaitu Forex, Game, Komik dan Anime. Semua itu bisa anda lihat di status-status ku.

Ranah politik Indonesia aku tidak peduli tetapi karena sudah ada gerakan Syiah di negeri ini untuk ikut berpolitik, wajar jika terklik share tentang Jokowi yang didukung Syiah internasional. Karena awal pertikaian di Syria adalah konflik Syiah vs Islam, dengan begitu jika ada kelompok yang bekerja sama dengan syiah di negeri ini itu berarti sama saja menyiapkan pertumpahan darah di negeri ini.

Mau Jokowi kek, mau Prabowo kek pokoknya siapa yang bekerjasama dengan Syiah dan menempatkan mereka di roda pemerintahan, itu berarti memetik api jihad di negeri ini.

Wallahu A’alam

Advertisements

0 Responses to “Black Campign, Tuduhan Tanpa Dasar Kepada Ku dan Sikap”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s