Fenomena “Proud to be kafir” : Jiwa yang Merugi (Bagian II)

Ketika asik belajar sekelebat di kepala teringat sesuatu janji yang aku ucapkan kemarin. Janji yang harus ditepati tentang bahaya “Pround To Be Kafir”, Alhamdulillah diingatkan juga sama penguasa alam semesta ini.

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya di artikel bagian pertama, tentang kisah ku yang begitu bangga akan kekafiran ku berakhir dilunakan oleh Allah swt. Allah swt melunakan hati yang anti dengan Islam lewat akhlak mulia seorang muslim, keajaiban Al Qur’an dan ancaman-ancamanNya.

JIWA YANG MERUGI

Sebelum kita berbicara lebih lanjut, alangkah baiknya kita mulai dengan Surah Al Baqarah ayat 212

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Ayat di atas sepertinya cocok banget ditunjukan kepada diri ku di masa lalu, yang begitu bangga atas semua yang aku dapatkan bahkan menganggap hina orang-orang beriman. Tetapi Alhamdulillah aku tersadarkan.

Munculnya fenomena “Pround To Be Kafir” sangat menusuk hati ku, karena seperti mengingatkan ku pada diri ku yang dahulu. Kok bisa orang-orang macam diri ku dulu berkembang biak di dunia ini? Aku aja udah kapok, kok ada seseorang yang begitu bangga terhadap kekafiran dirinya.

Kami memang kalah dalam bidang teknologi, seni, ekonomi semua hal yang berhubungan dengan dunia ini. Bukan berarti kalian lebih baik dari kami di dunia ini sehingga memandang rendah seseorang atas dasar status dan jabatannya.

Tetapi di mata Allah swt di ahirat nanti, barulah kami orang-orang beriman diangkat derajatnya oleh Allah swt karena ketaqwaan kita kepada Allah swt. Karena hanya Allah swt lah yang pantas meninggikan derajat ciptaanNya.

Di dunia ini, sebelum mati, siapa yang berhak mengangkat derajat seseorang? Mau kaya, miskin, Jendral, Preman dan siapa yang pernah hidup pasti mati dan meninggalkan harta dan jabatanya. Jika ketika mati semua meninggalkan semua yang kita miliki, maka tidaklah pantas memandang rendah setiap manusia.

Apa sih yang kamu banggakan dengan kekafiran kamu? Amalan kamu? Kamu mengira amalan kamu di dunia ini diterima oleh Tuhan sedangkan kamu menyembah Tuhan yang salah.

Kalian berimajinasi Tuhan seperti Sapi, Berjenggot dan memakai celana dalam, bertangan 8, Beranak dan imajinasi imajinasi haram lainnya. Padahal kamu belum pernah sekalipun melihatNya. Bukankah itu sifat yang lancang terhadap Tuhan?

Kita ambil contoh. Jika ada 2 orang sahabat tidak pernah bertemu dan saling berkirim surat setiap bulannya, terus salah satu sahabat menggambar sahabatnya mirip sapi atau bertangan 8, punya anak banyak, memakai celana dalam dan memvonis ini gambar otentik wajah sahabat ku yang tidak pernah ku temui itu. Bukankah itu lancang? Tidak pernah bertemu dengannya tapi berani menggambar wajahnya. Kira-kira dia marah gak?

Maha Suci Allah, dari hal yang orang kafir prasangkakan.

Kita tak pernah bertemu denganNya, tak pantas kita berimajinasi tentang bentuk wujud penguasa seluruh jiwa di dunia ini. Tetapi kita diberikan pikiran oleh Tuhan, dengan segala ciptaan yang ada di dunia ini, pasti ada Tuhan yang maha besar yang sanggup menciptakan dunia yang juga besar ini juga. Jika Tuhan itu lebih kecil dari dunia ini itu berarti bukan Tuhan.

Tuhan harus maha besar dari pada Matahari biar sanggup menciptakan matahari, harus maha luas dari luar angkasa biar bisa menciptakan luar angkasa. Harus maha kaya biar bisa mencukupi seluruh kebutuhan manusia di dunia ini. Apakah kamu tidak pernah berifikir?

Terus dengan kebanggaan atas kekafiran kamu terus menyuruh kami orang-orang beriman untuk menyembah Tuhan mu yang salah? Padahal amalan kamu sia-sia.

Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Surah Az Zumar Ayat 64 – 65

SEBUAH NASEHAT

Jadi aku harus masuk Islam dan berperilaku seperti orang Islam yang korupsi Al Qur’an, miskin dan kotor?

Saudara ku, tak semua orang yang beragama Islam menjalankan perilaku sesuai tuntunan Islam. Kami akui itu, kami juga ingin menyadarkan mereka kalau agama bukan embel-embel semata atau hanya tertulis di KTP. Tetapi ingatalah saudara ku masih banyak orang-orang Islam yang menjalankan Islam sesuai tuntunan Al Qur’an, mereka hidup disekitar mu, tetapi kamu menganggap hina orang-orang itu.

Mereka sering dikatakan berjenggot itu teroris, celana cingkrang, miskin dan kolot tetapi jika kamu bertanya tentang agama Islam kepada mereka, mereka Insha Allah akan memberikan mu Al Qur’an sebagai jawaban dari “Apa itu Islam?”.

Belajarlah Islam dari Al Qur’an dan tanyakan tafsir atau apa yang membuat hati mu mengganjal kepada Ustadz terdekat. Insha Allah kamu akan menemukan keindahan Islam. Dulu aku juga sama seperti mu bangga atas kekafiran ku, tetapi aku menemukan Islam lewat jalan Al Qur’an. Kalau aku yang dulu bisa menerima Islam, kenapa kamu tidak saudara ku?

Apa semua orang Islam masuk surga?

Tidak saudara ku, hanya orang Islam yang bertaqwa yang akan masuk surga menjalankan perintah dan laranganNya lah yang akan masuk Surga. Kalau kamu melihat disekitar mu, banyak orang Islam yang masih minum-minuman keras, korupsi, berkata kotor dan keburukan lainnya tentu mereka tidak akan masuk surga jika amalan di dunia lebih sedikit dari dosanya. Sekalipun ia bergelar Ustadz dan Kyai di dunia ini jika amalan di dunia lebih sedikit dari dosanya ia masuk neraka juga.

Islam memang menjanjikan surga, tetapi tak semua orang yang beragama Islam masuk surga hanya orang yang bertaqwa yang akan masuk surga. Islam berbeda dengan agama yang lain, jika agama lain masuk agamanya akan masuk surga karena perkorbanan seorang yang telah disalib. Jika mau berfikir saudara ku apakah itu masuk akal? Kita yang berbuat dosa orang lain yang menanggungnya.

Wallahu A’lam

Advertisements

0 Responses to “Fenomena “Proud to be kafir” : Jiwa yang Merugi (Bagian II)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s