Kenapa Aku Memilih Golput

Bulan April ini bulan pesta demokrasi, tak mengngagetkan jika banyak baliho, bendera, stiker dan alat kampanye lainnya bertebaran di lingkungan kita. Media media tak jauh beda, setiap hari iklan, retrorika dan propaganda politik menghiasi layar kaca.

Masyarakat pun ikut dalam hiruk pikuk pesta demokrasi, lewat ikut acara kampanye atau sekedar ngobrol tentang politik. Puncaknya, rakyat indonesia mencoblos jago’annya untuk berebut kursi kekuasaan di negeri ini. Tetapi kali ini kembali aku tidak memilih, alias golput. Golput golongan yang tak dianggap ‘keberadaannya’ dalam pemilu.

Banyak orang bertanya “kenapa kamu memilih golput? Bukankah ini untuk negara Indonesia”. Kali ini saya akan menjelaskan alasan alasan saya kenapa saya memilih golput, biar menjelaskan secara gamblang tentang sikap ku ini.

Sebelum memulai mengemukakan alasan-alasan ku ada baiknya mengetahui dasar pemikiran ku. Sebagai seorang muslim, dasar hidup saya adalah Al Qur’an dan As Sunnah rujukun awal saya adalah itu dan semua hal yang bertentangan dengan itu maka aku tolak.

ALASAN

  • Sistem Demokrasi, Iblis Pun Bisa Jadi Pemimpin
    Alasan pertama ku adalah sistem, sistem yang sebagai dasar negeri ini yang menggunakan demokrasi. Demokrasi memungkinkan setiap warga mempunyai hak politik selama tak bertentangan dengan ideologi negara / UUD. Sistem ini memungkinkan orang kafir, munafik dan ateis dapat semena mena hidup di bumi Allah dan mengindahkan syariat Islam.

    Karena dalam Al Qur’an sudah dijelaskan tidak boleh memilih orang kafir sebagai pemimpin.

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. QS. 5. Al-Maa-idah : 57.

    Lihatkan bagaimana sistem ini tidak bisa memfilter orang kafir untuk tidak menjadi pemimpin. Bagaimana jika mereka memimpin, mereka bisa mengubah hukum yang sesuai dengan syariat Islam dirubah / mungkin dihapuskan.

    Kalau pun iblis ikut berpolitik bisa jadi ia menjadi pemimpin karena sistem memperbolehkannya.

    Aku pun pernah mendengar demokrasi adalah kekuasaan penuh ditangan rakyat, bukan ditangan Allah. Padahal manusia itu cenderung berbuat keburukan, bagaimana kalau mayoritas memilih minuman keras, daging babi, prostitusi boleh beredar, dan keburukan keburukan lainnya maka boleh diterapkan di Indonesia karena suara mayoritas mengiyakan.

    Walaupun ada UUD untuk melindungi, tapi kekuasaan DPR yang begitu penuh untuk merubah UU atau membuat UU baru, maka lambat laun prostitusipun bisa halal.

  • Pemimpin Yang Haus Kekuasaan

    Lihatlah sekarang ini berapa banyak orang yang berlomba lomba untuk menjadi pemimpin atau sekedar berebut jabatan. Pemilu 2014 juga seperti itu, caleg caleg berlomba lomba menjadi wakil di DPR, mereka pun beretorika dan abis abisan tenaga, waktu dan uang agar rakyat memilih mereka. Bak serigala kelaparan, mereka lapar akan kursi DPR yang empuk.

    Padahal sudah dijelaskan nabi Muhammad saw bersapda,

    Sesungguhnya kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya. HR. al-Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733.

    Sampai sekerang ini saya belum mendapati caleg yang diminta untuk menjadi wakil rakyat, toh sistem dalam partai mencari caleg lewat pendaftaran bukan hasil dari pencarian.

    Selain itu sistem ini juga mempunyai lubang memungkinkan hanya saudagar saudagar kaya yang menang. Mereka bisa beriklan dimana saja dengan kekuatan finansialnya, sehingga dapat menyingkirkan caleg modal cekak. Diperparah dengan maraknya serangan fajar, siapa lagi yang bisa melakukan serangan fajar kecuali caleg yang mempunyai lumbung uang yang besar.

    Fenomena serangan fajar bukan rahasia umum, bahkan sudah menjadi konsumsi publik dan tidak ada rasa malu terhadap hal nista itu. Silahkan ke tempat warung, pasar, ibu ibu gosip pasti anda mendengar cerita cerita suap.

Udah ya masih banyak alasan alasan lainnya sebenarnya, ntar aku kumpulin dulu bahan-bahannya.

Advertisements

0 Responses to “Kenapa Aku Memilih Golput”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s