Archive for April, 2014

Gerakan Islam Berpolitik Atau Gerakan Jihad?

Setelah runtuhnya Ottoman 92 tahun lalu, muncul gerakan ummah yang peduli untuk mendirikan khilafah kembali. Gerakan itu dibagi menjadi 2, gerakan Jihad yang berkonfrontasi dengan musuh musuh Allah dengan bayang bayang tuduhan terorisme dan berebut wilayah. Dan satunya gerakan Islam berpolitik, mencoba masuk kedunia politik tanpa berkonfrontasi dengan pemerintah lewat jalur konstitusi negera.

Dari ke 2 gerakan itu siapa yang berhasil?

Perlu diketahui 2 kali gerakan Islam jihad berhasil mendirikan negara bersyariat Islam, yaitu negara Taliban (hancur setelah diserang Amerika 2001) dan ISIS di Irak dan Suriah masih eksis sampai sekarang. Sedangkan di Afrika ada Boko Haram, tapi saya tidak mempunyai materi untuk gerakan jihad ini.

Sedangkan gerakan Islam politik lewat jalur demokrasi belum 1 pun berhasil menegakan syariat Islam di negaranya. Walaupun hampir berhasil di Mesir lewat presiden Mursi tapi keburu dibredeli oleh firaun Al Sisi. Tetapi masih ada harapan di Turki yang dipimpin oleh Erdogan, tapi saya belum mendengar diterapkan syariat Islam di negeri itu. Hanya rumor kalau Turki akan ke arah sana (syariat Islam).

Gerakan Islam di Indonesia

Di indonesia gerakan Islam Jihad NII dikomandoi SM Kartosoewirjo gagal. Sedangkan lewat gerakan politik partai Masyumi yang pernah memperoleh suara 20,9% di pemilu tahun 1955 juga gagal, karena pada tahun 1960 partai Masyumi dibubarkan oleh presiden Soekarno.

Indonesia sekarang?

Aku rasa tak ada gerakan partai partai yang mengaku Islam membawa ideologi syariat Islam. Sedangkan gerakan jihad hanya ada kelompok kecil yang konfrontasi kofrontasi kecil dengan pemerintah di wilayah timur. Tetapi setiap tahunnya bibit bibitnya semakin banyak yang terpecah dibeberapa daerah, karena blum adanya dukungan dari masyarakat.

Bagaimana dengan Saudi, Bahrain, UAE dan negara timur tengah lainnya?

Mereka bukan negara Islam walaupun mengambil beberapa hukum syariat Islam, seperti hukum pancung, qisash dan lain lain. Mereka masih terjerat dengan konsep kebangsaan, padahal setiap muslim adalah saudara meninggalkan kebangsaan. Selain itu cuma negara Taliban dan ISIS yang boleh setiap muslim seluruh dunia untuk hijrah di sana.

Dari gerakan politik islam dan gerakan jihad yang terbukti berhasil menggetarkan musuh musuh Allah, mengembalikan kemuliaan ummah dan berhasil mendirikan negera Islam bersyariat adalah gerakan Jihad.

Sedangkan gerakan politik? Hanya melanggengkan perdamaian dengan musuh musuh Allah tanpa mengembalikan kemuliaan ummah.

Kenapa Aku Memilih Golput

Bulan April ini bulan pesta demokrasi, tak mengngagetkan jika banyak baliho, bendera, stiker dan alat kampanye lainnya bertebaran di lingkungan kita. Media media tak jauh beda, setiap hari iklan, retrorika dan propaganda politik menghiasi layar kaca.

Masyarakat pun ikut dalam hiruk pikuk pesta demokrasi, lewat ikut acara kampanye atau sekedar ngobrol tentang politik. Puncaknya, rakyat indonesia mencoblos jago’annya untuk berebut kursi kekuasaan di negeri ini. Tetapi kali ini kembali aku tidak memilih, alias golput. Golput golongan yang tak dianggap ‘keberadaannya’ dalam pemilu.

Banyak orang bertanya “kenapa kamu memilih golput? Bukankah ini untuk negara Indonesia”. Kali ini saya akan menjelaskan alasan alasan saya kenapa saya memilih golput, biar menjelaskan secara gamblang tentang sikap ku ini.

Sebelum memulai mengemukakan alasan-alasan ku ada baiknya mengetahui dasar pemikiran ku. Sebagai seorang muslim, dasar hidup saya adalah Al Qur’an dan As Sunnah rujukun awal saya adalah itu dan semua hal yang bertentangan dengan itu maka aku tolak.

ALASAN

  • Sistem Demokrasi, Iblis Pun Bisa Jadi Pemimpin
    Alasan pertama ku adalah sistem, sistem yang sebagai dasar negeri ini yang menggunakan demokrasi. Demokrasi memungkinkan setiap warga mempunyai hak politik selama tak bertentangan dengan ideologi negara / UUD. Sistem ini memungkinkan orang kafir, munafik dan ateis dapat semena mena hidup di bumi Allah dan mengindahkan syariat Islam.

    Karena dalam Al Qur’an sudah dijelaskan tidak boleh memilih orang kafir sebagai pemimpin.

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman. QS. 5. Al-Maa-idah : 57.

    Lihatkan bagaimana sistem ini tidak bisa memfilter orang kafir untuk tidak menjadi pemimpin. Bagaimana jika mereka memimpin, mereka bisa mengubah hukum yang sesuai dengan syariat Islam dirubah / mungkin dihapuskan.

    Kalau pun iblis ikut berpolitik bisa jadi ia menjadi pemimpin karena sistem memperbolehkannya.

    Aku pun pernah mendengar demokrasi adalah kekuasaan penuh ditangan rakyat, bukan ditangan Allah. Padahal manusia itu cenderung berbuat keburukan, bagaimana kalau mayoritas memilih minuman keras, daging babi, prostitusi boleh beredar, dan keburukan keburukan lainnya maka boleh diterapkan di Indonesia karena suara mayoritas mengiyakan.

    Walaupun ada UUD untuk melindungi, tapi kekuasaan DPR yang begitu penuh untuk merubah UU atau membuat UU baru, maka lambat laun prostitusipun bisa halal.

  • Pemimpin Yang Haus Kekuasaan

    Lihatlah sekarang ini berapa banyak orang yang berlomba lomba untuk menjadi pemimpin atau sekedar berebut jabatan. Pemilu 2014 juga seperti itu, caleg caleg berlomba lomba menjadi wakil di DPR, mereka pun beretorika dan abis abisan tenaga, waktu dan uang agar rakyat memilih mereka. Bak serigala kelaparan, mereka lapar akan kursi DPR yang empuk.

    Padahal sudah dijelaskan nabi Muhammad saw bersapda,

    Sesungguhnya kami tidak menyerahkan kepemimpinan ini kepada orang yang memintanya dan tidak pula kepada orang yang berambisi untuk mendapatkannya. HR. al-Bukhari no. 7149 dan Muslim no. 1733.

    Sampai sekerang ini saya belum mendapati caleg yang diminta untuk menjadi wakil rakyat, toh sistem dalam partai mencari caleg lewat pendaftaran bukan hasil dari pencarian.

    Selain itu sistem ini juga mempunyai lubang memungkinkan hanya saudagar saudagar kaya yang menang. Mereka bisa beriklan dimana saja dengan kekuatan finansialnya, sehingga dapat menyingkirkan caleg modal cekak. Diperparah dengan maraknya serangan fajar, siapa lagi yang bisa melakukan serangan fajar kecuali caleg yang mempunyai lumbung uang yang besar.

    Fenomena serangan fajar bukan rahasia umum, bahkan sudah menjadi konsumsi publik dan tidak ada rasa malu terhadap hal nista itu. Silahkan ke tempat warung, pasar, ibu ibu gosip pasti anda mendengar cerita cerita suap.

Udah ya masih banyak alasan alasan lainnya sebenarnya, ntar aku kumpulin dulu bahan-bahannya.