Rasulpun Berpegang Teguh Dengan Hukum Qishash

Tadi waktu facebookan sambil memantau harga forex dan memantau perkembangan jihad di Siria tak sengaja aku menemukan video tentang hukuman Qishash terhadap 3 orang Syiah yang telah membunuh rakyat Siria. Dihadapan banyak orang, mungkin di alun-alun para mujahid mengeksekusi 3 orang Syiah itu dengan menembak kepala 3 nya. Dar Der Dor. Alhamdulillah 3 orang Syiah ketemu malaikat maut di alam kubur, mungkin sekarang lagi digebuki malaikat.

“Ya Allah, aku ber-lindung padaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah RA)

Oh iya karena penasaran tentang hukum Qishash saya mencoba mempelajarinya, mungkin dimulai dari artinya dulu kali ya? Menurut wikipedia sih arti Qishash itu pembalasan, seperti harta dibayar harta, nyawa dibayar nyawa. Lebih lengkapnya bisa baca Al Qur’an surah Al Maa-idah 45 yang berarti

“Dan Kami tetapkan atas mereka di dalamnya (Taurat) bahwa jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka pun ada Qisasnya. Barangsiapa yang melepaskan hak Qisas, maka melepaskan hak itu jadi penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang zalim.”

Wah wah ternyata perkara ini sangat penting dimata Allah swt sampai turun ayat ini, mungkin Allah mengajarkan kita berperilaku adil dimana nyawa dibayar nyawa dan harta dibayar harta sebagai Qishash, bertanggung jawab atas perbuatan kita dan pemaaf jika ada orang telah berbuat zalim kepada kita denga melepas hak Qishash.

Oke saya masih penasaran tentang Qishash, nah oleh karena itu saya membuat pertanyaan apakah rasul pernah melakukan hukum Qishash terhadap seseorang? Seperti yang dilakukan para mujahid. Setelah mencari kesana kemari eh ketemu cerita menarik, malah rasul yang mendapatkan hukum Qishash.

Ceritanya lengkapnya silahkan baca di Rasulullah Dituntut Qishash. Singkat cerita rasul yang tengah berceramah tentang Qishash, menanyakan kepada jama’ah

“Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya aku adalah Nabimu, penasehatmu, yang mengajak kamu ke jalan Allah dengan izin-Nya. Sesungguhnya aku adalah saudaramu, seperti saudara sekandung dan sebapak yang saling mengasihi. Karena itu, siapa yang pernah kusakiti, balaslah hari ini sebelum hari Kiamat.”

Setelah ditanya 3 kali tidak ada yang mau menjawab, ada salah satu sahabat nabi berdiri dan meminta hukum Qishash karena rasul pernah cambuk dia. Melihat kejadian itu sahabat-sahabat seperti Umar ra dan Ali ra geram, rela tubuhnya dicambuk sehingga rasul tak dicambuk. Dengan ketegasnya rasul menyuruh Bilal untuk mengambil cambuk di Fatimah dan menyuruh Umar dan Ali tidak ikut campur dalam urusan Qishash ini.

“Duduklah engkau berdua, Allah telah mengetahui kedudukkan dan pengorbananmu.”

Sahabat yang ingin melakukan Qishash bersiap mencambuk rasul, rasulpun ikhlas jika tubuhnya dicambuk karena ini merupakan hukum Allah. Eh tanpa disangka sahabat yang ingin melakukan Qishash malah memeluk rasul dan tidak jadi mencambuknya. Setelah itu rasul pun berkata

“Ketahuilah, bahwa siapa yang ingin melihat ahli surga, maka lihatlah orang ini.”

Sepertinya sahabat itu telah melepaskan hak Qishashnya karena cintanya kepada rasul dan ingin mendapatkan ampunan dari Allah swt.

Kesimpulannya

Aku jadi sedih setelah membaca cerita ini, seorang rasulpun tetap harus patuh di dalam hukum Allah (dalam hal ini Qishash) karena ketidak sengajaanya mencambuk sahabat waktu mau memacu unta.

Selain itu hukum Qishash adalah halal jadi konyol bila mengatakan hukum Qishash bukan jamanya lagi dan tidak manusiawi. Seperti yang dilakukan oleh orang barat yang tidak sepakat dengan hukum Qishash. Nah konyol jika ada seorang muslim menolak hukum Qishash seperti JIL dkk, klo mau protes hukum Qishash langsung aja ke Allah swt, apa berani? Hehehe. Rasul aja tidak protes ketika ada yang meminta hukum Qishash, eh ini rasul bukan kok nekat menolak hukum Allah swt.

Akhir kata mohon koreksi ya teman-teman jika ada salahnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Advertisements

0 Responses to “Rasulpun Berpegang Teguh Dengan Hukum Qishash”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s