Archive for November, 2013

Impian Kecil Ku Hanyalah Merubah Sistem

Hehehe selamat pagi semua, bagaimana kabar anda hari ini? Semoga Allah swt memberikan berkah melimpah kepada anda setiap harinya. Hmmm hari ini aku akan membahas tentang impian ku, hanya impian kecil yang mungkin bisa merubah kehidupan umat Islam. Kenapa impian berhubungan dengan umat Islam? Iya ya, aneh ya kenapa ya hehehe. Baiklah saya akan jelaskan tentang apa yang melatarbelakangi impian ini.

Awal semua ini berdasarkan hadist nabi Muhammad saw yang bersabda

“Barangsiapa ( dari umatku ) yang ketika bangun pagi tidak memikirkan nasib umat, maka dia bukan umatku ( umat Nabi Muhammad Saw )”. HR. Ahmad

Sepertinya wajib hukumnya bagi saya untuk memperhatikan umat Islam setiap hari, baik itu masalah agama, rejeki atau persaudaraan.

Saat ini umat seperti dibiarkan liar tanpa mengerti kebenaran Islam sehingga menjadi terpuruk tak berdaya. Hidup di tengah negara demokrasi dimana siapa yang banyak suara dialah yang menang mengnyingkirkan agama dan akhlaknya, sepertinya sulit bagi pemimpin untuk memikirkan umatnya. Mau bukti lihat beberapa contoh ini, ini nyata di depan mata kita tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

  • Kasus tentang polisi wanita dilarang berjilbab. Sangat heboh, menyebabkan perdebatan panjang antara umat Islam vs islam sekuler dan kafir.
  • Munculnya agama-agama baru yang mengatakan bagian dari islam, padahal sudah jelas dasar-dasar islam sudah dilanggar oleh mereka. Contoh kasus agama Syiah dan Ahmadiyah, sudah jelas agama ini menyimpang jauh dari agama islam tapi tetap dibiarkan beraktitas.

Lho kan di negara ini kan punya presiden beragama Islam, kenapa tak bisa berbuat apa-apa?

Nah itulah sistem, sistem yang merugikan umat Islam. Sangat-sangat merugikan umat islam, sampai-sampai punya pemimpin islam tapi tidak peduli dengan umatnya.

Jadi anda mau merubah sistem negeri ini?

Hahaha klo saya mampu saya akan lakukan, tapi saya mau fokus hal kecil dulu. Saya mau fokus untuk merubah sistem umat Islam yang kehidupannya dihabiskan untuk mencari rejeki. Kita tau sekarang ini sepertinya umat sering melalaikan ibadahnya hanya karena mencari rejeki. Nah itulah yang ingin aku rubah, dimana umat bisa bekerja sambil beribadah. Sehingga umat yang rahmatan lil alamin cepat terwujud.

Bekerja sambil beribadah, sepertinya menarik

Sangat-sangat menarik, dalam hal ini biasanya kepala keluarga yang bekerja. Nah ketika 1 kepala keluarga mengetahui kebenaran islam dan mempunyai iman yang kuat. Ketika ada kaum kafir syiah dan ahmadiyah melakukan propaganda menyebarkan agamanya, anak istri mereka akan terlindungi dari sesatnya ajaran mereka. Setelah itu akan terciptanya umat islam yang kuat imannya.

Jadi rencana apa yang akan anda lakukan?

Saya ingin membuat perusahaan, dimana pekerja wajib hukumnya untuk mengikuti syariat Islam. Jika cewek wajib menggunkan jilbab dan rok panjang, sedangkan cowok tidak boleh merokok. Setiap jam-jam sholat akan diberikan waktu istirahat, semua cowok wajib sholat di masjid. Akan ada beberapa waktu khusus 2 kali dalam seminggu saat jam kerja untuk mengkaji Al Qur’an dan As Sunnah.

Dengan begitu, insyallah pegawai-pegawai selain bekerja mereka juga mendapatkan ajaran islam sesuai dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Mungkin ini akan memberatkan mereka pada awalnya, tapi insyallah seiring waktu mereka akan ketagihan karena setiap kajian demi kajian mereka akan mengetahui kebenaran Islam dan akan memperkuat iman mereka.

Kok anda optimis sistem itu akan berjalan?

Ya saya pernah mengalaminya waktu PKL di majalah Qiblati sewaktu masih kuliah. Perusahaan majalah bulanan Qiblati mempunyai sistem kurang lebih seperti yang saya jelaskan di atas. Waktu sholat ashar, tanpa disuruh pegawainya sholat di masjid. Saya yang dulu kurang malas-malasan sholat di masjid, melihat kantor sepi saya ikut sholat juga. Esoknya tanpa disadari ketika adzan berkumandang saya berangkat sholat juga malah mendahului yang lainnya.

Selain itu kami PKL diwajibkan ikut kajian Al Qur’an dan Assunah hari senin, rabu dan jum’at sehabis sholat mahgrib di masjid pemilik perusahaan. Walaupun saya dulu tidak pernah menyentuh Al Qur’an, kajian itu membuat saya sering membacanya.

Jadi saya optimis sistem ini akan berjalan dan akan merubah perilaku pegawai saya. Mungkin yang dulu-dulu malu sholat di masjid jadi rutin, mungkin yang dulu-dulu tidak mau membaca Al Qur’an, jadi ketagihan membacanya. Karena itu pengalaman pribadi saya hehehe.

Jadi apa yang anda lakukan sekarang ini?

Saat ini saya fokus membuat perusahaan walaupun belum terwujud. Dulu pernah membuat toko pancing online, mempunyai 3 karyawan Alhamdulillah bangkrut.

Sekarang memulai lagi membangun perusahaan investasi, semoga Allah merestui sehingga saya mempunyai karyawan dimana mereka mempunyai iman yang kuat dan menjadi umat yang rahmatan lil alamin.

Saya minta doanya ya agar rencana ini terwujud, aamiiin 🙂

Advertisements

Rasulpun Berpegang Teguh Dengan Hukum Qishash

Tadi waktu facebookan sambil memantau harga forex dan memantau perkembangan jihad di Siria tak sengaja aku menemukan video tentang hukuman Qishash terhadap 3 orang Syiah yang telah membunuh rakyat Siria. Dihadapan banyak orang, mungkin di alun-alun para mujahid mengeksekusi 3 orang Syiah itu dengan menembak kepala 3 nya. Dar Der Dor. Alhamdulillah 3 orang Syiah ketemu malaikat maut di alam kubur, mungkin sekarang lagi digebuki malaikat.

“Ya Allah, aku ber-lindung padaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah RA)

Oh iya karena penasaran tentang hukum Qishash saya mencoba mempelajarinya, mungkin dimulai dari artinya dulu kali ya? Menurut wikipedia sih arti Qishash itu pembalasan, seperti harta dibayar harta, nyawa dibayar nyawa. Lebih lengkapnya bisa baca Al Qur’an surah Al Maa-idah 45 yang berarti

“Dan Kami tetapkan atas mereka di dalamnya (Taurat) bahwa jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka pun ada Qisasnya. Barangsiapa yang melepaskan hak Qisas, maka melepaskan hak itu jadi penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang yang zalim.”

Wah wah ternyata perkara ini sangat penting dimata Allah swt sampai turun ayat ini, mungkin Allah mengajarkan kita berperilaku adil dimana nyawa dibayar nyawa dan harta dibayar harta sebagai Qishash, bertanggung jawab atas perbuatan kita dan pemaaf jika ada orang telah berbuat zalim kepada kita denga melepas hak Qishash.

Oke saya masih penasaran tentang Qishash, nah oleh karena itu saya membuat pertanyaan apakah rasul pernah melakukan hukum Qishash terhadap seseorang? Seperti yang dilakukan para mujahid. Setelah mencari kesana kemari eh ketemu cerita menarik, malah rasul yang mendapatkan hukum Qishash.

Ceritanya lengkapnya silahkan baca di Rasulullah Dituntut Qishash. Singkat cerita rasul yang tengah berceramah tentang Qishash, menanyakan kepada jama’ah

“Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya aku adalah Nabimu, penasehatmu, yang mengajak kamu ke jalan Allah dengan izin-Nya. Sesungguhnya aku adalah saudaramu, seperti saudara sekandung dan sebapak yang saling mengasihi. Karena itu, siapa yang pernah kusakiti, balaslah hari ini sebelum hari Kiamat.”

Setelah ditanya 3 kali tidak ada yang mau menjawab, ada salah satu sahabat nabi berdiri dan meminta hukum Qishash karena rasul pernah cambuk dia. Melihat kejadian itu sahabat-sahabat seperti Umar ra dan Ali ra geram, rela tubuhnya dicambuk sehingga rasul tak dicambuk. Dengan ketegasnya rasul menyuruh Bilal untuk mengambil cambuk di Fatimah dan menyuruh Umar dan Ali tidak ikut campur dalam urusan Qishash ini.

“Duduklah engkau berdua, Allah telah mengetahui kedudukkan dan pengorbananmu.”

Sahabat yang ingin melakukan Qishash bersiap mencambuk rasul, rasulpun ikhlas jika tubuhnya dicambuk karena ini merupakan hukum Allah. Eh tanpa disangka sahabat yang ingin melakukan Qishash malah memeluk rasul dan tidak jadi mencambuknya. Setelah itu rasul pun berkata

“Ketahuilah, bahwa siapa yang ingin melihat ahli surga, maka lihatlah orang ini.”

Sepertinya sahabat itu telah melepaskan hak Qishashnya karena cintanya kepada rasul dan ingin mendapatkan ampunan dari Allah swt.

Kesimpulannya

Aku jadi sedih setelah membaca cerita ini, seorang rasulpun tetap harus patuh di dalam hukum Allah (dalam hal ini Qishash) karena ketidak sengajaanya mencambuk sahabat waktu mau memacu unta.

Selain itu hukum Qishash adalah halal jadi konyol bila mengatakan hukum Qishash bukan jamanya lagi dan tidak manusiawi. Seperti yang dilakukan oleh orang barat yang tidak sepakat dengan hukum Qishash. Nah konyol jika ada seorang muslim menolak hukum Qishash seperti JIL dkk, klo mau protes hukum Qishash langsung aja ke Allah swt, apa berani? Hehehe. Rasul aja tidak protes ketika ada yang meminta hukum Qishash, eh ini rasul bukan kok nekat menolak hukum Allah swt.

Akhir kata mohon koreksi ya teman-teman jika ada salahnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.