Mempertemukan Kebutuhan Buruh Dan Pengusaha Dengan Sistem Ekonomi Islam

Wah wah makin rumit aja permasalahan antara buruh dan pengusaha, dimana buruh menginginkan gaji mereka naik sesuai kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Sedangkan pengusaha tidak ingin gaji butuh naik karena akan meningkatkan biaya produksi.

Polemik Buruh dan Pengusaha

Demo para buruh yang terus berlanjut setiap harinya, membuat produksi pabrik menurun dan menyebabkan kerugian bagi pabrik. Hampir di setiap kota industri seperti Bekasi, Sidoarjo dan Mojokerjo para buruh berdemo menuntut kenaikan gaji. Bisa dibayangkan berapa kerugian negara bila pabrik-pabrik berhenti beroperasi, ini akan berdampak anjloknya ekonomi indonesia karena iklim investasi yang tidak kondusif.

Di Jakarta, para buruh berdemo menuntut gubernur Jakarta yang baru Jokowi untuk merelealisasikan janjinya (entah janji apa itu). Mereka menuntut untuk meningkatkan kesejahteraan dengan menambah UMP (Upah Minimum Provinsi) menjadi Rp. 2.799.067 [1], tentunya tuntutan ini sulit dikabulkan karena bagi para pengusaha nilai itu terlalu besar.

Akhirnya tuntutan para buruh dikabulkan oleh pemprov Jakarta walaupun nilai UMP menjadi Rp 2.216.243 [2]. Tetapi masalah sepertinya tidak berhenti sampai sekarang, para pengusaha bersiap-siap menuntut pemerintahan Jokowi karena menaikkan nilai UMP [3]. Pengusaha menilai pemprov Jakarta berbuat zalim karena naikan nilai UMP yang tidak sesuai dengan metodologi yang ditetapkan pemerintah.

Kasus di atas saja sudah memberikan polemik antara pengusaha, buruh dan pemerintah di Jakarta saja, belum daerah-daerah industri lainnya yang belum mendapatkan titik temu.

Kita berimajinasi sebentar, jika UMP Rp 2.216.243 disetujui di semua propinsi Indonesia, apakah ada jaminan tahun depan para buruh tidak akan berdemo lagi? Dimana harga setiap tahun mengalami inflasi / kenaikan harga. Terus bagaimana solusinya agar para buruh tidak berdemo lagi?

Sistem Dagang Syariat Islam

Baiklah sebenarnya kasus bisa diselesaikan dengan sistem dagang sesuai syariat islam yang telah diajarkan kepada nabi Muhammad saw 1434 tahun yang lalu. Dan sudah termuat dalam Al Qur’an pada

  • Surat Ali-Imron ayat 75“Dan diantara Ahli Kitab ada yang jika engkau percayakan kepadanya harta yang banyak, niscaya dia mengembalikannya kepadamu. Tetapi ada (pula) diantara mereka yang jika engkau percayakan kepadanya 1 (satu) Dinar, dia tidak mengembalikannya kepadamu, kecuali jika engkau selalu menagihnya. Yang demikian itu disebabkan mereka berkata, “Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang buta huruf.” Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Alloh, padahal mereka mengetahui”.
  • Surat Yusuf ayat 20“Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah yakni beberapa dirham saja, dan mereka tidak tertarik hatinya kepada Yusuf,”.

Perkenalkanlah sistem mata uang yang paling stabil di dunia yaitu Dinar dan Dirham yang dapat menyelesaikan permasalahan antara buruh dan pengusaha. [5]

Dinar adalah emas dengan kadar 22 karat seberat 4,25 gram dan dirham adalah perak murni dengan berat 2,975 gram. Dinar dirham dari jaman dulu sampai sekarang nilainya tidak pernah turun malah cenderung naik dan terus naik.

Satu lagi kebenaran Al Qur’an terbongkar lagi tentang mata uang, melirik cerita Ashabul kahfi pada surat

  • Al-Kahf ayat 19”Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: ”Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”.Mereka menjawab: “Kita tinggal (di sini) sehari atau setengah hari”.

    Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu tinggal (di sini).

    Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun”.

Kisah ini menceritakan ada beberapa pemuda yang atas ijin Allah swt tertidur di dalam gua selama 309 tahun yang membawa uang perak. Setelah 309 tahun mereka terbangun dan ternyata uang perak yang mereka bawa masih bisa digunakan untuk membeli makanan. Walaupun uang itu dikatakan penjual makanan uang lama yang masih bernilai 2/3 dirham baru [4], bahkan sampai sekarang uang perak masih bisa digunakan dan nilainya tetap sama.

Baiklah kita coba uang kertas kita gunakan sekarang ini, apa uang itu nilainya tetap stabil setelah 309 berlalu? Dan bisa digunakan untuk transaksi atau untuk membeli makan?

Inflasi

Masalah yang dihadapi para buruh adalah naiknya harga-harga kebutuhan pokok yang selalu terjadi setiap tahunnya. Sedangkan para pengusaha juga kelimpungan karena naiknya harga bahan produksi yang menyebabkan biaya produksi sehingga perusahaan harus meminimalisir biaya produksi yang salah satunya adalah dengan mengupah buruh dengan harga rendah. Sedangkan mata uang kertas (rupiah, dollar dll) tidak dapat mengejar tingginya inflasi kebutuhan pokok mereka.

Jaman sekarang itu jutawan tetap bisa dikatakan jutawan kere, karena mereka hanya menyimpan uang kertas yang tidak ada nilainya. Jika kita mempunyai uang 100 juta saat ini, mungkin 100 tahun lagi uang itu tidak ada apa-apanya.

Kasus lain, sejak jaman nabi Muhammad saw berdakwah harga kambing itu 1 dinar, sampai sekarang tetap 1 dinar.

”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Saat artikel ini ditulis harga 1 dinar Rp. 2,285,778 [6] seharga dengan harga kambing kurban saat ini [7] (tahun 2012).

Tetapi akan berbeda jika menggunakan mata uang kertas untuk membeli kambing, pada tahun 1979 harga kambing Rp. 80.000 setelah 33 tahun harga kambing Rp 2.260.000 [8].

Solusi

Menggunakan Dinar dan Dirham

Menarik akar permasalahan antara buruh dan pengusaha adalah naiknya biaya kebutuhan pokok mereka karena mata uang kertas tidak bisa mengikuti inflasi. Solusinya adalah mengubah sistem pembayaran para buruh dengan mata uang dinar dan dirham yang tidak mengenal inflasi. Sehingga kebutuhan pokok buruh tetap terpenuhi karena harga-harga tidak naik, sedangkan para pengusaha biaya produksi bisa stabil dengan membayar dengan dinar dan dirham.

Memang ini sulit untuk diterapkan sekarang karena sistem keuangan dunia menutupi kebenaran ini, masyarakat dunia telah ditipu dengan mata uang kertas yang tidak ada nilainya. Apa lagi pemerintahan Indonesia juga berkiblat kepada ekonomi buatan orang-orang kafir ini dengan melarang transaksi jual beli menggunakan dinar dan dirham [9].

Di saat masyarakat seluruh dunia mencari uang, “You Know Who” berlomba-lomba untuk mengumpulkan emas.

Memperbaiki Birokrasi Bobrok

Selain itu sistem birokrasi yang bobrok seperti ini, dimana pengusaha harus membayar upeti haram kepada pihak-pihak tertentu untuk melancarkan bisnis-bisnisnya. Juga akan merugikan pelaku industri, karena biaya yang seharusnya untuk produksi dialih fungsikan untuk upeti haram kepada oknum-oknum tak bertanggung jawab.


Mengenalkan Manajemen Uang Ke Buruh

Jika dinar dan dihram sudah digunakan sebagai mata uang utama dan birokrasi telah diperbaiki, itu tetap tidak akan berguna jika buruh tidak mengerti manajemen uang.

Ketika para demo buruh berdemo lihatlah kendaraan mereka hampir rata-rata baru dan perokok aktif. Sehingga uang bulanan mereka habis untuk membayar cicilan kredit dan merokok sehingga kebutuhan pokok jadi berkurang. Oleh karena itu perlu ada pihak-pihak baik pemerintah atau serikat buruh untuk mengajarkan mereka tentang manajemen uang.

Serikat buruh yang terdekat dengan buruh jangan hanya mengkompori para buruh untuk menaikkan UMP tetapi juga memberikan pendidikan manajemen uang.

***

Ah selesai juga saya bercuap-cuap 😀 Saya memang bukan pakar ekonomi tetapi sepertinya sistem ekonomi syariat islam adalah solusi permasalahan ekonomi dunia. Oh ya jika ada salah kata silahkan beritahu dan jika ada pendapat lain ayo kita diskusikan bersama.

Akhir kata, yuk mulai sekarang menggunakan dinar dan dirham sebagai mata uang serta kalau mau kaya ya jadi pengusaha 🙂

Sumber:

[1] Buruh Bekasi Minta Upah Rp 2,7 Juta
[2] Buruh Sepakati UMP DKI Jakarta Rp 22 juta
[3] Pengusaha Ancam Gugat Jokowi Bila Sahkan UMP Rp 2,2 Juta
[4] Kisah Ashabul Kahfi
[5] Dirham dan Dinar Mata Uang di Era Kejayaan Islam
[6] gerai dinar
[7] Jelang Iduladha, Harga Lembu dan Kambing Naik
[8] Antara Kambing, Dinar dan Inflasi…
[9] BI Larang Transaksi Jual Beli Pakai Dinar dan Dirham

Advertisements

1 Response to “Mempertemukan Kebutuhan Buruh Dan Pengusaha Dengan Sistem Ekonomi Islam”


  1. 1 Hada July 10, 2013 at 7:26 am

    sering terjadi buruh yang akan mendemonstrasikan aksinya jika tidak sesuai dengan harapan mereka.. 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s