Ketika Blogger Mulai Curang

Banyak komentar dan trafik pengunjung tinggi bukan berarti artikel-artikel blog kita dibaca. Ya itulah yang ku alami sekarang, mereka cepat datang dan pergi. Begitu banyak komentar dengan trafik 20 orang / hari di blog ku tidak membuat saya puas.

Tentu semua blogger tidak menginginkan hal itu, blogger memeras keringat dan membanting tulang demi para pengunjung, tapi balasan pengunjung ternyata memprihatikan hanya memberikan sebuah komentar. Komentar seperti “nice post”, “terima kasih infonya”, “kunjungan balik yaa” dan lain-lain, itu adalah komentar-komentar menjijikan.

Inilah yang mengakibatkan bangsa ini diam ditempat tanpa ada perkembangan, masyarakatnya hanya bisa kommentar , tidak mau membagi ilmu pengetahuan dan tidak dapat memberi solusi.

Bukan berarti saya tidak suka blog saya dikomentari, bila komentar itu demi tukar pikiran, kritikan dan rasa penghargaan saya memberikan penghargaan kepada mereka.

Kenyataanya pengunjung hanya comment sekedar memberikan link berharap akan ada kunjungan balik dari kita yang biasa kita kenal dengan sebuatan blog walking. Aktifitas blog walking mulai disalah artikan. Blog walking sebenarnya dapat menjalin persahabatan dan menambah ilmu pengetahuan anda, malah digunakan untuk meningkatkan page rank. Setelah mendapatkan page rank tinggi, saya yakin mereka tidak mau blog walking lagi, lha wong mereka itu niatnya cuma mengejar page rank.

Mereka bisa disebuat blogger cheating pemuja page rank. Lebih parah lagi bila artikel mereka copy paste, malu dong mempunyai page rank tinggi tapi artikelnya copy paste.

Maaf bila ada kata-kata yang sedikit menyakitkan, ini demi meningkatkan jati diri blogger. Jati diri blogger mulai turun dimana banyak blogger yang hobi copy paste dan mementingkan page rank tanpa bisa memberikan konstribusi masyarakat Indonesia.

Advertisements

21 Responses to “Ketika Blogger Mulai Curang”


  1. 1 Ocha Cutee March 11, 2010 at 10:23 am

    wah hebat ya trafficnya sampe 200 perhari…
    klo aku sulit banget tu, bisa kasih tau g caranya??
    terima kasih

  2. 3 husnul Isma March 11, 2010 at 12:14 pm

    yup, benar sekali… sangat memalukan sekali para blogger yang hanya copas kemudian ditujukan untuk meningkatkan trafficnya.
    sering banget nemuin yang begituan pertanyaannya,, apa itu gak ketahuan yah? trus UU HAKI gmana kelanjutannya tuh?

    btw… buat yg nulis artikel ini sendiri biasanya comment di blog lainnya seperti apa memangnya?
    saya rasa mereka yg membuat comment seperti “nice post” de el el spt yg disebutkan di atas mungkin saja orang2 yg baru mengenal blog.
    karena mereka yg serius dan menghargai blog pasti memberi komentar yg lebih berbobot…

    • 4 sqa indonesia March 11, 2010 at 12:25 pm

      Terima kasih telah setuju dengan pandapat saya
      Jawaban dari pertanyaan2 mu:
      [1] Jelas itu ketahuan, kita bisa search di google kata2 bisa sama persis.
      [2] Klo tentang UU saya tidak paham 😀
      cuma karena kita tidak mau melaporkan tulisan yang telah di copy paste ke pihak berwajib saja jadi kita tidak pernah mendengar tentang kasus tentang copy right
      [2] Klo saya comment di blog lain, klo tulisanya jelas copy paste aq tulis “nice post” atau “mirip artikel tetangga sebelah” :D.
      Untuk blog yang menjunjung tinggi semangat blogger saya biasanya membaca tulisanya, berkomentar dgn memberi penghargaan sedikit

  3. 5 rafiq jauhary March 11, 2010 at 12:24 pm

    hmm…
    atau mungkin wawasaan dia kurang,, sehingga dia tak tahu bagaimana untuk bisa berkomentar,, tapi dia menghormati tulisan yg da baca,, makanya dia bilang “nice post” atau yang semisal…

    terus2an curiga bikin g tenang… husnudzon aja
    mulai dr diri sendiri, kelak orang pun akan terinspirasi dari diri kita masing2..

  4. 7 Maren Kitatau March 11, 2010 at 7:45 pm

    Aku lebih suka blogku sesimpel mungkin. Blogku nggak perlu ada harganya atau hitnya sing penting tulisanku orisinil. Memang sulit membuat tulisan yg orisinil itu. Kita malas berpikir keras membuat tulisan-tulisan spontan yg orisinil. Perlu banyak mendengar dan banyak melihat agar banyak menyerap data. Tak mungkin kita bisa menulis tanpa data. Utk itu perlu pengalaman dan pendidikan. Terus lah berkarya sobat, mencoba mencipta mulai dari kata!

    Bravo Sqa!

  5. 8 Ali Sofyan Kholimi March 11, 2010 at 9:06 pm

    Sudah biasa Uff, artikelku juga cukup banyak yang di-copas, tanpa memberitahukan sumbernya, tapi bagiku, artikel-ku boleh di-copas, tapi sang peng-copas, tidak akan pernah sama algoritma berfikirnya denganku.

    Lagian, kamu pingin blog-mu ramai, tapi sudah nulis di Facebook, kalo aku, FB hanya untuk ide yang berhubungan dengan teman, sedang blog yang berhubungan dengan masalah umum. Tuh, Artikel-mu yang kamu link kan di FB banyak yang dikomentari di FB.

  6. 9 Ali Sofyan Kholimi March 11, 2010 at 9:08 pm

    Selain itu, comment gak usah di-moderate, tapi yang penting bot jangan masuk, masalah yang ngejar rank tinggal dihapus saja.

  7. 11 adit38 March 12, 2010 at 4:33 am

    Nah mending cuma blogger yang copas mas…..
    Bagaimana kalo tabloid nasional mengcopas tulisan bloger amatarin kaya saya seperti ini:
    http://adit38.wordpress.com/2009/08/27/stop-press/

  8. 13 vempuzka March 12, 2010 at 6:17 am

    kalo menurut saya yang seperti itu kebanyakan masih pemula dan belum memiliki ide untuk menulis (curhat pas awal2 bikin blog…)
    namun kalo keterusan itupun jadinya tidak baik….
    mengurangi kreatifitas,mending nulis pengalaman sehari-hari daripada gak jadi nulis, hehe

  9. 15 fachran March 13, 2010 at 4:47 pm

    intinya mendingan isi blog itu hasil ide sendiri atau trik2 yang udah pernah ada api pernah dicoba ama sendiri kayak lebih baik…
    karena seenggaknya kita pun udah pernah nyoba dan bisa nulis versi bahasa sendiri…:)

    say no lah to plagiat…:P

  10. 17 mirnarizka March 14, 2010 at 1:16 pm

    nice post…

    hehehe, bercanda… 😀

    Iya, saat blogwalking dan meng-klik artikel yang muncul di wordpress dashboard, sering saya temukan bahwa artikelnya mirip (atau sama persis?) dengan artikel yang saya baca di blog lain. Entah itu copy-paste atau mengambil sumber yang sama, saya gak tau pasti.
    Dan, memang benar, mungkin untuk sementara bisa menaikkan page-rank, tapi gak lama. Orang2 tidak bodoh. Mereka (terutama yang sering blogwalking) pasti tau kalau artikel di blog tersebut adalah hasil jiplakan.
    Saya juga sering menulis, dan sering merasa khawatir suatu saat tulisan saya dijiplak orang2 yang tidak bertanggungjawab. Sering bertanya-tanya juga jika ini terjadi, kira2 apa yang bisa dilakukannya, ya? Apakah UU kita ada yang melindungi karya di blog semacam ini? Atau justru orang2 birokrasi hanya bisa bilang “Salah sendiri, hasil karya kok dibagi gratis di blog!” ?

  11. 18 husnul Isma March 17, 2010 at 11:59 am

    yang masih bikin penasaran… kadang bingung bedakan mana yg sumber mana yg copas karena byk juga yg plek jiplak….

  12. 19 handikas March 18, 2010 at 9:27 am

    tergantung wawasan blogger itu sendiri

  13. 20 ulinnuha March 31, 2010 at 11:37 pm

    Bagus3x.. dengan adanya artikel ini diharapkan para blogger sadar dan kembali ketujuan awalnya.. heh

  14. 21 artikelislami September 3, 2011 at 11:00 am

    hehehe
    utk blogger ky gitu, cap aja sbg spammer


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s