Renungan Ketika Petir Menggelegar

Minggu, 7 Maret 2010 15.30 suara petir mengelegar menggetarkan hati setiap manusia. Langit biru berubah menjadi hitam, kicauan burung digantikan dengan suara petir, Malang dilanda badai petir. Kilatan cahaya menyilaukan setiap mata disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh, dalam hati saya hanya bisa menyebut nama Allah swt.

Petir yang kita kenal sekarang ini terjadi akibat awan dengan muatan tertentu menginduksi muatan yang ada di bumi. Bila muatan di dalam awan bertambah besar, maka muatan induksi pun makin besar pula sehingga beda potensial antara awan dengan bumi juga makin besar. Kejadian ini diikuti pelopor menurun dari awan dan diikuti pula dengan adanya pelopor menaik dari bumi yang mendekati pelopor menurun. Pada saat itulah terjadi apa yang dinamakan petir. [1]

Dalam 1 sambaran petir energi yang dilepaskan lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika dan dapat menyalakan lampu 100 Watt selama 3 bulan. Suhu yang mencapai 1.000 derajat celcius, kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik dan kilatan yang terbentuk turun kecepatan 96.000 km/jam. [2]

Tidak sedikit korban yang meninggal akibat sambaran petir, Sabtu 6 Maret 2010 17.00 WIB 2 anggota Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri tewas tersambar petir, saat melakukan survei dan pendataan Gunung Sunda. [3]

Di Al Qur’an Allah menyertakan fenomena petir sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah, “Atau seperti hujan lebat dari langit. Di dalamnya kegelapan dan guruh dan kilat. Mereka menyumbat telinganya dengan jarinya dari petir karena takut mati. Dan Allah meliputi orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah 2 : 19). ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah ditampakkannya kepadamu petir yang menakutkan dan menimbulkan harapan.” (Ar-Rum 30 : 24)

Dalam surat Ar-Rum ada kalimat “petir yang menakutkan dan menimbulkan harapan”, aneh petir yang menggelegar dan menakutkan dapat menimbulkan harapan? Ya itu adalah tanda-tanda kekuasaan Allah, harapan itu adalah :

  1. Tanpa adanya petir, maka air hujan tidak akan turun.
  2. Petir dapat memberikan kesuburan tumbuh-tumbuhan.
  3. Petir sebagai awal kehidupan makhluk.

Dalam artikel isi saya tidak akan menjelaskan mendetail harapan-harapan itu, anda silahkan baca sendiri artikel Renungan Surat Al-fatihah Dan Di Balik Kedahsyatan Petir Terpendam Keindahan Allah Ta’ala.

Maka selayaknya kita berdoa bila mendengar suara petir, Nabi Muhammad saw mengajarkan kita doa ketika mendengar petir. Dari hadist Tirmidzi dalam mustadrak dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa Rasulullah SAW bila mendengar petir berdoa ”Ya Allah, jangan engkau bunuh kami karena murka-Mu, dan jangan Engkau musnahkan kami dengan adzab-Mu, dan ampuni kami sebelum itu terjadi.”

referensi :
[1] Arief Irawanto(1998, Maret). Overhead Groundwire, Perlindungan Transmisi Tenaga Listrik dari Sambaran Petir. http://www.elektroindonesia.com/elektro/energi12a.html. Diakses 7 Maret 2010.
[2] Harun Yahya. Kekuatan Tersembunyi Petir. http://www.harunyahya.com/indo/artikel/092.htm. Diakses 7 Maret 2010.
[3] TVone. Dua Pendaki Gunung Wayang Tewas Tersambar Petir. http://nusantara.tvone.co.id/berita/view/33994/2010/03/07/dua_pendaki_gunung_wayang_tewas_tersambar_petir/. Diakses 7 Maret 2010.
[4] Subarkah(1996, Maret). Renungan Surat Al-fatihah Dan Di Balik Kedahsyatan Petir Terpendam Keindahan Allah Ta’ala. http://www.mail-archive.com/hizb@hizbi.net/msg17607.html. Diakses 7 Maret 2010.

Advertisements

4 Responses to “Renungan Ketika Petir Menggelegar”


  1. 2 dianaruntu March 11, 2010 at 8:20 am

    saya suka ngeri kalo petir bunyinya menggelar besar sekali. Di samping rumah, sering tersambar, sampe segala perangkat elektroniknya rusak berat. Itu sebabnya apa ya? Padahal rumahnya cuma dua tingkat, nggak tinggi juga. Mungkin bisa kasih saran. TQ

  2. 4 Mymusic May 27, 2010 at 4:12 am

    Mba diana… pasang penangkal petir aja mba.. bahaya lo.. hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s