Sekolah Tempat Belajar Game

Bolos untuk Main Game

Pernahkah anda mendengar pelajar jarang masuk sekolah, tidak naik kelas bahkan sampai D.O karena kecandungan game?

Saya pribadi pun pernah dicurhati ibu-ibu yang bercerita anaknya tidak mau kuliah karena keasikan main game online, entah game apa saya tidak tahu. Ibu itu kebingungan bagaimana membujuk anaknya untuk mau kembali ke kuliah agar segera menyelesaikan gelar S1, kebetulan teman-teman sudah lulus lebih dulu.

Sekolah eSport

Saya pun kebingungan mencari solusinya, saya gamer tapi tingkat kecanduannya tidak sampai level seperti itu. Saya bisa membagai waktu mana waktu belajar, kerja dan nge game.

Saya hanya bisa menyarankan kepada ibu itu agar anaknya tidak meneruskan kuliahnya, lho kok gitu? Karena dia sudah tidak tertarik dengan kuliah, bisa jadi dia tidak menemukan manfaat kuliah dan menemukan sesuatu di dunia game dia, atau bisa jadi lebih buruk dia benar-benar kecanduan dan butuh terapi.

Tapi kalau pemerintah mau peduli dengan kasus seperti di atas, ada solusi yang bisa diambil dari Korea dan diterapkan di Indonesia.

Sekolah eSport untuk Belajar

Kenapa pemerintah harus ikut campur tangan? Karena kasus seperti itu tidak hanya menimpa satu atau dua orang saja, tapi banyak disetiap daerah ada.

Sayangnya penanganan di Indonesia terhadap para gamer, mengesankan gamer seperti para kriminal. Ada anak sekolah di rental PS dan warnet ditangkap, digelandang ke kantor polisi dan dipanggil orang tuanya. Bahkan ada yang lebih buruk, setelah ditangkap disuruh pulang dengan jalan kaki padahal rumahnya jauh.

Hal seperti itukan tidak memberikan solusi yang baik, justru membuat anak mendapat citra buruk di masyarakat. “Itu Fulan habis ditangkap polisi” gosip seperti ini akan tersebar di lingkungannya.

Kembali ke solusi yang bisa kita contoh dari Korea. Pemerintah Korea membuat sekolah khusus eSport, dimana selain mendapatkan mata pelajaran umum juga mendapatkan pelajaran soal eSport, baik dalam hal mekanik dan strategi semua dipelajari.

Dengan dibukanya sekolah eSport alih-alih anak-anak yang suka bolos untuk main game, justru lebih betah di sekolah karena ada mata pelajaran yang sesuai dengan bidang minatnya. Mereka yang biasanya bolos dan menghabiskan waktunya 5 jam sehari untuk main game di warnet, dengan masuk ke sekolah eSport mereka lebih terarah dan bisa belajar soal eSport 5 jam dan ditambah mata pelajaran wajib.

Kita bisa lihat di event game internasional, bagaimana dominasi Korea. Sampai-sampai setiap kompetisi pasti ada pro player dari Korea.

Pemerintah Jangan Campur Tangan

Bukan liga eSport professional jika pemerintah ikut campur tangan di dalamnya. Karena dalam dunia professional, para pro player adalah orang yang digaji ketrampilannya untuk mampu berkompetisi.

Jika pemerintah ikut di dalamnya, mereka tidak bisa lagi disebut professional atau lebih tepatnya PNS (Pegawai Negeri Sipil) karena di biayai oleh negara. Jika hal ini terjadi terus menerus, penyelenggara tidak akan kreatif untuk mencari sponsor dan menjadi lintah penyedot anggaran APBN.

LOL Esport

Dalam dunia liga eSport professional hanya diikuti beberapa tim, tidak lebih dari 10 tim, dan dalam setiap tim rata-rata terdapat 6 pro player. Bayangkan uang yang digelontotkan pemerintah jika ikut dalam membuat kompetisi hanya dinikmati kurang lebih 60 orang, apakah ini adil?

Selain itu, jika pemerintah ambil adil dalam kompetisi. Hal itu bisa dimanfaatkan sebagai ajang kampanye mereka untuk meraih kekuasaan. Bayangkan jika ada ajang eSport bertaraf nasional terpampang foto politikus, apa ajang itu akan menarik?

Hal yang dilakukan pemerintah jika mau mengembangkan eSport, membuat kompetisi dikalangan non professional. Misalnya dikalangan pelajar, ambil contoh piala kemempora dimana pesertanya di ambil dari sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Saya sangat mengapresiasi itu walaupun masih banyak yang perlu dikritisi karena masih terkesan sebagai ajang kampanye salah satu calon presiden.

Sekolah eSport Indonesia

Salah satu dari beberapa sekolah yang mempunyai kurikulum eSport adalah SMA 1 PSKD, sekolah yang punya mata lajaran untuk mengedukasi siswanya untuk siap terjun di dunia eSport.

Kurikulum eSport meliputi game-game yang populer seperti Dota, Overwatch dan CS GO. Selain itu perkembangaan mobile game yang cukup signifikan, ditambah game Mobile Legend dan AoV.

Sekolah juga menerapkan standar harus mendapatkan nilai rapor rata-rata 80. Ini penting, agar siswa tetap fokus dalam tujuannya yaitu belajar, bukan bersenang-senang main game walaupun sekolahnya ada kurikulum eSport.

Perlu diketahui setelah lulus dari sekolah ini siswa tidak harus menjadi pro player, karena di Indonesia saja bagaimana kerasnya kompetisi di sana.

Banyak diluar sana pekerjaan yang masih berhubungan dengan game. Seperti caster, analisis game, youtuber game dan lain-lain.

Bisa jadi setelah lulus sekolah melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, mengambil kuliah jurusan informatika. Dengan modal passion terhadap game yang lebih besar, bisa membuat game sendiri atau bekerja di perusahaan game.

Kalau mau jadi pengusaha, bisa juga membangun bisnis game center yang setiap bulan mengadakan kompetisi atau hanya sekedar warung kopi wifi. Dengan mengandalkan komunitas yang telah terbentuk saat sekolah, hal ini bisa menjadi nilai lebih memulai bisnis.

***

Banyak hal yang masih belum digali dalam dunia eSport, tulisan ini hanya sekedar pengingat bagimana seharusnya masyarakat melihat gamer lebih positif. Semoga dunia eSport Indonesia lebih baik dan tidak dijadikan alat politik.

Advertisements

Angolmois: Genkou Kassenki, Anime Tentang Perang Mongol Melawan Jepang

Angolmois Genkou Kassenki anime yang menawarkan cerita perang yang terjadi dalam sejarah Jepang pada tahun 1274. Dimana pada saat itu Mongol sedang dalam masa jayanya, kekuasaannya sampai ke Eropa, timur tengan dan wilayah-wilayah asia tenggara pun tak luput dari ancamannnya.

Pulau Tsushima

Dalam anime ini menceritakan awal mula datangnya pasukan Mongol ke Jepang menggunakan kapal-kapal perang yang membuat kaget bangsa Jepang, dikarenakan banyaknya kapal Mongol dan mempunyai teknologi yang belum pernah dilihat bangsa Jepang.

Kapal perang Mongol memiliki teknologi yang lebih maju dibandingkan kapal perang Jepang, bahkan di dalam kapal perang Mongol ada catapult yang dapat melontarkan bom-bom. Semua kapal itu hendak berlabuh bersama pasukan Mongol yang terkenal kejam dan kuat di pulau kecil yang bernama Tsushima.

Untuk dapat menyerang Jepang, Mongol perlu untuk menaklukan pulau kecil yang bernama Tsushima untuk memperlancar alur logistik saat invasi Jepang. Mongol mengibaratkan pulau Tsushima sebuah tulang punggung ular, pasukan itu seperti kepala ular yang hanya bisa bergerak maju jika makanan dan kekuatan bisa melalui tulang punggungnya, dan pulang punggung itu adalah pulau Tsushima.

Pulau Tsushima memanglah kecil dibandingkan kepulauan-kepulauan di Jepang lainnya, tapi ini cukup bisa dikatakan sebuah negara kecil karena terdapat banyak desa-desa.

Seperti kepulauan pada umumnya, Tsushima terdapat teluk yang besar, di sanalah Mongol mendaratkan 1000 pasukannya untuk segera mentaklukan Tsuhima yang dikuasai oleh penguasa lokal Sou Sukekuni.

Mongol melawan Sou Sukekuni

Beralih ke LibreOffice, Selamat Tinggal OpenOffice

Setelah menemani sekian lama menggunakan OpenOffice, bahkan saat masih duduk di bangku kuliah, akhirnya saya harus memutuskan untuk beralih ke LibreOffice. Aplikasi Office bentukan Sun Microsistem ini memang telah mengantarkan saya mendapatkan gelar S1, tapi bug pada OpenOffice yang tak kunjung diperbaiki membuat harus berpindah ke lain hati.

Jujur saya sangat menyukai OpenOffice karena bersifat open source dan yang paling utama adalah gratis. Walaupun gratisan tapi OpenOffice tak kalah powerfull dibandingkan saingannya yang berbayar Microsoft Office.

Semua berawal dari tidak bisa dibukanya file excel yang berisi tentang cashflow, hutang piutang, harga produk dan lain-lain. Tentu sebagai pengusaha hal sepele ini membuat ku frustasi, bayangkan semua data tentang keuangan ku harus hilang dan memualainya dari awal lagi. Ditambah daftar piutang harus hilang, sehingga saya tidak tahu lagi berapa hutang para pelanggan-pelanggan ku.

Kenapa tidak di-backup? Sebenarnya kesalahan ku sendiri yang terlalu ceroboh dengan tidak mem-backup data penting itu.

Dimana letak bug itu? Letak bug itu ketika menjalankan program OpenOffice dan tiba-tiba komputer mati mendadak, atau restart dan file belum di-save, data akan corrupt. OpenOffice mencoba merecovery data, tapi tidak berhasil dan malah membuat new file, wooops hilanglah semua data keuangan ku.

Selamat tinggal OpenOffice, saya harap develepor segera memperbaiki bug ini sehingga tidak merugikan penggunannya.

Tidak mau mengulangi kejadian ini, saya memutuskan untuk mencari pengganti OpenOffice dan menemukan sosok yang tepat yaitu LibreOffice yang juga OpenSource dan gratis. OpenOffice dan LibreOffice sama dibangun dengan menggunakan bahasa Java yang performanya tidak diragukan lagi.

Untuk mengatasipasi kejadian tidak mengenakan sebelumnya, saya mengetest dengan membelikan pola kejadian yang sama pada LibreOffice. Dengan membuat file excel dan mematikan komputer sebelum data di save, menginputkan data, alhasil LibreOffice sanggup merecovery data dengan baik.

Tidak ada masalah dengan migrasi kali ini, karena user interface pada LibreOffice hampir sama dengan OpenOffice, sehingga tidak perlu belajar mendalam untuk menggunakannnya. Semua menu-menu dan fungsi-fungsi sama persih, hanya beberapa action saja yang tidak mirip tapi itu bukan masalah bagi, cukup beradaptasi 1-2 hari sudah fasih. Bagaimana anda tertarik menggunakan aplikasi LibreOffice?

Kenapa Pajak untuk Orang Kaya Menjerat Kita

Otak nyeleneh saya sedang mikir tentang pajak, walaupun saya tidak setuju dengan sistem perpajakan karena di dalam Islam hal itu hukumnya haram. Tapi di era kapitalis perpajakan itu tidak bisa dihindari. Dalam artikel ini saya hendak mencoba membedah kenapa orang kaya membayar pajak dengan nilai kecil, dan orang menengah ke bawah membayar lebih tinggi dari orang kaya, kenapa bisa seperti itu?

Dalam buku “Why Students A Work for C Students” karya Robert Kiyosaki, menjelaskan kenapa orang kaya bayar lebih sedikit dibandingkan dengan orang kaya adalah karena orang kaya melek finansial dibandingkan dengan orang miskin. Orang kaya lebih cerdas bagaimana “menghindari” (dalam arti positif, bukan mengeplang pajak) pajak yang coba dijeratkan kepada mereka oleh pemerintah.

Perbedaan mendasar dari orang kaya dan miskin adalah manajerial uang, orang kaya membeli barang untuk mendapatkan uang lagi, sedangkan orang miskin membeli barang untuk membebani hidup mereka.

Contohnya, orang kaya membeli mobil pick up untuk kepengtingan bisnis, dimana setiap bulan bisa menghasilkan uang dari jasa angkut, atau meningkatkan kualitas bisnisnya. Sedang orang miskin membeli mobil untuk kebutuhan rumah tangga, dan membiayai kebutuhan biaya mobil dengan uang gajinya setiap bulan, sehingga pendapatannya terpotong oleh biaya kebutuhan mobil.

Mereka sama-sama membeli mobil, tapi orang kaya membeli mobil untuk meningkatkan pundi-punyi uang mereka, sedangkan satunya untuk memangkas kekayaannya.

Soal pajak orang kaya pandai dalam mengkontrol biaya pajak agar tidak membengkak, contoh simplenya orang kaya membeli 1 mobil untuk kebutuhan sehari-hari dan dibisniskan, sedang orang miskin membeli mobil lebih banyak sehingga harus membayar pajak lebih banyak dari orang kaya.

Tapi seringkali saya melihat orang kaya punya mobil banyak? Oh anda lupa, mobil banyak mereka digunakan untuk apa? Seringkali mobil yang mereka punya adalah mobil klasik atau langka dimana, nilainya akan bertambah setiap tahunnya. Sebagai contoh orang kaya membeli mobil klasik seharga 500 juta dalam waktu 10 tahun bisa menjadi 1 Milyar.

Sedang orang miskin menumpuk mobil yang nilainya selalu turun setiap harinya, apakah anda pernah mendapati harga mobil Avanza naik setiap tahunnya? Atau semakin turun?

Pengalaman pribadi saya, ada tetangga saya bertanya “Darimana kamu mendapatkan modal untuk membuka rental PS4?”, saya balik bertanya kepada dia “Darimana kamu mendapatkan uang untuk membeli motor (laki)?”. Padahal nilai modal membuka PS4 sama dengan harga motor yang dia beli, tapi perbedaannya rental PS4 saya menghasilkan uang, sedang motor dia memangkas penghasilan dia, dan lagi rental PS4 bebas pajak. Bagaimana dengan motor? Harus membayar pajak setiap tahunnya.

Kegagalan adalah Pondasi Sempurna Sebuah Kesuksesan

Kegagalan merupakan salah satu momok menakutkan bagi calon pengusaha, mereka acap kali melihat titik hitam itu sebagai sebuah jurang yang membatasi mereka menuju kesuksesan. Ketika mereka terbentur kegagalan, banyak diantara calon pengusaha harus putus asa hingga tidak bisa melihat titik terang dari masalah itu.

Sebenarnya apakah semenakutkan itu sebuah kegagalan? Apakah karena kita telah hilang uang (modal) lantas kegagalan itu menjadi mimpi buruk? Tentu tidak, banyak pengusaha yang mulai dari nol bahkan minus karena sering gagal tapi pada akhirnya bisa mempunyai bisnis yang hebat.

Coba kita tanya pengusaha di sekitar kita, entah kawan, tetangga atau siapa pun, sebelum mereka usaha itu sudah berapa kali mengalami kegagalan?

Bagaimana klo mindset sedikit kita rubah, melihat sebuah kegagaln adalah sebuah pondasi untuk membangun bisnis kita, bukan lagi sebuah hal negatif. Merubah sudut pandang sedikit saja dapat membuat mental kita lebih siap menerima kegagalan dan memudahkan untuk bangkit lagi.

Bukankah hidup kita sering mendapati kegagalan? Contoh di sekolah, ketika SD (sekolah dasar) sering kali tidak dapat menjawab perkalian, tapi seiring waktu kita bisa menjawab bahkan mengerti konsep perkalian. Di game juga seperti itu, melawan bos untuk pertama kalinya sering mati, tapi ketika sudah tahu kelemahan bos dan celah untuk mengelahkannya, kita dapat mengalahkan bos dengan mudah.

Kita lihat kebelakang, apa kegagalan kita dahulu tapi mahir di masa sekarang? Banyak bukan? Bagaimana cara kita berhasil mengatasi masalah itu? Terapkan cara itu juga dalam bisnis kita.


Blog Stats

  • 258,409 hits
Advertisements